TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Demam sepak bola mulai terasa di Kabupaten Manokwari menjelang perhelatan turnamen besar dunia.
Kehadiran penjual bendera musiman di sejumlah sudut kota pun ikut menambah semarak suasana para pecinta sepak bola di Papua Barat.
Bendera berbagai negara peserta mulai terlihat dijual di pinggir jalan, mulai dari tim-tim unggulan dunia hingga negara yang memiliki bsis pendukung cukup besar di Manokwari.
Koordinator Kampung Piala Dunia Fanimo, Elim Aronggear yang juga merupakan pembeli bendera piala dunia menilai kehadiran penjual bendera musiman setiap menjelang turnamen sepak bola dunia, menjadi bagian dari kemeriahan pesta sepak bola yang selalu dinantikan masyarakat.
Baca juga: Asprov PSSI Papua Barat dan Fansclub Sambangi Polresta Manokwari Bahas Konvoi Piala Dunia 2026
Menurutnya, antusiasme warga membeli atribut tim favorit menunjukkan tingginya kecintaan masyarakat Manokwari terhadap olahraga sepak bola.
“Kalau menurut saya, untuk penjual bendera supaya di empat tahunan lagi jangan cuma jual bendera negara-negara besar. Tapi kalau bisa semua negara dijual supaya orang-orang yang mencintai negara favoritnya bisa beli dan pasang di depan rumah atau di mana saja,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Elim mengatakan, dirinya termasuk salah satu penggemar sepak bola yang selalu membeli atribut tim favorit setiap ada turnamen besar dunia, sebagai bentuk dukungan dan kecintaan terhadap negara pilihannya.
“Karena itu kecintaan saya terhadap negara yang saya pilih atau fans yang saya pilih. Makanya setiap ada event-event besar saya tetap beli,” katanya.
Menurutnya, suasana menjelang Piala Dunia memang selalu membawa euforia tersendiri bagi masyarakat, khususnya para penggemar sepak bola di Manokwari.
Tidak hanya nobar dan dekorasi kampung bertema sepak bola, kehadiran penjual bendera juga menjadi bagian penting yang memperkuat atmosfer pesta olahraga dunia tersebut.
Meski demikian, Elim berharap aktivitas para penjual bendera musiman yang datang dari luar daerah dapat ditata lebih baik oleh pemerintah maupun pihak terkait agar aktivitas penjualan terlihat lebih tertib dan rapi.
“Kalau menurut saya, mendingan harus ada toko-toko yang sudah ditetapkan sebagai penjual bendera maupun yang lain untuk menyambut Piala Dunia,” pungkasnya.
Kehadiran penjual bendera musiman di Manokwari setiap menjelang turnamen sepak bola dunia memang menjadi pemandangan yang hampir selalu muncul setiap empat tahun sekali.
Selain menjadi peluang ekonomi bagi para pedagang, fenomena tersebut juga menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Papua Barat dalam menyambut pesta sepak bola dunia. (*)