SURYA.co.id, BLITAR - Staycation sekaligus menelusuri jejak sejarah di Hotel Tugu Blitar, yang berdiri sejak tahun 1850.
Hotel yang berada tepat di depan Stasiun Kereta Api Blitar dan berusia lebih dari satu setengah abad itu menjadi salah satu saksi perjalanan sejarah Kota Blitar.
Lokasinya yang strategis membuat tamu yang datang menggunakan kereta api dapat langsung menuju hotel dengan berjalan kaki dari stasiun.
Memasuki area hotel, pengunjung akan disambut suasana klasik yang masih terjaga.
Arsitektur lawas, koleksi benda antik, hingga berbagai karya seni membuat hotel ini terasa lebih seperti galeri sejarah dibanding sekadar tempat menginap.
Di area Kawisari Koffie dan The Colonny Restaurant, puluhan foto bersejarah menghiasi dinding ruangan.
Berbagai dokumentasi lawas tentang Blitar, tokoh-tokoh nasional, hingga potret kehidupan masa lampau menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang ingin menikmati suasana heritage dalam satu lokasi.
Nuansa tersebut semakin kuat melalui dekorasi interior yang dipenuhi meja, kursi, lemari, serta ornamen klasik yang masih terawat.
Lampu gantung bergaya tempo dulu dan detail ukiran kayu menghadirkan suasana hangat yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati setiap sudut bangunan.
Tak hanya wisatawan domestik, hotel ini juga menjadi tujuan favorit wisatawan mancanegara, terutama dari Jerman dan Belanda.
Banyak tamu asing datang untuk merasakan pengalaman wisata sejarah dan budaya yang sulit ditemukan di tempat lain.
Selain menawarkan pengalaman heritage, Hotel Tugu Blitar juga menyajikan beragam pilihan kuliner.
Mulai dari hidangan tradisional Nusantara hingga menu modern dapat dinikmati di The Colony Restaurant yang tetap mempertahankan nuansa klasik khas bangunan bersejarah.
Baca juga: Kunjungan ke Makam Bung Karno Blitar Naik Drastis di Lebaran 2026, Terbanyak dari Jatim dan Banten
Operations Manager Hotel Tugu Blitar, Hartini, mengatakan banyak tamu datang bukan semata untuk bermalam, melainkan menikmati pengalaman menginap yang sarat nilai sejarah.
"Banyak tamu datang bukan hanya untuk menginap, tetapi juga ingin merasakan atmosfer sejarah yang masih terjaga di hotel ini. Mereka bisa menikmati suasana bangunan tua sekaligus melihat berbagai koleksi yang memiliki nilai historis tinggi," kata Hartini saat ditemui SURYA.co.id, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, salah satu daya tarik yang sering dicari tamu adalah keterkaitan hotel dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang diketahui beberapa kali singgah saat berada di Blitar.
Jejak tersebut masih dapat ditemukan melalui berbagai koleksi dan memorabilia yang tersimpan di area hotel, termasuk Sang Fajar Suite yang didedikasikan untuk mengenang Bung Karno.
"Bung Karno menjadi bagian dari cerita besar hotel ini. Karena itu banyak tamu yang tertarik datang untuk melihat langsung koleksi-koleksi bersejarah yang berkaitan dengan beliau maupun sejarah Indonesia secara umum," terangnya.
Hartini menambahkan, konsep yang menggabungkan penginapan, seni, sejarah, dan kuliner dalam satu lokasi menjadi alasan Hotel Tugu Blitar tetap diminati wisatawan hingga saat ini.
"Tamu bisa menikmati suasana heritage, melihat koleksi bersejarah, sekaligus bersantai dan menikmati kuliner dalam satu tempat. Pengalaman seperti ini yang banyak dicari wisatawan saat berkunjung ke Blitar," pungkasnya.