Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Para barista dari berbagai coffee shop memadati area Hall Lantai 1 Chandra Mall di Jalan Pemuda No.135-127, Sawah Lama, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung.
Baca Juga: Produk Fashion dan Hampers Jadi Primadona Pengunjung Chandra Mall Bandar Lampung
Para barista tersebut tampak antusias mengikuti perlombaan Chandra Latte Art Competition 2026 yang diadakan oleh Chandra Mall Tanjung Karang untuk pertama kalinya sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan industri kopi dan pelaku UMKM di Lampung.
Manager Marketing Chandra Group, Mona Wijaya mengatakan, ajang ini menjadi wadah bagi para barista dan pecinta kopi untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkenalkan potensi kopi Lampung yang dikenal dengan kualitas robustanya.
"Hari ini kami mengadakan Chandra Latte Art yang pertama kali diselenggarakan oleh Chandra. Kami sangat mendukung UMKM kopi, khususnya di Lampung yang terkenal dengan kopi robustanya,” ujar Mona Sabtu (30/5/2026).
“Acara ini menjadi wadah bagi teman-teman barista dan mereka yang memiliki passion di bidang kopi untuk berkompetisi dan menunjukkan kreativitasnya," tambahnya.
Kompetisi ini digelar 30–31 Mei 2026 diikuti oleh 32 peserta berasal dari berbagai komunitas dan pelaku usaha kopi di Lampung dan Palembang.
Dalam kompetisi tersebut, setiap peserta diberikan dua kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menciptakan karya latte art yang kreatif dan presisi di depan dewan juri.
Sistem pertandingan berlangsung secara battle pada hari pertama untuk menentukan peserta yang melaju ke babak berikutnya.
Sementara babak perempat final hingga penentuan juara akan dilaksanakan pada hari kedua.
Menurutnya Mona, penyelenggaraan Chandra Latte Art Competition 2026 merupakan edisi perdana dan diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, Chandra menghadirkan dewan juri yang memiliki rekam jejak nasional hingga internasional.
Salah satunya adalah George Rolland, peraih Juara 1 Latte Art Nasional dan peringkat ke-7 dunia pada kompetisi Latte Art tahun 2025.
Selain itu, kompetisi juga dinilai oleh Julita Willem, Manager Supanda Diamond yang dikenal memiliki pengalaman di dunia kopi, serta Shelon Aprilette, pemilik cafe Yagi drip di Lampung.
"Profil juri yang kami hadirkan sangat kompeten. Ada George Roland yang merupakan juara nasional dan peringkat ketujuh dunia. Kami ingin peserta mendapatkan pengalaman berkompetisi dengan standar yang tinggi," tambah Mona.
Para pemenang akan mendapatkan trofi, sertifikat, dan hadiah uang tunai, dengan rincian juara pertama memperoleh Rp 3 juta, juara kedua Rp 2 juta, dan juara ketiga Rp 1 juta.
Selain itu, panitia juga menyiapkan penghargaan khusus untuk kategori Best Pattern sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta.
Melalui kompetisi ini, Chandra Group berharap industri kopi Lampung semakin dikenal luas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Harapannya, Lampung semakin dilihat oleh nasional bahkan dunia bahwa kopi kita mampu bersaing. Chandra ingin menjadi wadah bagi para pelaku industri kopi untuk terus berkreasi dan berkembang," tutup Mona Wijaya.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ Bintang Puji Anggraini)