TRIBUNNEWSMAKER.COM - Momen penyembelihan hewan kurban di Johor, Malaysia, berubah menjadi tragedi mengerikan setelah seekor kerbau tiba-tiba mengamuk dan menyerang warga di lokasi.
Insiden yang terjadi di tengah aktivitas kurban itu memicu kepanikan, karena kerbau lepas kendali dan berlari liar ke arah orang-orang yang berada di sekitarnya.
Dalam kejadian tersebut, seorang pria dilaporkan tewas setelah mengalami luka parah akibat serangan kerbau yang mengamuk.
Korban sempat mendapat pertolongan, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan karena luka yang diderita cukup serius.
Sejumlah saksi mata mengungkapkan detik-detik mencekam saat hewan kurban itu memberontak dan sulit dikendalikan oleh panitia maupun warga.
Suasana yang semula khidmat mendadak berubah menjadi kepanikan massal ketika kerbau berukuran besar tersebut berlari secara agresif.
Pihak berwenang kemudian turun tangan untuk mengamankan situasi dan melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kerbau tersebut mengamuk.
Peristiwa tragis ini pun menjadi sorotan luas dan mengingatkan pentingnya prosedur pengamanan dalam proses penyembelihan hewan kurban.
Baca juga: Jeritan Keadilan Lenny Damanik, Prajurit TNI Pembunuh Anaknya Cuma Divonis 10 Bulan dan Tak Dipecat
Seperti diketahui, seorang pria meninggal dunia dan satu orang lainnya terluka setelah diseruduk kerbau saat penyembelihan hewan kurban di negara bagian Johor, Malaysia.
Insiden pertama terjadi pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 10 pagi ketika seorang pria berusia 45 tahun ditanduk oleh kerbau yang akan disembelih di Kampung Tenang, sebuah desa di Ulu Tiram, pinggiran kota Johor Bahru.
Pria itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sultanah Aminah, tetapi mengembuskan napas terakhir pada malam harinya.
Hasil otopsi menemukan, penyebab kematiannya adalah cedera pembuluh darah pada kaki kirinya, dikutip dari The Independent, Jumat (29/5/2026).
Dalam insiden terpisah pada sore hari yang sama, seorang pria berusia 45 tahun lainnya menderita patah tulang rusuk setelah diserang oleh kerbau di daerah terdekat dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala polisi Seri Alam, Mohd Sohaimi Ishak mengatakan, kerbau tersebut tiba-tiba menjadi agresif dalam kedua kasus tersebut.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan salah satu hewan tersebut melepaskan diri dari tali yang dipegang oleh beberapa orang sebelum menyerang seorang pria hingga membuatnya jatuh ke tanah.
Rekaman serangan pertama menunjukkan, korban sempat berdiri setelah diserang sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka.
Keponakan korban, Mira menuturkan, keluarga tersebut berkumpul untuk upacara korban yang melibatkan tujuh bersaudara, termasuk korban.
Beberapa orang sedang makan dan yang lainnya mencuci piring ketika serangan itu terjadi.
"Korban dan beberapa orang lainnya sedang berusaha mengikat kerbau itu. Kerbau itu tiba-tiba menjadi gelisah dan berbalik sebelum menanduk pahanya hingga celananya robek sampai ke bagian atas," ujarnya.
Kedua insiden tersebut diklasifikasikan sebagai kematian mendadak tanpa unsur kriminal.
Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi tentang insiden tersebut.
Idul Adha adalah salah satu hari raya umat Islam. Perayaan ini menandai kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan.
Momen Idul Adha dirayakan dengan doa dan penyembelihan hewan ternak, termasuk sapi, domba, dan kambing.
(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)