Makam Warga Boyolali Dibongkar Polisi, Tewas setelah Diduga Makan Satai Ayam Kiriman Lewat Ojol
rika irawati May 31, 2026 03:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI – Polisi membongkar makam warga Dukuh Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (30/5/2026). 

Mereka melakukan autopsi jenazah yang telah dikubur sejak Selasa (19/5/2026) itu setelah keluarga mencurigai kematian tak wajar pada korban berinisial A (57). 

Pria tersebut diduga tewas akibat keracunan makanan yang diterima lewat ojek online (ojol). 

Widodo (61), kakak korban mengatakan, sebelum meninggal, adiknya menerima kiriman satai ayam lewat ojek online pada Senin (18/5/2026) sore. 

Satai ayam itu dikirim menantunya berinisial P yang tinggal di Kartasura. 

"Senin malam, P juga sempat menengok mertuanya sembari membawa roti," ujar Widodo menirukan cerita anak korban. 

Baca juga: Bukan Boyolali, Dua Kabupaten di Jawa Tengah Jadi Pemasok Kebutuhan Susu Nasional

Sebelum makan makanan tersebut, A sempat menghubungi anaknya. 

"Oleh anak, orang tuanya diminta tidak memakan satai itu karean semula tidak tahu siapa yang mengirim," jelasnya. 

Namun, keesokan harinya, Selasa pagi, korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya. 

Muntah dan Mulut Berbusa 

Menurut Widodo, saat ditemukan, terdapat bekas muntahan dan mulut korban mengeluarkan busa. 

Kecurigaan A tewas karena keracunan menguat setelah keluarga melihat kondisi mulut dan telinga korban yang tampak membiru. 

Keluarga kemudian berkonsultasi dengan Polsek Ngemplak pada Kamis (21/5/2026). 

Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan secara resmi ke Polres Boyolali pada Senin (25/5/2026). 

Baca juga: Nekat, Warga Boyolali Satroni 7 Gereja. Curi Alat Musik Berbekal Motor Bronjong

Menindaklanjuti laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti. 

Ada tiga saksi yang telah dimintai keterangan. 

Selain itu, Sabtu (30/5/2026), tim Dokkes Polda Jawa Tengah bersama Polres Boyolali melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah korban di tempat pemakaman umum untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.