Harga Terbaru TBS Sawit 9 Pabrik di Bangka, Tembus Rp2.500 per Kg, Bupati Fery Ultimatum PKS
Rusaidah May 31, 2026 04:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Berikut harga terbaru tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di 9 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Bangka.

Diketahui, Pemkab Bangka melakukan rakor membahas terkait anjloknya harga TBS sawit yang terjadi hampir satu pekan terakhir ini.

Perwakilan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di Kabupaten Bangka memenuhi undangan rapa koordinasi (rakor) di Rumah Dinas Bupati Bangka, Sabtu (30/5/2026).

Bupati Bangka, Fery Insani mengatakan rakor tersebut penting dilakukan untuk mengetahui kondisi dan permasalahan hingga harga TBS mengalami penurunan.

Baca juga: Pejabat Basel Terancam Dicopot, Warning Bupati Riza Herdavid Tak Main-main Jika ASN Tak Becus Kerja

Menindaklanjuti rakor yang dipimpin oleh Wakil Menteri, sebelumnya 28 Mei 2026 lalu bersama unsur Dinas Pertanian dan asosiasi sawit, Pemkab Bangka langsung menggelar pertemuan dengan pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

"Satu hari setelah rapat, saya langsung menindaklanjutinya dengan mengundang pihak PKS. Kita berdiskusi dan mengevaluasi mengapa kondisinya bisa begini, apa sebenarnya masalah di lapangan, dan apa kendalanya," ungkap bupati Bangka, Fery Insani.

Oleh sebab itu, Fery menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah serta meminta pihak perusahaan untuk memberikan harga yang logis dan berkeadilan bagi petani.

Dengan harapan tidak ada pihak yang mencari keuntungan sepihak, apalagi di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat.

"Pada prinsipnya kita mau ini kondusif, dan harga juga harus disesuaikan. Saya tidak mau berprasangka buruk (suudzon) atau menuduh mereka mengambil keuntungan (taking profit) yang luar biasa, tidak," ucapnya.

"Tetapi saya minta dengan tegas, tolong perhatikan ini. Kalau harga CPO (Crude Palm Oil) internasional sudah bagus, jangan sampai harga di tingkat petani justru anjlok karena hal-hal yang tidak masuk dalam perhitungan komponen harga," tegasnya.

RAKOR HARGA SAWIT-- Bupati Bangka, Fery Insani, saat memimpin rakor di rumdin bupati Bangka, Sabtu (30/5/2026)
RAKOR HARGA SAWIT-- Bupati Bangka, Fery Insani, saat memimpin rakor di rumdin bupati Bangka, Sabtu (30/5/2026) (Bangkapos.com/Adi Saputra)

Selain itu ia pun mengingatkan,  mayoritas petani kelapa sawit di Kabupaten Bangka dibina langsung oleh pemerintah daerah melalui berbagai skema kemitraan, baik plasma maupun plasma swadaya.

Terlebih lagi, saat ini beban petani cukup berat akibat tingginya harga pupuk dan biaya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari dan ia mengaku sangat optimistis bahwa dalam beberapa hari ke depan akan ada pergerakan positif pada harga beli TBS di pabrik.

Baca juga: Kronologi 17 Jam Satu Keluarga Tewas di Satu Tenda Glamping, Dua Dugaan: Asap Barbeque atau Makanan?

Pihak PKS pun disebutnya telah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga agar tidak turun, serta siap melakukan penyesuaian naik mengikuti tren harga CPO.

"Saya sudah tegaskan hal ini, bahkan sampai di kepala outer (pembelian) mereka. Jika harga CPO bagus, harga di petani harus dinaikkan," jelasnya.

"Saya optimistis dalam beberapa hari ke depan harga akan naik. Mungkin tidak instan dalam dua atau tiga hari ini, tapi dalam seminggu ini saya yakin harga TBS akan mulai tertarik naik ke atas," ucapnya.

 Sebagai bentuk dukungan nyata dari sisi regulasi, Pemkab Bangka berkomitmen untuk mempermudah dan mempercepat proses administrasi bagi para petani sawit mandiri.Salah satunya adalah percepatan penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).

"Dari pihak Pemda, kita akan mempercepat proses penerbitan STDB karena itu merupakan syarat penting bagi petani plasma swadaya. STDB ini nantinya dibuat oleh Dinas Pertanian, kemudian dibuatkan alas haknya," terangnya.

"Kami akan support penuh, termasuk penyelesaian PBB yang harus dibayarkan, sehingga semua bermuara pada tata kelola perkelapasawitan yang baik," ungkapnya.

Tertinggi Tembus Rp2.500 Perkilogram

Kabar gembira menghampiri para petani sawit di Kabupaten Bangka. Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pabrik pengolahan kelapa sawit mendadak kompak mengalami kenaikan, Sabtu (30/5/2026).

Meskipun tidak mengalami kenaikkan secara signifikan, namun kenaikan harga TBS kelapa sawit menjadi kabar gembira khususnya bagi petani mitra perusahaan.

Baca juga: Ingat Pejabat Tabrak Tewas Bocah SD Tengah Jajan, Status Tersangka, Dilantik Jadi Staf Ahli Bupati

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dinparpertan) Kabupaten Bangka, Subhan dalam rapat koordinasi (rakor) di rumah dinas bupati Bangka.

Terutama kenaikkan harga TBS berdasarkan total sembilan pabrik kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bangka.

"Harga ini kita rilis setiap hari, sehingga para petani kita mendapat informasi secara utuh mengenai perkembangan harga-harga di pabrik-pabrik. Kita ada sembilan pabrik di Kabupaten Bangka," kata Subhan.

Diakuinya, pergerakan positif harga TBS sawit pada hari ini terjadi hampir merata di berbagai perusahaan besar. Beberapa pabrik mencatatkan lonjakan harga bervariasi mulai dari Rp100 hingga Rp250 per kilogram.

 "Inilah informasi pada hari ini naik, Pak. PT GML itu naik Rp100, PT Mas Labu naik Rp250, PT Mas Kapuk Rp200 ini naiknya. Kemudian termasuk juga PT Swasta lain seperti PT GPL juga naik Rp250 per kilogram," bebernya.

 Dengan adanya tren kenaikan yang merata ini, harga tertinggi TBS sawit untuk kategori petani mitra kini sudah menyentuh angka psikologis yang cukup memuaskan bagi para produsen lokal.

 "Jadi tertinggi adalah Rp2.500 per kilogram, TBS petani mitra yang dijual di pabrik pada hari ini, Pak. Ada kenaikan dibanding pada tanggal 29 kemarin," ujarnya.

Harga TBS kelapa sawit di 9 PKS di Kabupaten Bangka per Sabtu (30/5/2026).

1. PT Gunung Maras Lestari (PT GML) Mabat Rp2.300 perkilogram
2. PT Mitra Agro Sembada (PT MAS) Labu Rp2.420 perkilogram
3. PT Mutiara Agro Sejahtera (PT MAS) Kapuk Rp2.440 perkilogam 
4. PT Payung Mitra Jaya Mandiri (PT PMM) Simbel Rp2.490 perkilogram
5. Tata Hamparan Eka Persada (PT THEP) Puding Besar Rp2.500 perkilogram
6. PT Putra Bangka Mandiri (PT PBM) Cengkong Abang Rp2.400 perkilorgam
7. PT Fenyen Agro Lestari (PT FAL) Bukit Layang Rp2.300 perkilogram
8. PT Gunung Pelawan Lestari (PT GPL) Mapur Rp2.280 perkilogram
9. PT Gemilang Cahaya Mentati (PT GCM) Tiang Tarah Rp2.500 perkilogram

DPRD Desak PKS Segera Sesuaikan Harga TBS

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka, Jumadi memberikan tanggapan soal keresahan petani terkait ketidakstabilan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit khususnya di Kabupaten Bangka.

Tanggapan itu ia sampaikan dan tekankan, dalam rapat koordinasi (rakor) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka dan seluruh Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bangka, Sabtu (30/5/2026) malam.

"Kami bersama Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, Pak Sekda, OPD-OPD, dan seluruh PKS yang ada di Kabupaten Bangka ingin menindaklanjuti hasil rapat Wamentan pada hari Jumat kemarin," kata Jumadi kepada Bangkapos.com saat ditemui di rumah dinas bupati Bangka.

RAKOR HARGA SAWIT -- Ketua DPRD Bangka, Jumadi, saat menyampaikan tanggapannya dalam rakor bersama bupati, PKS serta OPD terkait di rumah dinas bupati Bangka, Sabtu (30/5/2026).
RAKOR HARGA SAWIT -- Ketua DPRD Bangka, Jumadi, saat menyampaikan tanggapannya dalam rakor bersama bupati, PKS serta OPD terkait di rumah dinas bupati Bangka, Sabtu (30/5/2026). (Bangkapos.com/Adi Saputra)

Pertemuan ini difokuskan untuk mengawal dan merealisasikan hasil rapat bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), yang digelar pada hari Jumat sebelumnya dan terdapat enam poin krusial yang dirumuskan untuk mengatasi gejolak harga TBS di tengah masyarakat.

"Ada beberapa hal enam poin kalau tidak salah, terkait dengan harga TBS yang ada gejolak di masyarakat khususnya di Kabupaten Bangka," terangnya.

Baca juga: Harga BBM Terbaru 31 Mei 2026 saat Rupiah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS, Cek 3 Jenis yang Naik

DPRD Kabupaten Bangka sepenuhnya selaras dengan langkah Pemerintah Daerah, pihaknya mendesak seluruh PKS di Kabupaten Bangka untuk segera melakukan penyesuaian harga beli TBS di tingkat petani.

Terutama agar selaras dengan kondisi riil dan regulasi yang berlaku, guna mengantisipasi gejolak yang lebih besar.

"Kami selaras dengan Pak Bupati, bahwa sesuai hasil keputusan kesimpulan rapat Wamentan kemarin, harga TBS yang ada di seluruh Indonesia, terutama di Kabupaten Bangka, agar segera menyesuaikan kondisi yang ada di lapangan. Jangan sampai ada gejolak," ungkapnya.

Meski pidato Presiden telah memberikan arahan jelas, di lapangan masih terdapat beberapa kendala teknis dan isu yang berkembang.

Salah satunya adalah dinamika pasar dari pihak pembeli (buyer) yang berdampak pada pergerakan harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Maka dari itu ia mengimbau agar semua pihak menjaga kondusifitas daerah, khususnya menghindari konflik antara petani dan perusahaan.

Menekankan pentingnya mengembalikan mekanisme penetapan harga TBS, sesuai dengan koridor hukum yang berlaku yakni Peraturan Menteri Pertanian (Permentan).

"Intinya, hangan sampai terjadi konflik di petani kita. Harga untuk dikembalikan sesuai mekanisme atau hasil rapat Wamentan," ucapnya. 

Ultimatum Bupati Bangka

Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Bangka menanggpi rencana akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk memantau perkembangan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani.

Langkah ini diambil guna memastikan adanya transparansi dan keadilan harga yang diterima oleh masyarakat, khususnya petani kelapa sawit di Kabupaten Bangka dan sekitarnya.

Bupati Bangka, Fery Insani, memberikan ultimatum agar pihak perusahaan kelapa sawit bersikap realistis dalam menetapkan harga beli sawit kepada petani di Kabupaten Bangka.

Ia menyoroti adanya ketimpangan harga yang cukup jauh, jika dibandingkan dengan wilayah tetangga seperti Belitung, padahal faktor produksi dan harga Crude Palm Oil (CPO) global relatif sama.

Baca juga: Postingan Terakhir Kakak Adik Sebelum Tewas Bersama Ayah Ibu di Satu Tenda Glamping, Surga di Atasku

"Saya tidak berprasangka buruk (suudzon), tetapi tolong kalau memang harga CPO naik, harga beli TBS-nya juga harus realistis. Di Belitung saja bisa bagus harganya, kenapa di kita jauh sekali perbedaannya? Padahal bibitnya sama, pulau kita sama, dan harga CPO-nya juga sama," kata Fery Insani, Minggu (31/5/2026).

Ia pun memberikan warning atau peringatan keras terhadap Pabrik Kelapa Sawit (PKS), yang beroperasi di Kabupaten Bangka untuk tidak mengabaikan kesejahteraan petani lokal.

Ia menyatakan tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum dan administratif, apabila perusahaan tetap membandel dan mengabaikan petani di Kabupaten Bangka dan sekitarnya.

 "Jangan paksa saya untuk mengambil tindakan tegas, dan saya akan ambil tindakan tegas kalau mereka tidak mau mendengar. Kita akan evaluasi izin-izinnya, terutama bagi perusahaan yang tidak memiliki kebun inti," tegasnya.

Sesuai aturan yang berlaku, setiap perusahaan pengolahan sawit diwajibkan untuk melampirkan bukti kerja sama atau kemitraan dengan kebun plasma/masyarakat pada saat mendirikan pabrik.

Pemkab Bangka pada dasarnya,  mendukung penuh keberlangsungan dunia usaha dan berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di daerah. Namun, investasi tersebut harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.

 "Semua ini kita lakukan demi menuju tata kelola yang benar. Kita dorong agar perusahaan tetap kondusif dan iklim investasi kita juga kondusif. Cuman, kami minta tolong perhatikan juga harga di tingkat masyarakat," ungkapnya.

Bupati Bangka, Fery Insani didampini Wakil Bupati, Syahbduin, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda),  Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar rapat koordinasi dengan perwakilan PKS yang beroperasi di Kabupaten Bangka.

Rakor itu sendiri, membahas persoalan harga TBS kelapa sawit yang beberapa hari terakhir mengalami penurunan sangat dratis dikalangan petani hingga pengepul kelapa sawit.

(Bangkapos.com/Adi Saputra)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.