SURYA.co.id – Inilah rekam jejak Menteri PU Dody Hanggodo yang tegas copot sejumlah pihak usai proyek sekolah rakyat tersendat.
Pembangunan program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas pemerintah sempat menghadapi hambatan serius pada tahap awal pengerjaan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan sejumlah proyek bahkan terlihat seperti “setengah mangkrak” akibat persoalan internal dalam pelaksanaan pembangunan.
Meski demikian, pemerintah memastikan percepatan pembangunan kini terus dilakukan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat digunakan mulai tahun ajaran baru Juli 2026.
Hingga 20 Mei 2026, rata-rata progres pembangunan Sekolah Rakyat disebut telah mencapai 58 persen.
“Jadi, Insya Allah akhir Juni selesai,” ujar Dody, Rabu (27/5/2026), dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.
Menurut dia, progres pembangunan di sejumlah titik terus bergerak naik setiap hari. Bahkan, di beberapa lokasi percepatan pembangunan disebut bisa mencapai 1 hingga 2 persen per hari.
Pemerintah menargetkan sekitar 88 dari total 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat dapat rampung sesuai jadwal pada akhir Juni 2026.
Dody mengakui keterlambatan proyek pembangunan Sekolah Rakyat sempat berada di luar perkiraan kementeriannya.
Ia menilai kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi mengingat proyek ditangani oleh jajaran profesional di Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
“Dengan komposisi profesional yang ada di Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana Strategis, seharusnya keterlambatan seperti sekarang tidak boleh terjadi,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian PU disebut telah mengambil langkah evaluasi internal. Dody mengaku memberhentikan sejumlah pihak yang dinilai berkaitan dengan hambatan pembangunan proyek tersebut.
Selain itu, ia kini melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan proyek setiap hari.
Para pejabat pembuat komitmen di seluruh lokasi pembangunan juga diwajibkan menyampaikan laporan progres setiap pukul 16.00 WIB.
Kementerian PU mengungkapkan sejumlah daerah yang masih memiliki progres pembangunan rendah. Beberapa di antaranya yakni Singkawang, Cilacap, Darmasraya, Lombok Utara, dan Brebes.
Sementara itu, progres pembangunan tertinggi tercatat berada di Salatiga, Semarang, Bengkulu, Ogan Komering Ilir, serta Medan.
Meski proyek dikebut, pemerintah menegaskan kualitas bangunan tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan dikorbankan demi mengejar target penyelesaian.
Dody menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan.
"Sekolah rakyat itu ide Pak Presiden untuk memutus garis kemiskinan ekstrem dan menyiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045," ujar Dody.
Menurutnya, konsep Sekolah Rakyat dirancang dengan standar tinggi dan diklaim setara sekolah berasrama unggulan di Indonesia.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti seragam, laptop, hingga tenaga pengajar berkualitas.
Di tengah percepatan pembangunan, Dody juga menyoroti adanya dugaan praktik yang ia sebut sebagai “pekerjaan tidak terpuji” pada tahap awal proyek. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pembangunan berjalan lambat.
"Sayangnya teman-teman saya di Kementerian PU masih mencoba melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak terpuji di awal pembangunan sekolah rakyat. Sehingga proyek ini boleh saya bilang setengah mangkrak," katanya.
Pernyataan itu memunculkan perhatian publik terkait pengawasan proyek strategis pemerintah, terutama karena Sekolah Rakyat menjadi salah satu program prioritas nasional di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan.
Ir. Dody Hanggodo, M.PE. lahir 7 Februari 1966.
Ia adalah seorang insinyur dan pengusaha Indonesia kelahiran Mojokerto, Jawa Timur.
Pada 21 Oktober 2024, ia dilantik menjadi Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Ia merupakan ayah dari Aushaf Fajr Herdiansyah, seorang tokoh HIPMI Jawa Timur yang sempat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Nganjuk dalam Pemilihan umum Bupati Nganjuk 2024.
Dody Hanggodo menghabiskan masa kecilnya dan menyelesaikan pendidikan dasar di SD Rajawali Banjarmasin (lulus pada tahun 1977).
Kemudian, ia pindah ke Temanggung untuk melanjutkan studinya di SMP Negeri 2 Temanggung (1978–1981) dan SMA Kolese De Britto Yogyakarta (1981–1984).
Setelah lulus SMA, ia melanjutkan studinya di program studi Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung dan meraih gelar Insinyur pada tahun 1989.
Pada tahun 1992, ia berhasil meraih gelar Master of Petroleum Engineering (M.PE.) setelah mengenyam pendidikan di The University of Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat.
Dody memulai kariernya di industri perminyakan sebagai Petroleum Engineer di ASAMERA Oil Co. pada tahun 1989 hingga 1990, sebelum kemudian beralih tugas menjadi Oil Field Production Supervisor di perusahaan yang sama hingga tahun 1995. Bersamaan dengan periode tersebut, ia juga aktif di sektor perbankan dengan menjabat sebagai Assistant Vice President di Citibank, N.A. dari tahun 1993 hingga 1998.
Setelah itu, ia berpindah ke sektor pengembangan bisnis dan manajemen. Pada tahun 1999, ia ditunjuk sebagai General Manager di Fajrindo Group hingga tahun 2002. Dody kemudian melanjutkan kariernya sebagai Business Development Manager di PT Tri Usaha Bhakti (2002–2004) dan PT Wahana Krida Mandiri (2004–2006).
Ia pernah menjabat sebagai Manager Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nanggroe Aceh Darussalam-Nias Regional IV pada tahun 2006–2007. Pada tahun 2007–2011, ia dipercaya menduduki jabatan sebagai Executive Vice President Marketing & Business Development PT Dual Samudera Perkasa yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Pertambangan, Pengiriman, dan Perdagangan Batubara International.
Setelah itu, ia diangkat sebagai Director Commercial & Business Development PT Indika Indonesia Resources masa jabatan 2011–2015. Dan terakhir, ia dipercaya sebagai Konsultan Bisnis PT Baramega Citra Mulia Persada (perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara) dan PT Prima Alam Gemilang (perusahaan gula) sampai tahun 2024.
Dody pernah menjabat sebagai Komisaris PT Pradiksi Gunatama Tbk di Kalimantan Timur pada tahun 2017 dan 2018. Setelah itu, ia juga menjabat sebagai Komisaris PT Senabangun Anekapertiwi pada periode 2019 dan 2020.