Bertemu Kaesang, Mantan Deputi KSP Era Jokowi Gabung PSI
Facundo Chrysnha Pradipha May 31, 2026 03:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maluku, Febry Calvin Tetelepta atau yang akrab disapa FCT bergabung menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

FCT mengatakan dirinya bergabung dengan PSI untuk mewujudkan pembangunan Indonesiasentris

"Saya masuk PSI karena ikut Pak Jokowi, untuk mewujudkan pembangunan Indonesiasentris, terkhusus di wilayah Indonesia Timur seperti provinsi Maluku," kata FCT dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

FCT belum lama ini dikabarkan telah melakukan pertemuan langsung dengan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.

FCT merupakan salah satu figur pemimpin asal Maluku yang selama ini aktif memperjuangkan aspirasi pembangunan Maluku di jejaring nasional.

Langkah FCT bergabung menjadi kader PSI diperkirakan akan mengubah konfigurasi politik di Bumi Raja-Raja. 

Terlebih, PSI saat ini tengah agresif memperluas pengaruh politiknya di daerah menjelang agenda politik nasional berikutnya.

Dirinya sempat menjadi Deputi I Kantor Staf Presiden Republik Indonesia periode 2020-2024 yang membidangi infrastruktur, energi, dan investasi.

Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Sensor Film.

Tak Lagi Bagian PDIP

Baca juga: Pengamat Sebut Jokowi Safari Politik Demi PSI: Gibran dan Kaesang Tak Cukup Kuat untuk Jadi Simbol

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus meminta Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kepada masyarakat bahwa dirinya kini telah berada di PSI dan tak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan (PDIP).

Hal tersebut disampaikan Bestari merespons rencana Jokowi yang akan kembali berkeliling Indonesia menyapa masyarakat pada Juni 2026 mendatang.

Menurut Bestari, momen turun ke daerah tersebut adalah waktu yang tepat untuk memberikan kepastian kepada publik terkait arah dan posisi politik mantan Wali Kota Solo itu saat ini.

"Nah, yang terpenting juga adalah kami akan menitipkan pesan kepada beliau, kepada Pak Jokowi, untuk menjelaskan ke seluruh penjuru mana beliau hadir di tengah masyarakat, bahwa beliau sekarang sudah di PSI, bukan di PDIP lagi," kata Bestari kepada Tribunnews.com, Selasa (19/5/2026).

"Sehingga betul-betul ini menjadi permakluman publik di mana posisi politik beliau hari ini," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Bestari menjelaskan bahwa agenda keliling Indonesia yang akan dilakukan Jokowi memiliki kaitan erat dengan komitmen yang pernah disampaikan di acara internal PSI.

"Kalau ditanya tentang agenda Pak Jokowi, saya mengawali dengan itu adalah untuk mewujudkan apa yang beliau telah sampaikan, baik di Kongres Solo PSI dan di Rakernas Makassar PSI," ungkap Bestari.

Dalam pelaksanaannya nanti, Bestari memastikan bahwa kader dan pengurus PSI akan setia mendampingi Jokowi menjumpai masyarakat, mulai dari tingkat kabupaten kota hingga ke pelosok kecamatan jika memang dibutuhkan.

Selain mempertegas status politiknya, Bestari menyebut Jokowi juga akan membawa misi khusus terkait keberlanjutan pemerintahan saat ini. 

Pesan utama yang akan digaungkan ke akar rumput adalah menjaga soliditas dukungan untuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Banyak hal yang akan disampaikan. Tentunya ya, kita sering mendengar, kami pun dititipkan pesan untuk mengawal Prabowo-Gibran ini bahkan sampai dua periode," ucap Bestari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.