Borobudur Peace and Prosperity Festival 2026, Delegasi Dunia Gaungkan Toleransi dan Perdamaian
Muhammad Fatoni May 31, 2026 10:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Semangat persatuan dan perdamaian dunia menggema dari kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/5/2026) malam, dalam gelaran Borobudur Peace and Prosperity Festival (BPF) 2026.

Festival yang memasuki tahun kelima penyelenggaraannya itu dihadiri para duta besar negara sahabat, tokoh lintas agama, budayawan, komunitas internasional, hingga pegiat perdamaian dari berbagai negara.

‎Mengusung tema "One Life, One World" , festival tersebut menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa dan budaya untuk menyuarakan nilai-nilai persatuan, harmoni, perdamaian, dan kemakmuran bersama.

‎Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) RI, Irene Umar, mengatakan kehadiran berbagai delegasi internasional dalam BPF 2026 menunjukkan komitmen bersama untuk membangun perdamaian dunia.

‎ “Kehadiran berbagai delegasi dunia dalam BPF 2026 membawa satu pesan utama, yakni keamanan manusia untuk planet ini demi mewujudkan perdamaian dunia,” kata Irene.

Empat Pilar Utama

‎Ketua Panitia BPF 2026, Jeffry Yunus, menjelaskan festival ini dibangun di atas empat pilar utama, yakni unity, harmony, peace, dan prosperity.

‎“BPF tidak hanya menjadi ajang dialog lintas agama dan budaya, tetapi juga mendukung pengembangan UMKM, seni, budaya, serta masyarakat sekitar Borobudur secara inklusif dan berkelanjutan,” ujar Jeffry.

‎Menurutnya, keterlibatan para duta besar dari berbagai negara menjadi simbol kuat bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam membangun jembatan perdamaian dunia.

‎"Dengan unity atau kesatuan yang sudah kita bangun bersama para duta besar dan berbagai negara sahabat, kita berharap Borobudur dapat menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia,” katanya.

‎Pada puncak acara, lanjutnya, para peserta menyalakan ribuan lilin sebagai simbol cahaya harapan dan komitmen menjaga perdamaian.

‎ “Lilin-lilin ini adalah nyala api, cahaya awal yang ingin kita bangun bersama. Api ini menjadi simbol semangat yang harus terus kita jaga dan tumbuhkan,” ungkap Jeffry.

Baca juga: Wamen Ekraf Doakan Perdamaian Dunia dalam Perayaan Waisak 2570 BE di Magelang

Perwakilan Duta Besar‎

‎Ia menyebutkan sedikitnya 10 negara mengirimkan perwakilan duta besar untuk menghadiri festival tersebut. 

Kehadiran para diplomat itu semakin memperkuat posisi Borobudur sebagai ruang dialog internasional yang menjunjung tinggi toleransi dan kemanusiaan.

‎Sementara itu, Duta Nasional UNICEF Indonesia, Ferry Chandra Salim, menilai BPF merupakan inisiatif penting yang konsisten mengangkat nilai kebudayaan dan perdamaian sejak pertama kali digagas lima tahun lalu.

‎ “Ini merupakan tahun kelima dan diprakarsai oleh Bapak Riki Surya Prakasa. Beliau memiliki keinginan besar untuk menjaga budaya, membangkitkan rasa kebersamaan, dan menciptakan perdamaian,” ujarnya.

‎Menurut Ferry, kehadiran para duta besar dan komunitas internasional setiap tahun membuat pesan perdamaian dari Borobudur dapat menjangkau masyarakat dunia.

‎ “Kesempatan ini sangat baik karena selalu dihadiri teman-teman dari berbagai kedutaan besar. Dengan begitu, perhelatan ini dapat dikenal hingga mancanegara,” katanya.

‎Ferry menegaskan bahwa perdamaian harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

Menurutnya, nilai-nilai toleransi dan persaudaraan perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa.

‎“Segala sesuatu dimulai dari hal yang paling kecil. Kita bisa menciptakan perdamaian dari lingkungan keluarga. Jika sejak dini anak-anak diajarkan bagaimana menjaga perdamaian, nilai itu akan membekas sampai mereka dewasa,” tuturnya.

‎Melalui Borobudur Peace and Prosperity Festival 2026, Borobudur diharapkan semakin dikenal sebagai pusat budaya dan spiritual dunia yang menyuarakan toleransi, persaudaraan, serta harapan akan masa depan yang damai dan sejahtera bagi seluruh umat manusia. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.