Singapore Open 2026 - Bisa Balaskan Luka Alwi ke Lanier, Loh Kean Yew Bawa Harapan Satu-satunya Tuan Rumah
Nestri Y May 31, 2026 02:33 PM

TOMMY NICOLAS/BOLASPORT.COM
Tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew, membawa ambisi besar di final Singapore Open 2026.

BOLASPORT.COM - Tunggal putra nomor satu Singapura, Loh Kean Yew, akan menantang Alex Lanier pada final Singapore Open 2026 dengan membawa harapan besar tuan rumah.

Loh Kean Yew sekali lagi telah mengukir sejarah bagi tunggal putra Singapura.

Setelah 24 tahun berlalu, akhirnya ada lagi pemain Singapura yang melaju ke final tunggal putra turnamen yang sekarang berlabel Siper 750.

Terakhir kali ada Negeri Singa punya wakil tunggal putra di laga puncak adalah Ronald Susilo pada edisi turnamen 2002.

Sedangkan untuk juaranya, meraka sudah puasa gelar lebih lama, 64 tahun setelah Wee Choon Seng menjuarai tahun 1962 silam.

Tiket final didapatkan Loh Kean Yew dengan kemenangan heroik atas Koki Watanabe (Jepang) melalui laga tiga gim.

Pertandingan tersebut menjadi penutup manis rangkaian semifinal yang sudah ditunggu publik tuan rumah di Singapore Indoor Stadium, Sabtu (30/5/2026) kemarin.

"Saya selalu berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan respons positif, meskipun kelihatannya tidak demikian karena cara saya bermain terlihat santai dan 'bo chup' (bahasa Singlish untuk acuh tak acuh)," kata Loh KeanYew dikutip Bolasport dari Straits Times.

:Ini juga soal kepercayaan diri, ketika saya percaya diri, semuanya terasa benar. Ketika saya tidak percaya diri, semuanya menjadi salah."

"Ini tentang bagaimana saya menemukan kepercayaan diri dan bagaimana saya bermain," ujarnya.

"Namun kali ini, dukungan penonton benar-benar meningkatkan permainan saya dan juga memengaruhi lawan-lawan saya."

"Mereka telah menjadi faktor besar yang menguntungkan saya sepanjang minggu ini," katanya berterima kasih untuk para penggemar.

Salah satu kunci lain yang membuat permainan Loh terlihat berbeda sepanjang pekan ini adalah kelincahan dan akurasi.

Usut punya usut, pemain berusia 28 tahun itu ternyata selama ini sedikit mengalami perubahan dalam metode latihan yang lebih tinggi.

Loh berlatih dengan ganda putra di pelatnas bulu tangkis Singapura.

"Kami terkadang melakukan ini dengan bantuan dari tim ganda putra untuk melatihnya agar dapat melakukan pukulan berkualitas dalam situasi intensitas tinggi," kata Kelvin Ho, asisten pelatih tunggal putra Singapura.

Tantangan Loh di final sekarang adalah musuh yang semgit asal Prancis, Alex Lanier.

Mereka berdua sudah tiga kali bersua, di mana Loh masih tertinggal dengan rekor head-to-head 1-2. Lanier juga sedang dalam on fire setelah kemarin di semifinal mengalahkan pemain Indonesia, Alwi Farhan, dengan telak.

Bila berhasil mengalahkan Lanier, Loh akan mendapat banyak keuntungan. Selain memperbaiki catatan pertemuan, ia juga menggondol hadiah uang yang besar.

Modal berharga sudah dikantonginya karena selama tiga pertemuan melawan Lanier, pemain yang dilabeli sebagai pemain tercepat setelah Anthony Sinisuka Ginting ini selalu bertarung dalam laga sengit.

Meski begitu, Loh mau menurunkan ekspektasinya dan bermain rileks di laga puncak saat memikul harapan besar tuan rumah nanti.

"Jika saya menang, tentu saja itu suatu kehormatan. Jika tidak, saya akan melakukan apa yang saya bisa," katanya.

“Yang terpenting adalah saya tidak menyesal karena saya telah mengerahkan kemampuan terbaik saya."

"Tapi saya tidak akan terlalu memikirkan semua itu. Saya hanya ingin fokus pada persiapan dan pemulihan saya untuk memberikan yang terbaik," pungkas Loh Kean Yew. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.