BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Hantaman pandemi globa Covid-19 beberapa tahun lalu justru menjadi berkah tersendiri bagi kelompok wanita tani di Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.
Dimana saat itu kebutuhan suplemen kesehatan berhasil mereka tangkap dan ubah menjadi peluang bisnis minuman herbal yang menjanjikan.
Melihat masyarakat berbondong-bondong mencari minuman penambah imun tubuh, KWT Kamboja Putih Mantewe langsung bergerak cepat menciptakan produk siap seduh yang praktis untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Ketua UMKM KWT Kamboja Putih Mantewe, Rina, membenarkan bahwa krisis kesehatan dunia saat itu menjadi titik balik yang menginspirasi lahirnya produk komoditas bernilai jual tinggi tersebut.
"Lahirnya produk ekstrak jahe merah ini berawal dari adanya wabah Covid-19 yang menyerang seluruh dunia. Karena meningkatnya kebutuhan masyarakat akan minuman jahe, dari situlah muncul ide peluang usaha untuk membuat produk ekstrak jahe merah," ujar Rina saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).
Uniknya, bekal dasar resep pembuatan bubuk herbal ini bukan didapat secara mendadak saat pandemi melanda, melalui anggotanya Sri Sunanik,ternyata sudah mengantongi modal ilmu pembuatan ekstrak sejak tahun 2015 melalui pelatihan yang digelar oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
"Resep ini kami peroleh dari pelatihan yang diadakan oleh Pokdarwis beberapa tahun sebelum datangnya Covid, tepatnya di tahun 2015," tambah Sri.
Dilanjutkan dia, produk yang awalnya diciptakan untuk menjawab kebutuhan imun masyarakat ini kini tumbuh menjadi produk unggulan daerah yang sukses memperkuat sektor ekonomi kreatif di Kecamatan Mantewe.
Saat ini, produk tanpa bahan pengawet tersebut tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal saja, melainkan sudah berhasil menembus pasar ritel modern di berbagai kabupaten hingga merambah pasar internasional seperti Jerman dan Hongkong dengan volume penjualan mencapai 500 hingga 1.000 pcs per bulan.
(Banjarmasinpost.co.id/Nuhammad Fikri Syahrin)