TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - DPC PKB Kabupaten Pasuruan menanam 5.000 bibit pohon melalui program Hijaukan Bumi, Satu Kelahiran Satu Pohon di kawasan Pelataran Arjuno, Jalan Taman Safari, Kecamatan Prigen, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Gerakan ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam gerakan penghijauan secara berkelanjutan.
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat mengatakan, menanam pohon bukan sekadar menanam batang dan daun, tetapi juga menanam harapan kehidupan, dan masa depan.
Baca juga: PKB Pasuruan Apresiasi Bantuan 20 Ekor Sapi Kurban dari Faisol Riza untuk Masyarakat
Menurutnya, pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Selain menghasilkan oksigen, pohon juga berfungsi menjaga cadangan air tanah, mengurangi risiko banjir, serta menjadi penyangga lingkungan bagi generasi mendatang.
“Pohon yang kita tanam hari ini manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kita, tetapi juga oleh anak cucu kita kelak. Karena itu, gerakan menanam pohon harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Samsul menilai berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini, mulai dari banjir, berkurangnya daerah resapan air, hingga dampak perubahan iklim, membutuhkan langkah nyata dan kepedulian bersama.
Ia menyebut kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari Taubat Ekologi, yakni kesadaran untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam yang selama ini kerap dieksploitasi tanpa memperhatikan kelestariannya.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini adalah tanggung jawab moral dan spiritual setiap manusia sebagai khalifah di muka bumi,” urainya.
Samsul kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-A'raf ayat 56 yang berbunyi, 'Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.'
Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga alam merupakan bagian dari kewajiban setiap manusia.
Ia juga mengajak masyarakat memaknai gerakan menanam pohon sebagai Sedekah Oksigen.
Sebab, pohon yang tumbuh akan memberikan manfaat bagi manusia, hewan, dan lingkungan selama bertahun-tahun.
“Rasulullah SAW bersabda, 'Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman atau pohon, lalu dimakan oleh manusia, burung atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya' (HR Bukhari dan Muslim). Karena itu, setiap pohon yang ditanam sesungguhnya merupakan amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir,” jelas dia.
Baca juga: Ritual Mendak Tirta Awali Yadnya Kasada 1948 Saka, Warga Tengger Ambil Air Suci di Madakaripura
Ia berharap gerakan Hijaukan Bumi, Satu Kelahiran Satu Pohon tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.
“Atas nama DPRD Kabupaten Pasuruan, kami menyampaikan apresiasi kepada DPC PKB Kabupaten Pasuruan dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan mulia ini,” tambahnya.
Ia mengajak masyarakat, untuk memulai dari satu pohon untuk sejuta manfaat, dari taubat ekologi menuju Pasuruan yang lestari, dan dari sedekah oksigen menuju keberkahan bagi generasi mendatang.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)