BGN Lagi-lagi Jelaskan soal Program MBG, Kali Ini Melalui Wakil Kepala BGN Irjen Purn Sony Sonjaya
AbdiTumanggor May 31, 2026 03:55 PM

Badan Gizi Nasional (BGN) Lagi-lagi Berikan Penjelasan soal Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kali Ini Melalui Wakil Kepala BGN Irjen Purn Sony Sonjaya.

TRIBUN-MEDAN.COM - Irjen Pol. (Purn) Sony Sonjaya, S.I.K. seorang purnawirawan Polri saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi.

Sebagai Wakil Kepala BGN, Sony memimpin penguatan aspek operasional dan distribusi untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Ia juga menjabat sebagai Ketua Tim Verifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sony Sonjaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak semata-mata ditujukan untuk peserta didik di sekolah saja.

Ia mengatakan, sasaran utama dari MBG adalah kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, sebelum kemudian menjangkau siswa.

Sony mengaku telah menyampaikan hal tersebut dalam berbagai kesempatan konsolidasi program MBG di sejumlah daerah.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman, menyamakan persepsi, serta menyelaraskan langkah antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan atau mitra pelaksana MBG, serta Kepala Satuan Tugas MBG tingkat kabupaten dan kota.

“Pada setiap kesempatan konsolidasi program MBG di berbagai daerah, saya selalu menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan. Setelah itu barulah peserta didik,” ujar Sony dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026). 

Sony menyampaikan, masih terdapat sejumlah yayasan maupun mitra pelaksana yang keliru memahami sasaran penerima manfaat program MBG.

Sebagian pihak, kata dia, masih menganggap MBG hanya berfokus pada pemberian makanan bagi peserta didik di sekolah.

Sony menduga pemahaman tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh penggunaan istilah school meal, yang kemudian ditafsirkan sebagai program makan untuk siswa semata. 

Akibatnya, sejumlah mitra lebih dahulu berfokus menjalin kerja sama dengan sekolah tanpa memahami sasaran prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.

Sony menjelaskan, fokus pada kelompok rentan tersebut merupakan esensi utama program MBG sebagai bentuk investasi strategis bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Oleh karena itu, Sony mengingatkan seluruh unsur pelaksana program, mulai dari SPPG, yayasan, mitra pelaksana, hingga satgas MBG di daerah, agar benar-benar memahami dan mengimplementasikan tujuan tersebut dalam pelaksanaan program di lapangan.

“Mengutamakan pemberian MBG kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, merupakan esensi Program MBG sebagai investasi strategis bangsa Indonesia. Hal ini harus betul-betul dijiwai oleh seluruh pelaksana program MBG di lapangan. Jangan coba-coba menyimpang dari tujuan utama,” jelasnya.

Sementara itu, Sony meminta seluruh elemen yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG untuk saling mengingatkan dan mengawal implementasi kebijakan tersebut agar tetap berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.

 “Kita harus menjaga betul tujuan Program MBG ini, karena ini adalah program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Program yang bertujuan mulia untuk mewujudkan generasi Indonesia yang benar-benar siap mengisi Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

(*/Tribun-medan.com)

Sumber: kompas.com.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.