Sebelum Meninggal, Pria di Boyolali Terima Kiriman Sate Ayam, Kondisi Jasad Bikin Keluarga Curiga
muh radlis May 31, 2026 11:11 AM

 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Misteri kematian seorang warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mulai menemukan titik terang setelah kepolisian melakukan pembongkaran makam atau ekshumasi terhadap jenazah korban.

Langkah ini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang diduga berkaitan dengan konsumsi sate ayam yang diterimanya sebelum meninggal dunia.

Tim gabungan dari Polres Boyolali dan Dokkes Polda Jawa Tengah melakukan ekshumasi terhadap makam korban berinisial A (57) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sindon, Sabtu (30/5/2026).

Proses tersebut menjadi bagian dari penyelidikan dugaan keracunan yang kini tengah ditangani aparat kepolisian.

Korban sebelumnya dimakamkan pada Selasa (19/5/2026).

Namun, muncul dugaan bahwa korban meninggal setelah menerima dan mengonsumsi sate ayam yang dikirim oleh anak menantunya berinisial P yang tinggal di Kartasura.

Kakak kandung korban, Widodo (61), mengungkapkan bahwa sebelum meninggal dunia, adiknya sempat menerima kiriman makanan berupa sate ayam yang diantar melalui layanan ojek online.

Baca juga: Geger Siang Bolong di Solo, Pria Asal Karanganyar Pamer Alat Vital ke Wanita di Restoran Korea

"Bahkan pada Senin malam, P sempat menengok mertuanya sembari membawa roti," ujar Widodo menirukan cerita anak korban.

Menurut Widodo, sebelum makanan tersebut dikonsumsi, korban sempat menghubungi anaknya untuk menanyakan asal-usul kiriman tersebut.

Saat itu, anak korban mengaku belum mengetahui siapa pengirim makanan dan meminta orang tuanya untuk tidak mengonsumsinya terlebih dahulu.

"Oleh anak, orang tuanya diminta tidak memakan sate. Yang semula tidak tahu siapa yang mengirim," jelasnya.

Meski telah mendapat peringatan, keesokan harinya atau Selasa (19/5/2026), korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya.

Keluarga Curiga karena Ada Kejanggalan pada Kondisi Jenazah

Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah melihat kondisi jasad korban saat ditemukan.

Beberapa tanda dinilai tidak biasa dan memunculkan dugaan adanya penyebab kematian yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

"Kecurigaan keluarga, mulut dan telinga korban juga nampak membiru," ucapnya.

Selain perubahan warna pada bagian tubuh tertentu, korban juga ditemukan mengenakan pakaian yang terkena muntahan sisa makanan.

Keluarga juga melihat adanya busa yang keluar dari mulut korban saat ditemukan.

Merasa ada kejanggalan, pihak keluarga kemudian berkonsultasi dengan Polsek Ngemplak pada Kamis (21/5/2026).

Setelah itu, laporan resmi diajukan ke Polres Boyolali pada Senin (25/5/2026).

Polisi Dalami Dugaan Keracunan dan Periksa Sejumlah Saksi

Hingga kini, Polres Boyolali masih terus mendalami kasus tersebut. Sejumlah barang bukti telah diamankan guna mendukung proses penyelidikan.

Selain itu, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi yang dianggap mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia.

Sejauh ini, tiga orang saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Hasil otopsi dari proses ekshumasi diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kematian korban sekaligus menjawab dugaan keracunan yang berkembang di tengah masyarakat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.