Asisten Pribadi YouTuber Terkenal Ikut Diperiksa Bareskrim, Ngaku Beli Whip Pink 640 & 950 Gram
Dewi Agustina May 31, 2026 01:38 PM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri turut memeriksa CD, seorang asisten pribadi YouTuber terkenal di Jakarta terkait pembelian gas nitrous oxide (N2O) merek Whip Pink.

Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Zulkarnain Harahap mengatakan pemeriksaan dilakukan pada Jumat (22/5/2026) lalu.

Baca juga: Ngebalon Whip Pink 3 Bulan, Youtuber AM Alami Lumpuh Temporer

"CD sudah memenuhi panggilan dan hadir Jumat kemarin. Yang bersangkutan telah membeli Whip Pink sebanyak 20 tabung pada akhir tahun 2025 dan awal 2026," kata Zulkarnain dalam keterangannya dikutip Minggu (31/5/2026).

Setelah ketemu, ia diarahkan ke WhatsApp Admin PT Suplaindo Sukses Sejahtera (PT SSS), perusahaan yang memproduksi yang telah diungkap jajaran Bareskrim Polri.

 

 

"Setelah itu, mengisi format pesanan, mentransfer via mobile banking pribadi, dan barang diantar oleh kurir dalam waktu sekitar satu jam," ucapnya.

Berdasarkan pengakuannya, CD menggunakan Whip Pink dengan cara memasukkan nozzle atau perangkat mekanis yang dirancang untuk mengontrol arah cairan atau gas ke dalam mulut.

Whip Pink itu ia gunakan bersama dengan teman-teman hingga pegawainya.

"Adapun yang dilihat CD setelah menghirup Whip Pink, menunduk dan sambil menutup mata," tukasnya.

Ungkap Pabrik Produksi Whip Pink

Sebelumnya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri membongkar pabrik produksi gas Nitrous Oxide (N2O) ilegal bermerek Whip Pink di Jakarta dengan mengamankan sembilan orang.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan dilakukan pada 13-14 April 2026 mulai dari ruko hingga pabriknya.

"Pengungkapan Perkara Tindak Pidana Kesehatan Memproduksi dan Mengedarkan Sediaan Farmasi jenis Gas N2O Merk Whip-pink," kata Eko dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Eko mengatakan pengungkapan kasus bermula ketika penyidik mendapat informasi soal peredaran barang tersebut di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kemudian, penyidik berpura-pura membeli barang tersebut melalui salah satu nomor WhatsApp.

"Setelah pesanan terkonfirmasi oleh Admin melalui Whatsapp, Tim melakukan transaksi pembayaran senilai Rp. 578.000,- ditransfer melalui Rekening BCA a.n. Suplaindo Sukses Sejatera," ucapnya.

Lalu, pesanan penyidik itu dikirimkan menggunakan jasa ojek online dengan titik pengambilan di Gg. Mantri 4, Kemayoran. 

Setelahnya, penyidik akhirnya tahu titik pengiriman barang tersebut yang merupakan sebuah ruko.

"Selanjutnya, sekira pukul 22.30 WIB Tim melakukan penindakan dengan memasuki ruko tersebut dan mendapati seorang laki-laki bernama saudara Sugiyo dan ditemukan produk-produk tabung gas N2O merk Whippink berbagai varian berat di lokasi tersebut," jelasnya.

Kemudian, polisi melakukan pengembangan dan bergerak menuju kawasan Pulogadung, Jakarta Utara. 

Lokasi tersebut merupakan tempat admin WhatsApp hingga akunting yang menjual produk Whip-pink tersebut bernama Etikasari.

"Dari hasil interogasi singkat diketahui bahwa, Saudari Etikasari menggunakan 3 (tiga) unit handphone untuk melakukan tugasnya sebagai Admin penjualan produk gas N2O merk Whip-pink," tuturnya.

Tak berhenti di situ, polisi meminta Sugiyo untuk diantarkan ke lokasi produksi gas Whip-pink yang diketahui berada di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

"Pada Selasa, 14 April 2026, tim memasuki alamat dimaksud dan mendapati empat orang laki-laki a.n. Slamet Triyono, Sultoni, Suprastyo, dan Asep Saprijal yang merupakan karyawan di lokasi produksi gas N2O merk Whippink," ungkapnya.

Rumah produksi itu diketahui berada di bawah naungan PT Suplaindo Sukses Sejahtera dan dipastikan tidak mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“PT Suplaindo Sukses Sejahtera belum memiliki legalitas dan ijin edar BPOM terkait produksi dan penjualan produk Gas N2O Merk Whippink,” tuturnya.

Eko mengatakan dari penggerebekan di dua ruko yang berada di Kemayoran, Jakarta Pusat dan Pademangan Jakarta Utara, polisi menyita ribuan tabung gas N2O siap edar dengan berbagai varian rasa dan ukuran berat.

Rinciannya sebanyak 1.784 tabung berbagai varian dengan berat 640 hingga 5.100 gram. 

Selain itu, ditemukan juga:

  • 274 tabung kosong yang siap diisi ulang
  • ribuan nozzle
  • mesin pengisi otomatis
  • mesin press 
  • cairan perasa buah

"Tim juga menemukan produk gas N2O merk Whippink berbagai varian berat yang sudah siap edar, kardus pengemasan, label plastic pink bertuliskan Whip Pink berbagai varian berat, sticker untuk kemasan produk, Hot Gun serta timbangan," ujarnya.

Adapun sembilan orang itu mempunyai peran yang berbeda:

  • Slamet Triyoni sebagai operator mesin pengisian gas N2O
  • Sulton dan Suprastyo sebagai petugas packing
  • Asep Saprijal selaku pengawas produk
  • Sugiyo sebagai petugas gudang
  • Nanang Hendrik sebagai driver pengiriman
  • Ali Ramdani dan Pendi yang merupakan karyawan percetakan

"Diketahui bahwa yang mengatur jalannya operasi dari rekrutmen karyawan, pelaporan hasil produksi adalah saudara Sanjaya," jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, diketahui bahwa pemilik dari lokasi produksi dan gudang pengiriman Gas N2O merk Whip Pink adalah Andi Hioe, Sencen dan Jason Hioe.

Meskipun beroperasi tanpa izin resmi, Eko mengatakan bisnis Whip Pink memiliki jaringan distribusi yang sangat luas mencakup 16 gudang di 10 kota besar di Indonesia.

Keuntungan yang diraup sangat fantastis dalam kurun waktu lima bulan terakhir mencapai Rp21,3 miliar.

"Omzet penjualan produk ini sangat fantastis. Pada bulan Desember saja mencapai Rp 7,1 Miliar, dan rata-rata per bulan berada di angka Rp 2 hingga 5 Miliar," tuturnya.

Dalam aksinya, Eko menyebut penjualan karyawan admin bertugas mengatur proses pengantaran barang kepada Pembeli dengan menghubungi gudang terdekat.

"Kemudian memesankan ojek online untuk melakukan pengambilan pada gudang tersebut," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.