TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kabar duka datang dari penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Hingga memasuki puncak pelaksanaan haji, tiga jemaah asal Provinsi Jambi dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci akibat berbagai komplikasi penyakit yang diderita.
Ketiga jemaah tersebut yakni Asniyati Ahmad Bawari asal Kabupaten Sarolangun, Khairusni Bilal Usman asal Kabupaten Kerinci, dan Nasrullah Ismail Sabri asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ketiga jemaah tersebut.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami atas nama seluruh petugas dan panitia penyelenggara ibadah haji menyampaikan rasa duka cita yang amat mendalam atas wafatnya para jemaah haji asal Provinsi Jambi di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah mereka diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah," ujarnya.
Jemaah pertama yang wafat adalah Asniyati Ahmad Bawari, anggota Kloter BTH-24 asal Desa Limbur Tembesi, Kabupaten Sarolangun.
Almarhumah meninggal dunia di King Faisal Hospital, Makkah, pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 22.36 Waktu Arab Saudi.
Berdasarkan keterangan medis, Asniyati meninggal akibat syok kardiogenik atau gagal pompa jantung.
Kondisi tersebut dipicu gangguan irama jantung (aritmia) yang berawal dari krisis hormon tiroid.
Riwayat penyakit diabetes melitus yang diderita almarhumah turut memperberat kondisi kesehatannya.
Kabar duka berikutnya datang dari jemaah Kloter BTH-19 Embarkasi Batam asal Kabupaten Kerinci, Khairusni Bilal Usman (67).
Almarhumah wafat di dalam tenda pemondokan Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 21.30 WAS.
Sebelum meninggal dunia, Khairusni dilaporkan mengeluhkan lemas dan sesak napas hingga tidak sadarkan diri.
Tim kesehatan kloter bersama petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sempat melakukan berbagai upaya penyelamatan, termasuk resusitasi jantung paru dan penggunaan alat Automated External Defibrillator (AED).
Namun, nyawa almarhumah tidak dapat diselamatkan.
Berdasarkan Certificate of Death yang diterbitkan tim medis, penyebab langsung kematian adalah Acute Myocardial Infarction atau serangan jantung akut yang dipicu penyakit jantung iskemik.
Almarhumah juga memiliki riwayat hipertensi dan termasuk dalam kategori jemaah risiko tinggi ringan.
Sementara itu, jemaah ketiga yang wafat adalah Nasrullah Ismail Sabri (54), anggota Kloter BTH-24 asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Almarhum meninggal dunia di Markaz 70 Mina pada Rabu, 27 Mei 2026 pukul 11.45 WAS.
Dokumen medis Misi Medis Haji Indonesia mencatat Nasrullah meninggal akibat Acute Decompensated Heart Failure atau gagal jantung dekompensasi akut.
Kondisi tersebut merupakan komplikasi dari gangguan irama jantung yang dipicu penyakit gagal jantung kongestif yang telah lama dideritanya.
Wahyudi mengatakan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji akan mendapatkan badal haji dari petugas yang ditunjuk secara resmi.
"Insyaallah, haji para almarhum dan almarhumah akan dibadalkan oleh PPIH. Kami juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini," katanya. (Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)
Baca juga: 1 Jemaah Haji Asal Tanjab Barat Meninggal di Tanah Suci karena Sakit Jantung, dari Kloter BTH-24