SURYA.co.id, SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI Daop 8 Surabaya bersama komunitas pecinta kereta api Sahabat Kereta menggelar kampanye edukatif bertajuk TalkActive: Sosialisasi Pencegahan Pelecehan Seksual di Lingkungan Kereta Api di Stasiun Surabaya Pasarturi.
Kegiatan tersebut menghadirkan diskusi interaktif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya, hingga perwakilan KAI Daop 8 Surabaya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan pelecehan seksual di transportasi publik.
Menurutnya, keamanan dan kenyamanan pelanggan merupakan prioritas utama yang terus dijaga KAI dalam setiap layanan perjalanan kereta api.
Baca juga: Libur Panjang, Stasiun Mojokerto Layani 6.290 Penumpang Kereta Api
"Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan merupakan prioritas utama KAI. Melalui kegiatan TalkActive ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, dan saling menghormati. KAI tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan kereta api," kata Mahendro.
Dalam kesempatan tersebut, KAI juga memperkenalkan berbagai langkah preventif yang telah diterapkan untuk meningkatkan perlindungan pelanggan, khususnya perempuan.
Salah satunya melalui fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI yang memungkinkan pelanggan perempuan memilih tempat duduk berdekatan dengan sesama perempuan saat melakukan pemesanan tiket kereta api.
Melalui fitur tersebut, calon penumpang dapat melihat posisi kursi yang telah terisi oleh pelanggan perempuan lainnya sehingga memberikan rasa aman dan nyaman selama perjalanan.
"Kehadiran fitur Female Seat Map menjadi salah satu bentuk komitmen KAI dalam mendukung pencegahan pelecehan seksual di lingkungan transportasi publik," ujarnya.
Selain membahas langkah pencegahan, para narasumber juga memberikan edukasi terkait tindakan yang harus dilakukan korban maupun saksi apabila menemukan dugaan pelecehan seksual di stasiun maupun di dalam kereta api.
KAI menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi pelaku pelecehan seksual di lingkungan layanan kereta api.
Sebagai bentuk ketegasan, perusahaan menerapkan sanksi berupa blacklist permanen atau larangan menggunakan layanan kereta api seumur hidup bagi pelaku yang terbukti melakukan pelecehan seksual.
"KAI mengajak seluruh pelanggan untuk tidak ragu melapor apabila melihat maupun mengalami tindakan pelecehan seksual. Pelanggan dapat segera menyampaikan laporan kepada petugas stasiun, petugas keamanan, kondektur, maupun melalui saluran layanan pelanggan yang tersedia di setiap rangkaian kereta api," jelas Mahendro.
Tidak hanya melakukan penindakan, KAI Daop 8 Surabaya juga berkomitmen memberikan pendampingan kepada korban selama proses penanganan berlangsung, termasuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Melalui kegiatan TalkActive, KAI berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mencegah dan melawan tindakan kekerasan seksual di ruang publik semakin meningkat.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya saling peduli, berani melapor, serta menciptakan lingkungan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk pelecehan seksual.
Adapun tujuan kegiatan ini antara lain meningkatkan rasa aman pelanggan, memperkuat edukasi mengenai pencegahan dan penanganan pelecehan seksual, mendorong keberanian masyarakat untuk melapor, serta memperkuat citra KAI sebagai penyedia layanan transportasi publik yang mengutamakan perlindungan pelanggan.
"KAI akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam aspek keamanan dan perlindungan pelanggan, guna mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan bebas dari pelecehan seksual," pungkas Mahendro.