Khofifah Ubah Jadwal WFH ASN Jatim dari Rabu Menjadi Jumat, Ini Alasannya
Cak Sur May 30, 2026 06:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memutuskan mengubah jadwal Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), dari sebelumnya setiap Rabu, menjadi setiap Jumat mulai Juni 2026.

Kebijakan tersebut tetap dipertahankan, karena dinilai efektif menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mendukung efisiensi operasional pemerintahan.

Keputusan itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, usai rapat pleno bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (30/5/2026).

“Kebijakan WFH akan kami lanjutkan. Tapi ada penyesuaian ya, yang semula Rabu diganti hari Jumat mulai Juni 2026,” kata Khofifah.

Sejak April 2026, ASN Pemprov Jatim telah menerapkan sistem kerja WFH sebagai bagian dari program efisiensi energi. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengurangi penggunaan BBM, listrik, air, hingga biaya komunikasi perkantoran.

Evaluasi WFH ASN Jatim Dinilai Efektif

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan kebijakan WFH memberikan dampak positif, terutama dalam menekan konsumsi BBM tanpa mengurangi produktivitas aparatur.

Menurut Emil, kinerja ASN tetap terjaga meski sebagian pekerjaan dilakukan dari rumah dengan dukungan teknologi digital.

“Dampaknya positif dan alhamdulillah kinerja ASN relatif bisa kami jaga dari rekan-rekan yang melakukan WFH,” ujarnya.

Hasil Evaluasi WFH ASN Pemprov Jatim

  • Konsumsi BBM pegawai menurun signifikan
  • Mobilitas perjalanan dinas berkurang
  • Penggunaan rapat daring semakin meningkat
  • Produktivitas ASN tetap terjaga
  • Efisiensi operasional pemerintahan meningkat

Penghematan BBM Jadi Dampak Paling Signifikan

Emil menjelaskan, penghematan terbesar berasal dari berkurangnya mobilitas harian pegawai menuju kantor. Dengan bekerja dari rumah, penggunaan kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas ikut menurun.

Selain itu, Pemprov Jatim juga memperluas penggunaan video conference dan rapat daring untuk mengurangi kebutuhan perjalanan dinas.

“Yang signifikan adalah penghematan BBM, karena tidak berpergiannya para pegawai karena mereka benar-benar bekerja dari rumah,” tegas Emil.

WFH Bukan Libur, ASN Tetap Wajib Produktif

Pemprov Jatim menegaskan sejak awal, bahwa kebijakan WFH tidak boleh dimaknai sebagai hari libur tambahan bagi ASN.

Seluruh pegawai tetap diwajibkan menjalankan tugas, dan target kerja melalui sistem digital yang telah disiapkan masing-masing perangkat daerah.

Menurut Emil, keseimbangan antara efisiensi dan produktivitas menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.

Fokus Kebijakan WFH Pemprov Jatim

  • Efisiensi penggunaan energi
  • Pengurangan konsumsi BBM
  • Penghematan biaya operasional kantor
  • Optimalisasi teknologi digital
  • Menjaga kualitas pelayanan publik

Dengan perubahan jadwal ke hari Jumat mulai Juni 2026, Pemprov Jatim berharap program WFH ASN dapat terus memberikan manfaat dalam mendukung efisiensi anggaran, penghematan energi dan peningkatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.