TRIBUNGORONTALO.COM – Lapangan sepak bola di Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mulai terbengkalai.
Lapangan yang sebelumnya sering menjadi lokasi berbagai turnamen sepak bola tersebut tampak terbengkalai.
Pagarnya terlihat lapuk dan rusak, dan area tribun mulai dipenuhi tanaman liar.
Warga setempat, Amir Hasan (50), mengatakan bahwa lapangan tersebut sebenarnya masih digunakan untuk pertandingan pada awal tahun 2026.
Menurut Amir, aktivitas pertandingan terakhir berlangsung sebelum bulan Ramadan.
"Iya masih tahun ini, sebelum puasa," ujar Amir kepada TribunGorontalo.com pada Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan, saat masih aktif digunakan, kondisi lapangan maupun stadion sederhana di sekelilingnya masih tergolong baik dan layak pakai.
Namun, situasinya kini berubah drastis. Tribun yang terbuat dari papan kayu tampak mengalami kerusakan di berbagai bagian. Sementara itu, pagar yang terbuat dari anyaman bambu sudah banyak yang roboh dan berlubang.
Di beberapa titik, tanaman menjalar tumbuh liar hingga membungkus bagian tribun. Kondisi lapangan juga tidak lagi terawat; rumputnya tumbuh tinggi hingga mencapai sebetis orang dewasa.
Bahkan, beberapa ekor sapi terlihat dilepas bebas dan merumput di dalam area lapangan yang dulu menjadi tempat laga sepak bola.
Amir menilai perubahan kondisi tersebut terjadi sejak lapangan tidak lagi digunakan.
"Sebelumnya digunakan itu masih mendingan, masih bagus," katanya.
Lapangan ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan lapangan desa pada umumnya.
Area pertandingan berada di dalam kompleks tertutup pagar dan biasanya hanya dibuka ketika ada turnamen antarkampung maupun antarklub.
Di kawasan tersebut sebenarnya terdapat dua lapangan yang dipisahkan oleh jalan raya.
Lapangan di sisi selatan bersifat terbuka, sedangkan lapangan di sisi utara—yang kini mengalami kerusakan—justru menjadi lokasi utama pelaksanaan berbagai turnamen.
Warga setempat biasanya bertindak sebagai panitia penyelenggara kegiatan sepak bola di lokasi tersebut.
Baca juga: BREAKING NEWS: Ibu dan Anak di Talaga Jaya Gorontalo Dilaporkan Hilang Sejak 22 Mei
Lapangan yang rusak itu diketahui merupakan milik pribadi dan kerap disewa setiap kali digunakan untuk pertandingan.
Meski kondisinya memprihatinkan, warga tetap berharap lapangan tersebut dapat kembali difungsikan seperti sedia kala.
Keberadaan lapangan ini dianggap memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar, terutama sebagai pusat kegiatan olahraga sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Amir mengaku sempat mendengar informasi mengenai rencana perbaikan fasilitas tersebut.
"Ada dengar-dengar ini setelah lebaran haji namun di depan ini masih ada Piala Dunia," bebernya.
Berdasarkan informasi yang ia dengar, perbaikan kemungkinan baru akan dilakukan setelah agenda turnamen terdekat selesai dilaksanakan.
Saat ini, kerusakan paling mencolok terlihat pada pagar anyaman bambu yang sudah jebol di beberapa bagian.
Celah-celah besar yang menganga membuat kondisi bagian dalam lapangan terlihat jelas dari jalan raya, memperlihatkan wajah lapangan yang kini jauh berbeda dibanding saat masih ramai oleh riuh pertandingan sepak bola. (*)