Menilik Penyebab Satu Keluarga Tewas di Glamping Temanggung, Gas Portabel hingga Sisa BBQ Disorot
Rr Dewi Kartika H May 31, 2026 11:08 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Terbongkar fakta baru kasus tewasnya satu keluarga saat glamping di Temanggung, Jawa Tengah.

Rupanya satu keluarga bukan tewas karena keracunan makanan dalam tenda glamping. 

Kini terjawab keadaan gas portable yang dipakai korban untuk barbeque.

 Namun begitu polisi belum mengungkap penyebab pasti satu keluarga tewas dalam tenda glamping di wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

 Korban terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak, yakni Muhammad Ali Munawar (52), Magfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (16).

Soroti Gas dan Sisa BBQ

Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra menjelaskan ada sejumlah barang ditemukan dalam tenda glamping.

Polisi sudah memeriksa lima unit hanphone, kamera, hingga kompor gas portable .

"Untuk pemeriksaan, 5 handphone berbagai merek, mobil Honda Jazz, satu kamera, satu set kompor gas portable, satu tungku tanah liat untuk membakar briket," katanya.

Polisi juga memeriksa sisa makanan bbq yang disantap satu keluarga sebelum tewas dalam tenda glamping.

"Pemeriksaan terkait dengan sisa-sisa makanan, seperti daging, sosis, sayur dan nasi putih yang dibawa korban untuk masakak barbeque di TKP (tempat kejadian perkara)," katanya.

Iptu I Komang Mahendra Deputra mengatakan soal keadaan gas portable yang dipakai untuk memasak.

Gas tersebut diduga menjadi sumber penyebab keracunan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Menurutnya saat diperiksa, gas masih terpasang pada kompornya.

"Kalau temuan di TKP masih terpasang, sudah dalam keadaan off," katanya.

Sedangkan dugaan soal keracunan makanan terbantahkan dengan tidak ditemukannya bekas muntah.

"Di dalam tenda maupun luar tenda di sekitar TKP tidak ditemukan bekas muntah atau dugaan lain yang bisa diamankan," katanya.

Bukan dari Water Heater

Sumber gas penyebab keracunan awalnya diduga dari alat pemanas air atau water heater.

Namun begitu Iptu I Komang Mahendra Deputra memastikan di dalam tenda hanya terdapat perlengkapan tidur.

"Di dalam kasur dua buah, sleeping bag, itu saja, dan kosong blas di dalam tenda. Water heater tidak ada," ungkapnya.

Korban Diotopsi

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, mengatakan proses penyidikan saat ini berfokus pada hasil pemeriksaan laboratorium yang dinilai menjadi kunci dalam mengungkap penyebab kematian para korban.

“Sudah dilakukan otopsi terhadap empat korban. Penyidik masih menunggu hasil Labfor,” ujarnya saat ditemui di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026).

Polisi memastikan seluruh korban telah menjalani proses autopsi sebagai bagian dari penyelidikan.

Dalam proses tersebut, tim forensik memberikan perhatian khusus terhadap korban termuda yang berusia 17 tahun untuk kepentingan pemeriksaan toksikologi lebih mendalam.

“Dipilih salah satu korban yang paling muda, umur 17 tahun, yang secara fisik paling kuat,” lanjut Kombes Anwar.

Langkah tersebut dilakukan guna membantu mengidentifikasi kemungkinan adanya zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh korban sebelum peristiwa terjadi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara, penyidik saat ini masih mendalami dua kemungkinan yang dianggap paling relevan.

“Dugaan sementara masih ada dua, yaitu akibat gas dari kompor gas saat barbeque malam hari, atau dari makanan,” jelas dia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.