Renungan Harian Katolik Minggu 31 Mei 2026, “Anak Tunggal Allah”
Edi Hayong May 31, 2026 07:19 AM

Oleh : Bruder Pio Hayon SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Raya Tritunggal Mahakudus– 31 Mei  2026 dari Bruder Pio Hayon SVD berjudul  “Anak Tunggal Allah”.

Renungan Harian Katolik dari Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I : Kel. 34: 4b-6.8-9, Bacaan II: 2Kor. 13: 11-13 dan Injil:  Yoh. 3: 16-18.

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Perayaan Tritunggal Mahakudus mengajak kita merenungkan misteri Allah yang satu dalam tiga Pribadi: Bapa yang mengasihi, Anak yang menebus, dan Roh yang mengikat. 

Tema “Anak Tunggal Allah” menempatkan Yesus sebagai ungkapan paling konkret dari kasih Bapa yang rela menyerahkan apa yang paling berharga demi keselamatan manusia. Hari ini mari kita membuka hati untuk menyelami bagaimana kasih Tritunggal berhubungan dengan hidup iman dan panggilan kita.

Saudara-saudari terkasih. 

Dalam bacaan I (Kel.  34: 4b-6.8-9), Musa mengalami perjumpaan intim dengan Allah yang menyatakan sifat-Nya: rahmat, belas kasihan, panjang sabar, dan setia dalam kasih; respons Musa adalah rendah hati dan permohonan agar Allah menyertai umat. 

Bacaan ini mengingatkan bahwa Allah adalah Pribadi yang mendekatkan diri kepada umat-Nya dengan belas kasih dan janji penyertaan. Dalam bacaan II (2Kor. 13: 11-13)  menutup surat Paulus dengan doa persekutuan: damai dari Bapa, kasih dari Anak, dan persekutuan Roh Kudus bagi jemaat dengan satu harapan trinitarian yang ingin menaungi komunitas yang percaya. 

Paulus menegaskan bahwa kehidupan gereja terbangun atas dasar persatuan yang datang dari ketiga Pribadi Allah. Dan dalam Injil (Yoh. 3:16–18) menempatkan Anak Tunggal sebagai puncak penyataan kasih Bapa: “Karena begitu besar cinta Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…” Percaya kepada Anak berarti tidak binasa melainkan hidup kekal; menolak berarti sudah dihakimi, karena terang telah datang melalui Anak. 

Injil ini menegaskan misi penebusan Kristus sebagai perwujudan kasih Bapa dan pusat panggilan kita untuk percaya. Refleksi kita adalah “Allah yang konkrit”: Allah yang mendekatkan diri dengan kasih konkret. Seperti Allah yang menyatakan diri kepada Musa, Tritunggal itu bukan konsep abstrak, melainkan kasih yang menyertai dan bertindak demi keselamatan. 

Permenungan kita: di mana kita merasakan atau mengalami penyertaan dan belas kasih Allah dalam hidup sehari-hari? “Anak Tunggal”: Yesus sebagai Anak Tunggal: pusat iman dan keselamatan. Yohanes menegaskan bahwa keselamatan datang melalui percaya kepada Anak. 

Permenungan kita: bagaimana iman kita kepada Yesus mempengaruhi pilihan hidup, prioritas, dan harapan saya akan hidup kekal? “Persekutuan Trinitarian”: Hidup gereja dalam persekutuan trinitarian. 

Doa penutup Paulus mengingatkan bahwa damai, kasih, dan persekutuan berasal dari Bapa, Anak, dan Roh, dan ditujukan untuk membina komunitas yang bersaksi bersama. Permenungan kita: apakah komunitas kita mencerminkan damai, kasih, dan persatuan yang berasal dari Tritunggal?

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,  Tritunggal bukan sekadar doktrin, melainkan pengalaman kasih Allah yang menyertai dan menyelamatkan. Kedua, Yesus, Anak Tunggal, adalah titik tumpu keselamatan—percaya kepada-Nya membawa hidup kekal. Ketiga, gereja dipanggil hidup dalam damai, kasih, dan persekutuan yang berasal dari Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Tuhan memberkati kita.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.