- Tim peneliti dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta melakukan observasi terhadap rumah warga yang mengalami kebakaran sebanyak 55 kali dalam sepekan.
Dari hasil observasi, tim peneliti UGM dan UPN menemukan adanya indikasi gas metana di bawah permukaan.
Dosen Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi saat ditemui pada Sabtu (30/5/2026) mengatakan, pihaknya mengukur suhu di rumah tersebut menggunakan kamera thermal.
Hasilnya, tempat atau titik yang terbakar memiliki suhu relatif tinggi.
Rencananya, saat kunjungan berikutnya tim UGM akan membawa alat khusus untuk mengukur kandungan gas metana.
Menurut Sarju, benda-benda terbakar di dalam rumah karena akumulasi gas.
Adapun benda-benda yang terbakar seperti pakaian, hingga sofa memiliki pori yang dapat menyimpan gas.
Ketika kadarnya mencukupi dan terkena oksigen, maka benda tersebut akan terbakar dengan sendirinya.
Untuk mencegah kebakaran berulang, penghuni rumah diminta memperbaiki sirkulasi udara dan juga memasang kipas angin.
Sementara itu, penghuni rumah, Mutfiana mengaku tenang dengan kedatangan tim peneliti dari UGM dan UPN.
Hal ini lantaran dirinya mendapat penjelasan logis dan ilmiah dari penyebab kebakaran berulang di rumahnya.
Menurut perempuan yang disapa Fia tersebut, dirinya dan penghuni rumah lain tak mencium bau gas.
Pihaknya juga sempat menguras septic tank seusai tim Gegana melakukan pengecekan sebelumnya.
Adapun saat ini keluarga Fia sudah mengungsi di samping rumahnya.
(TribunVideo.com)