TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Seorang pria asal Jakarta, SW (45), ditemukan meninggal dunia secara mendadak di dalam kamar mandi sebuah rumah di Jalan Drupadi, Desa Dangri Kelod, Denpasar Timur, Kota Denpasar.
Korban ditemukan telentang tidak bernyawa setelah pintu kamar mandi terpaksa didobrak oleh tukang kunci.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui pada Sabtu, 30 Mei 2026 pagi sekitar pukul 08.58 WITA.
Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui sempat bertamu bersama sejumlah rekannya untuk mengobrol hingga dini hari.
Baca juga: SYT Tewas Usai Terjepit Truk di Kapal, Pedagang Asongan Kecelakaan di Pelabuhan Gilimanuk
Setelah menerima laporan penemuan jenazah jajaran Polresta Denpasar langsung menerjunkan Tim Inafis ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Orang meninggal dunia di dalam kamar mandi rumah di kawasan Denpasar Timur. Korban SW usia 45 tahun, beralamat asal dari Jakarta," kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya.
Iptu Gede Adi menjelaskan kronologis kejadian bermula pada Jumat, 29 Mei 2026 malam sekitar pukul 23.30 WITA.
Saat itu, korban datang ke lokasi kejadian diantar oleh empat orang temannya untuk bertamu dan mengobrol dengan pemilik rumah berinisial S (55).
Acara kumpul-kumpul tersebut berlangsung hingga larut malam.
Baca juga: Niat Melerai Berujung Maut, Pemuda Asal NTT di Ungasan Tewas Ditusuk Teman Sendiri Saat Pesta Miras
Memasuki dini hari, tepatnya sekitar pukul 04.00 WITA, S yang sudah merasa sangat mengantuk memutuskan untuk pamit tidur terlebih dahulu.
Sebelum beranjak ke kamar, ia sempat membangunkan pembantunya, MS (45), yang kebetulan sudah bangun untuk bersiap memasak.
S meminta MS untuk membersihkan area lantai dua sekaligus membantu menyediakan keperluan teman-teman korban jika membutuhkan sesuatu.
Setelah itu, pemilik rumah langsung beristirahat.
"Sekitar pukul 07.00 WITA, pemilik rumah terbangun dari tidurnya. Saat itulah ia langsung diberi tahu oleh MS bahwa salah satu teman tamunya berada di dalam kamar mandi lantai dua, namun kondisinya terkunci rapat dari dalam," jelas Kasi Humas.
Mendengar laporan tersebut, S bergegas menuju kamar mandi dan mencoba membuka pintu secara manual, tetapi tetap tidak membuahkan hasil.
Merasa ada yang tidak beres dan diselimuti rasa was-was, ia berinisiatif menghubungi tukang kunci untuk meminta bantuan.
Sekitar 15 menit kemudian, tukang kunci tiba di lokasi dan mencoba membongkar silinder kunci, namun pintu tetap macet.
Demi keselamatan, pemilik rumah akhirnya menginstruksikan agar pintu didobrak dengan cara merusak paksa tempat kunci.
Begitu pintu berhasil terbuka, mereka dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah dalam posisi tertidur telentang di samping kloset.
S langsung memeriksa leher korban untuk mengecek denyut nadi maupun embusan napas guna memastikan kondisinya.
Namun, korban dipastikan sudah tidak bernyawa. Pemilik rumah seketika panik lalu keluar bangunan untuk memberi tahu tetangga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian serta BPBD Kota Denpasar.
Menerima laporan darurat tersebut, Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Denpasar segera mendatangi lokasi untuk menggelar olah TKP.
"Petugas menemukan korban mengenakan kaos, celana panjang, dan kaos kaki yang semuanya berwarna hitam. Kepala korban berada di posisi sebelah selatan, sedangkan kakinya membujur ke utara," kata Iptu Gede Adi.
"Petugas juga mengamankan sebuah tas selempang hitam, tiga unit handphone, biskuit Oreo, serta obat merek Velacomples yang merupakan obat untuk penyakit gula atau diabetes," imbuhnya.
Iptu Gede Adi menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan fisik luar secara menyeluruh oleh tim medis dan Tim Inafis, petugas sama sekali tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban.
Jenazah korban diperkirakan telah meninggal dunia kurang dari enam jam sebelum pemeriksaan dilakukan, dengan tanda lebam mayat yang sudah mulai terbentuk di sisi samping kiri badan.
"Dari hasil olah TKP oleh Tim Inafis Polresta Denpasar, nihil ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," paparnya.
"Kematian korban diduga kuat akibat sakit yang dideritanya. Di dekat jenazah kami juga menemukan obat gula (Velacomples)," imbuhnya.
Pihak kepolisian pun langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban di Jakarta terkait musibah ini.
"Pihak keluarga menyatakan sudah mengikhlaskan kematian korban karena yang bersangkutan memang diketahui memiliki riwayat sakit diabetes," imbuhnya.
Guna penanganan lebih lanjut, setelah olah TKP selesai, jenazah SW langsung dievakuasi dari lokasi kejadian oleh Regu Merak 3 menggunakan unit Ambulans Pantastis BPBD Kota Denpasar dari Pos GSD.
Jenazah dibawa menuju ke Kamar Jenazah (KMJ) RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah) Denpasar untuk menunggu proses pemeriksaan medis lanjutan dari dokter rumah sakit serta menanti kedatangan pihak keluarga korban yang sedang dalam perjalanan menuju Bali. (*)