TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan komitmen nyata pemerintah menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik, termasuk di daerah terpencil seperti Teluk Bintuni.
Hal itu disampaikan Mendikdasmen dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, pada Jumat (29/5/2026).
“Revitalisasi pendidikan adalah langkah strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus memperkuat karakter generasi muda,” ujarnya.
Sejalan dengan kebijakan pusat, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni di bawah kepemimpinan Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.
Baca juga: Mendikdasmen Resmikan 10 Sekolah Revitalisasi di Teluk Bintuni Papua Barat
Catatan Tribunpapuabarat.com, berbagai upaya dilakukan, mulai dari perluasan infrastruktur pendidikan hingga ke pedalaman, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta pemerataan akses pendidikan yang layak.
Teluk Bintuni sendiri dikenal sebagai daerah penghasil gas bumi terbesar di kawasan timur Indonesia.
Selain menopang ketahanan energi nasional melalui Proyek Tangguh dan Blok Kasuri, daerah ini juga bertekad mewujudkan visi sebagai “Kota Pendidikan” yang unggul dan bermutu.
Kontribusi besar Teluk Bintuni terhadap energi nasional pernah ditegaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang menyebut daerah ini menyuplai lebih dari sepertiga kebutuhan gas alam Indonesia.
Baca juga: Bakumham Golkar Papua Barat Nimbrung Soroti Hak PI Migas untuk Daerah Penghasil
Di tengah potensi migas tersebut, perjuangan memperoleh hak Participating Interest (PI) 10 persen terus menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah daerah sebagai bentuk keadilan bagi daerah penghasil.
Menjelang HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni pada 9 Juni 2026, masyarakat berharap perhatian pemerintah pusat tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghadirkan solusi konkret atas persoalan mendasar.
Persoalan mendasar seperti perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan, lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan.
Dengan dukungan pemerintah pusat, potensi energi yang besar, serta semangat membangun sumber daya manusia, Teluk Bintuni diharapkan tumbuh menjadi daerah strategis, berdaya saing, dan memberikan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.