SRIPOKU.COM - Mengukur kedalaman literasi sejarah siswa kelas 11 SMA kini didominasi oleh evaluasi kritis terhadap ideologi organisasi pergerakan nasional awal abad ke-20.
Penulisan draf dirancang tanpa tabel rumit agar scannable dan nyaman dibaca melalui gawai.
Baca juga: 15 Soal SAS Ekonomi Kelas 10 SMA Materi OJK, Lembaga Jasa Keuangan Perbankan, dan Pasar Modal
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 1!
Pada awal abad ke-20, pemerintah kolonial Hindia Belanda menerapkan Kebijakan Etis (Ethische Politiek) yang mencakup tiga program utama: irigasi, emigrasi, dan edukasi. Meskipun program edukasi awalnya ditujukan hanya untuk mencetak tenaga kerja administrasi rendahan yang murah bagi pemerintah kolonial, dampak jangka panjang dari program ini justru menjadi bumerang bagi Belanda sendiri.
(1.) Mengapa program edukasi dalam Politik Etis dipandang sebagai "bumerang" bagi pemerintah kolonial Belanda dan menjadi pemantik utama pergerakan nasional?
A. Karena sekolah-sekolah Belanda mengajarkan taktik perang gerilya secara modern kepada pribumi.
B. Karena lulusannya mendirikan sekolah tandingan yang membuat sekolah Belanda sepi peminat.
C. Karena melahirkan golongan terpelajar yang sadar akan ketertindasan bangsa dan mulai mengorganisasi perlawanan modern.
D. Karena kaum buruh terpelajar melakukan aksi mogok massal yang meruntuhkan perekonomian perkebunan tebu Belanda.
E. Karena para lulusan sekolah Etis berhasil menduduki jabatan Gubernur Jenderal di Batavia.
Kunci Jawaban : C. Karena melahirkan golongan terpelajar yang sadar akan ketertindasan bangsa dan mulai mengorganisasi perlawanan modern.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 2!
Berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 oleh para mahasiswa STOVIA sering kali disepakati sebagai Tonggak Kebangkitan Nasional. Namun, jika dianalisis dari ruang lingkup keanggotaan dan tujuan awal organisasinya, Budi Utomo pada masa-masa awal belum bersifat nasionalis-seluruh Indonesia, melainkan masih terbatas pada kalangan priyayi dan kebudayaan Jawa-Madura.
(2.) Berdasarkan fakta di atas, alasan utama mengapa Budi Utomo tetap ditetapkan sebagai pelopor pergerakan nasional (Kebangkitan Nasional) adalah ....
A. Karena Budi Utomo merupakan organisasi pertama yang berani melakukan pemberontakan bersenjata melawan Belanda.
B. Karena organisasi ini mengenalkan metode perjuangan baru melalui pengorganisasian modern dan diplomasi, bukan kekuatan fisik.
C. Karena seluruh anggotanya berhasil mendesak Ratu Belanda untuk memberikan kemerdekaan instan bagi Jawa.
D. Karena Budi Utomo langsung menyatakan diri sebagai partai politik sekuler yang antipemerintah kolonial.
E. Karena organisasi tersebut didirikan langsung oleh tokoh-tokoh dari luar Pulau Jawa.
Kunci Jawaban : B. Karena organisasi ini mengenalkan metode perjuangan baru melalui pengorganisasian modern dan diplomasi, bukan kekuatan fisik.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 3 dan 4!
Sarekat Islam (SI) yang awalnya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) mengalami perkembangan keanggotaan yang sangat pesat hingga menjadi organisasi massa terbesar pada masanya. Perubahan nama dan orientasi dari "Dagang" menjadi "Sarekat" umum dilakukan untuk memperluas ruang lingkup gerakan. Namun, pada perkembangannya, SI mengalami perpecahan internal akibat infiltrasi ideologi marxisme oleh ISDV yang memanfaatkan tokoh-tokoh muda seperti Semaoen sehingga muncul faksi "SI Merah" dan "SI Putih".
(3.) Faktor utama yang melatarbelakangi lahirnya Sarekat Dagang Islam (SDI) di Surakarta sebelum berubah menjadi organisasi massa politik adalah ....
A. Melawan hegemoni politik dan penyebaran agama oleh para misionaris barat di pedalaman.
B. Melindungi hak-hak dan memajukan daya saing para pedagang batik pribumi dari dominasi pedagang Tionghoa.
C. Menghimpun dana darurat untuk membiayai aksi demonstrasi buruh kereta api di Semarang.
D. Meminta jatah kursi keterwakilan kaum muslim di dalam lembaga parlemen buatan Belanda (Volksraad).
E. Menolak kewajiban membayar pajak tanah yang diterapkan oleh para bupati yang pro-Belanda.
Kunci Jawaban : B. Melindungi hak-hak dan memajukan daya saing para pedagang batik pribumi dari dominasi pedagang Tionghoa.
(4.) Dampak dari strategi disintegrasi kelompok (perpecahan SI Putih dan SI Merah) terhadap arah pergerakan nasional Indonesia adalah ....
A. Kekuatan Sarekat Islam menjadi semakin solid dan berhasil menguasai Volksraad.
B. Terjadinya pengalihan fokus gerakan, di mana faksi radikal kiri akhirnya membentuk Partai Komunis Indonesia (PKI).
C. Faksi SI Putih membubarkan diri secara sukarela dan melebur ke dalam organisasi Budi Utomo.
D. Pemerintah Belanda langsung melarang seluruh organisasi berbasis keagamaan di Hindia Belanda.
E. Terjadinya perang saudara massal antara pengikut Semaoen dan H.O.S. Tjokroaminoto di Batavia.
Kunci Jawaban : B. Terjadinya pengalihan fokus gerakan, di mana faksi radikal kiri akhirnya membentuk Partai Komunis Indonesia (PKI).
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 5!
Indische Partij (IP) yang didirikan oleh Tiga Serangkai (Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat) merupakan organisasi pergerakan pertama yang secara terang-terangan mencantumkan tujuan "Indonesia Merdeka" dan bersifat politik radikal. Karena tulisan-tulisan mereka yang mengkritik tajam rencana perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda dari Prancis di tanah jajahan, ketiga tokoh ini dijatuhi hukuman pengasingan.
(5.) Mengapa Indische Partij dikategorikan sebagai organisasi pergerakan nasional yang berideologi nasionalisme murni dan non-kooperatif?
A. Karena keanggotaannya hanya terbuka bagi masyarakat keturunan Eropa-Indo yang kaya.
B. Karena mereka menolak bekerja sama dengan Belanda dan memperjuangkan kemerdekaan untuk seluruh persatuan ras di Hindia Belanda.
C. Karena IP mendapatkan bantuan persenjataan militer langsung dari Jepang untuk mengusir Belanda.
D. Karena organisasi ini berfokus pada kegiatan seni budaya untuk menyindir gaya hidup gubernur jenderal.
E. Karena Tiga Serangkai bersedia membela kebijakan penarikan pajak oleh pemerintah kolonial.
Kunci Jawaban : B. Karena mereka menolak bekerja sama dengan Belanda dan memperjuangkan kemerdekaan untuk seluruh persatuan ras di Hindia Belanda.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 6!
Perhatikan lini masa karakteristik perjuangan bangsa Indonesia berikut:
(6.) Perubahan paradigma strategi perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908 (Masa Pergerakan Modern) ditunjukkan oleh nomor ....
A. 1 dan 3
B. 1 dan 5
C. 3 dan 5
D. 2 dan 4
E. 4 dan 5
Kunci Jawaban : D. 2 dan 4
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 7!
Perhimpunan Indonesia (PI) yang didirikan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Belanda (seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir) menjadi organisasi yang sangat krusial karena berhasil menginternasionalisasi isu kemerdekaan Indonesia di forum-forum liga anti-imperialisme internasional di Eropa.
(7.) Penggunaan istilah "Indonesia" sebagai pengganti "Indische" atau "Hindia Belanda" oleh Perhimpunan Indonesia memiliki makna politik yang mendalam, yaitu ....
A. Menunjukkan kepatuhan mahasiswa terhadap tatanan hukum kerajaan Belanda.
B. Menegaskan identitas politis sebuah bangsa yang berdaulat, bersatu, dan merdeka dari penjajahan.
C. Memudahkan koordinasi dagang antara mahasiswa di Belanda dengan para eksportir di Jawa.
D. Mengikuti tren penamaan wilayah geografi yang sedang populer di benua Amerika.
E. Menghindari kejaran intelijen Belanda karena nama "Indonesia" belum dilarang secara hukum.
Kunci Jawaban : B. Menegaskan identitas politis sebuah bangsa yang berdaulat, bersatu, dan merdeka dari penjajahan.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 8!
Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 menghasilkan ikrar monumental yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Ikrar ini merupakan puncak dari kristalisasi kesadaran nasionalisme yang meleburkan ego kesukuan (seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon) menjadi satu kesatuan bangsa.
(8.) Ditinjau dari perspektif integrasi bangsa, dampak sosiologis terbesar dari pembacaan ikrar Sumpah Pemuda 1928 adalah ....
A. Dibubarkannya seluruh organisasi kepemudaan bentukan pemerintah kolonial Hindia Belanda.
B. Terjadinya asimilasi paksa antar-suku bangsa di Indonesia melalui kebijakan pernikahan silang.
C. Meleburnya identitas kedaerahan ke dalam komitmen persatuan nasional untuk merebut kemerdekaan.
D. Diangkatnya bahasa Jawa secara universal sebagai bahasa pengantar resmi di sekolah-sekolah kolonial.
E. Lahirnya sistem pemerintahan federasi yang membagi Indonesia menjadi wilayah negara bagian.
Kunci Jawaban : C. Meleburnya identitas kedaerahan ke dalam komitmen persatuan nasional untuk merebut kemerdekaan.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 9!
Pada dekade 1930-an, pemerintah kolonial Hindia Belanda di bawah Gubernur Jenderal De Jonge bersikap sangat represif. Akibatnya, organisasi radikal non-kooperatif (seperti PNI baru dan Partindo) mengalami tekanan hebat, tokoh-tokohnya ditangkap dan diasingkan. Hal ini memaksa para tokoh pergerakan mengubah taktik perjuangan menjadi kooperatif (bekerja sama) dan berjuang lewat parlemen buatan Belanda.
(9.) Salah satu taktik perjuangan kooperatif lewat jalur parlemen yang dilakukan oleh gabungan politik Indonesia (GAPI) adalah memunculkan tuntutan populer berupa ....
A. "Indonesia Berdikari Tanpa Pajak Belanda"
B. "Indonesia Berparlemen"
C. "Pembubaran Volksraad Secara Total"
D. "Penyerahan Kekuasaan Militer ke Kraton"
E. "Otonomi Khusus Kerajaan Jawa"
Kunci Jawaban : B. "Indonesia Berparlemen"
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 10!
Muhammadiyah (1912) dan Nahdlatul Ulama (1926) merupakan dua organisasi bernapaskan Islam yang tumbuh pesat pada masa pergerakan nasional. Berbeda dengan Sarekat Islam yang terjun langsung ke ranah politik praktis melawan pemerintah kolonial secara frontal, kedua organisasi ini lebih memilih jalur kultural.
(10.) Strategi perjuangan kultural yang konsisten dijalankan oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam rangka membangun pondasi kemerdekaan bangsa difokuskan pada bidang ....
A. Pembuatan pabrik senjata tradisional dan pelatihan militer santri
B. Pemberdayaan ekonomi melalui penguasaan pelabuhan dagang internasional
C. Pendidikan, dakwah keagamaan, serta pelayanan sosial bagi masyarakat bawah
D. Penggalangan dana politik untuk membiayai pemilu parlemen Belanda
E. Pengiriman utusan diplomatik khusus ke Kekaisaran Ottoman di Turki
Kunci Jawaban : C. Pendidikan, dakwah keagamaan, serta pelayanan sosial bagi masyarakat bawah
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 11!
(11.) Fungsi taktis dari media pers atau surat kabar dalam ekosistem pergerakan nasional abad ke-20 adalah ....
A. Menyediakan kolom iklan bagi perusahaan-perusahaan perkebunan milik pengusaha Belanda.
B. Menjadi sarana hiburan sastra barat untuk menjauhkan pemuda dari aktivitas politik praktis.
C. Membangun kesadaran kolektif pembaca, menyebarkan kritik antipemerintah, dan menyatukan visi kemerdekaan.
D. Melaporkan pergerakan militer pasukan keraton secara real-time kepada intelijen Hindia Belanda.
E. Menjual konten draf undang-undang kolonial agar masyarakat patuh pada aturan hukum.
Kunci Jawaban : C. Membangun kesadaran kolektif pembaca, menyebarkan kritik antipemerintah, dan menyatukan visi kemerdekaan.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 12!
Ki Hadjar Dewantara mendirikan Lembaga Pendidikan Perguruan Nasional Taman Siswa pada tahun 1922 di Yogyakarta setelah keluar dari pengasingan. Pendirian ini didasari atas rasa prihatin terhadap ketimpangan akses pendidikan kolonial yang hanya memprioritaskan anak-anak Belanda dan kaum bangsawan.
(12.) Filosofi pendidikan Taman Siswa yang terkandung dalam frasa "Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani" mencerminkan arah pembentukan karakter pemuda pribumi yang ....
A. Bermental penurut terhadap otoritas kekuasaan demi keselamatan diri.
B. Memiliki jiwa kepemimpinan yang merakyat, mandiri, bermoral, dan berdaya saing.
C. Fokus pada keahlian militer untuk persiapan perang fisik jangka pendek.
D. Mengutamakan kebudayaan barat di atas nilai-nilai tradisi lokal nusantara.
E. Mengisolasi diri dari perkembangan ilmu teknologi modern yang dibawa bangsa Eropa.
Kunci Jawaban : B. Memiliki jiwa kepemimpinan yang merakyat, mandiri, bermoral, dan berdaya saing.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 13!
Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan oleh Ir. Soekarno pada tahun 1927 dengan asas marhaenisme. PNI tumbuh menjadi partai yang sangat ditakuti oleh Gubernur Jenderal karena kemampuannya memobilisasi massa dalam jumlah masif melalui rapat-rapat akbar yang membakar semangat kemerdekaan.
(13.) Dasar ideologi Marhaenisme yang dicetuskan oleh Soekarno dalam pergerakan PNI esensinya bertujuan untuk ....
A. Mengadopsi murni sistem komunisme Soviet untuk diterapkan di perkebunan Jawa.
B. Membela hak-hak rakyat kecil (petani dan buruh) yang memiliki alat produksi sendiri namun tetap melarat akibat sistem imperialisme.
C. Mengembalikan kekuasaan absolut kaum feodal/raja-raja nusantara seperti era Majapahit.
D. Membatasi keterlibatan kaum buruh perkebunan dalam aktivitas perpolitikan nasional.
E. Mengajak pengusaha kaya asing untuk menanamkan modalnya di industri kerajinan rakyat.
Kunci Jawaban : B. Membela hak-hak rakyat kecil (petani dan buruh) yang memiliki alat produksi sendiri namun tetap melarat akibat sistem imperialisme.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 14!
A. Kebijakan penarikan upeti tanah yang terlalu tinggi di wilayah pedalaman Sumatra.
B. Ketidakadilan pemberian fasilitas beasiswa kedokteran STOVIA yang dimonopoli anak pejabat.
C. Ironi ajakan kepada rakyat jajahan untuk merayakan kemerdekaan Belanda dari penjajahan Prancis dengan menggalang dana pribadi warga pribumi.
D. Larangan penggunaan bahasa melayu pasar di ruang-ruang rapat dewan kota Batavia.
E. Kegagalan program emigrasi Politik Etis dalam memeratakan jumlah penduduk keluar Pulau Jawa.
Kunci Jawaban : C. Ironi ajakan kepada rakyat jajahan untuk merayakan kemerdekaan Belanda dari penjajahan Prancis dengan menggalang dana pribadi warga pribumi.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 15!
Munculnya gerakan kepanduan (pramuka awal) dan organisasi perempuan (seperti Putri Merdika dan Kartini Fonds) pada dekade kedua abad ke-20 menunjukkan bahwa pergerakan nasional tidak lagi dimonopoli oleh elite politik pria dewasa.
(15.) Fenomena munculnya berbagai variasi organisasi sektoral (perempuan dan kepanduan) tersebut mengindikasikan bahwa ....
A. Masyarakat jajahan sudah mulai jenuh dengan aktivitas perpolitikan nasional.
B. Perjuangan kemerdekaan telah bertransformasi menjadi gerakan sosial multidimensi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
C. Pemerintah Belanda berhasil memecah belah persatuan pemuda melalui pembentukan wadah hobi.
D. Kaum perempuan menolak bergabung dengan organisasi nasional utama karena masalah perbedaan suku.
E. Dana bantuan operasional dari ratu Belanda dialokasikan khusus untuk sektor non-politik.
Kunci Jawaban : B. Perjuangan kemerdekaan telah bertransformasi menjadi gerakan sosial multidimensi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.