Jasa Penggilingan Daging di OKU Timur Kebanjiran Pelanggan Usai Lebaran, Ada yang Antre Sejak Subuh
Sri Hidayatun May 30, 2026 03:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA – Jasa penggilingan daging di Kabupaten OKU Timur ramai didatangi pelanggan pasca lebaran iduladha.

Tingginya antusiasme masyarakat untuk mengolah daging kurban menjadi berbagai makanan siap saji membuat sejumlah tempat penggilingan daging kebanjiran pelanggan.

Salah satunya terlihat di sebuah jasa penggilingan daging yang berada di Pasar Kalangan Desa Pemetung Basuki, Kecamatan Buay Pemuka Peliung.

Sejak subuh, warga silih berganti datang membawa daging kurban untuk digiling menjadi adonan bakso maupun olahan lainnya.

Di lokasi tersebut, para pekerja tampak tak henti-hentinya melayani pelanggan.

Mesin penggiling terus beroperasi, sementara antrean warga terlihat mengular sejak pagi.

Pemilik usaha penggilingan daging, Rudi, mengatakan bahwa lonjakan pelanggan selalu terjadi setiap momentum Iduladha.

 Jika pada hari biasa mayoritas pelanggannya merupakan pedagang bakso, pada musim kurban ini masyarakat umum turut memadati tempat usahanya.

"Kalau hari biasa yang datang kebanyakan pedagang bakso. Namun, saat Iduladha seperti sekarang, masyarakat umum juga ramai datang membawa daging kurban untuk digiling. Jadi, peningkatannya sangat terasa," ujar Rudi, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Rudi, tingginya permintaan membuat jam operasional yang biasanya hanya berlangsung beberapa jam pada pagi hari, kini harus diperpanjang hingga sore hari.

"Hari biasa kami buka sekitar pukul 05.00 sampai 10.00 WIB. Namun, untuk Iduladha ini kami mulai bekerja sejak pukul 05.00 WIB dan kemungkinan sampai pukul 16.00 WIB karena pelanggan terus berdatangan," katanya.

Rudi menjelaskan, tren masyarakat dalam mengolah daging kurban kini semakin beragam.

Baca juga: Pemprov Sumsel Salurkan 148 Sapi Kurban, Herman Deru Tegaskan Dibeli Tanpa Pakai APBD

Selain dimasak menjadi gulai atau rendang, banyak warga memilih mengubah daging kurban menjadi bakso hingga sambal goreng agar lebih praktis dan dapat dinikmati bersama keluarga dalam jangka waktu lama.

"Biasanya masyarakat ingin variasi menu. Kalau hanya rendang atau gulai mungkin sudah biasa. Karena itu, banyak yang memilih membuat bakso atau sambal goreng dari daging kurban yang mereka dapatkan," jelasnya.

Berat daging yang dibawa pelanggan pun bervariasi, mulai dari satu kilogram hingga dalam jumlah besar menggunakan ember.

Untuk biaya jasa penggilingan, tarif disesuaikan dengan jenis racikan dan tambahan bumbu yang diinginkan pelanggan.

Tingginya permintaan terlihat dari jumlah pelanggan yang datang dalam dua hari terakhir. Bahkan, antrean sudah terlihat sejak pukul 05.00 WIB.

"Dari pagi sekali sudah ramai. Selama dua hari ini, jumlah pelanggan yang datang sudah lebih dari ratusan orang," ungkapnya.

Meski ramai, proses pelayanan tetap berlangsung relatif cepat. Setiap pelanggan rata-rata hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit hingga adonan selesai diproses.

Namun, saat antrean membeludak, waktu tunggu bisa mencapai satu jam.

"Bisa ditunggu langsung di tempat. Kalau tidak terlalu ramai, sekitar 15 menit sudah selesai. Kalau antreannya banyak, paling lama sekitar satu jam," tambah Rudi.

Sementara itu, salah seorang warga yang mengantre, Yanti, mengaku sengaja menggiling sebagian daging kurban miliknya untuk dijadikan bakso keluarga.

"Anak-anak di rumah lebih suka bakso. Jadi, sebagian daging kurban kami giling supaya bisa diolah jadi bakso sendiri. Rasanya lebih enak dan bisa dinikmati bersama keluarga," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Sri, warga lainnya. Ia memilih mengolah daging kurban menjadi berbagai variasi makanan agar tidak bosan dengan menu yang monoton.

"Kalau semua dimasak jadi gulai atau rendang pasti cepat bosan. Makanya, sebagian kami buat bakso dan sebagian lagi untuk sambal goreng. Jadi, variasinya lebih banyak," katanya.

Ramainya jasa penggilingan daging setiap Iduladha menjadi gambaran bagaimana tradisi pengolahan daging kurban terus berkembang di tengah masyarakat.

Selain memberikan kemudahan bagi warga, tingginya permintaan ini juga menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha jasa penggilingan daging yang mengalami peningkatan omzet secara signifikan.

Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.