TRIBUN-BALI.COM - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Bali Nusa Tenggara, Papua (Banuspa) melalui Yayasan Al Maghfirah menyerahkan 1 ekor sapi kepada Dewan Masjid Indonesia di Bali guna berbagi kepada masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan, Banuspa Kuncoro Budi Winarno, mengatakan insan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif. Kemudian yang dilakukan insan BPJS Ketenagakerjaan Banuspa ini, merupakan salah satu wujud nilai Insan BPJS Ketenagakerjaan Banuspa.
Dengan menunjukkan, bahwa peduli dengan lingkungan sekitar merupakan salah satu wujud kepedulian untuk hal ini juga berlandaskan agama atau keimanan. “Kami harap kontribusi yang dilakukan seluruh Insan BPJS Ketenagakerjaan ini dapat memberi dampak positif bagi seluruh pekerja. Kami berdoa agar sapi kurban ini, dapat meringankan beban peserta rentan dan serikat kerja untuk bisa sama-sama mencicipi daging qurban ini," tegas Kuncoro.
Baca juga: Idul Adha, Yayasan Al Muhtar Sekar Jepun Bali Gotong Royong Potong 10 Hewan Kurban
Baca juga: Menpar Widiyanti Dorong Investasi Pariwisata Tidak Terkonsentrasi di Bali
Ia menegaskan, nantinya hewan qurban tersebut dapat dibagikan secara adil dan merata terutama kepada masyarakat sekitar yang berhak menerima. “Kami juga berharap dapat terus meningkatkan citra dan peran BPJS Ketenagakerjaan di tengah masyarakat. Kami hadir untuk memberikan manfaat dan berbagi kebahagiaan di Hari Idul Adha 1447H, sekaligus menjalin silaturahmi yang harmonis kepada seluruh masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan Banuspa dan DMI mendorong untuk para rohaniawan atau ekosistem rumah ibadah serta petugas qurban untuk terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan. Lebih lanjut, Kuncoro menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong implementasi program “Tempat Ibadah Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan” sebagai bagian dari inisiatif percepatan perluasan kepesertaan.
“Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa para pekerja di lingkungan keagamaan, termasuk pengurus dan umat, mendapatkan perlindungan yang layak. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan perlindungan bagi seluruh pekerja, tanpa terkecuali,” tambahnya.
Kuncoro menyampaikan, bahwa sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan lembaga keagamaan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya perlindungan sosial. (*)