Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi atas Kemajuan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026 di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan bertajuk "Kolaborasi Program Prioritas Presiden untuk Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi", menjadi momentum untuk menunjukkan hasil nyata Program SR yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang selama ini tertinggal dari proses pembangunan.
Baca juga: Sekolah Rakyat di Ende akan Dibangun di Tiwerea
"Anak pemulung, anak buruh tani, anak nelayan, anak tukang becak, mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih baik," katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki sedikitnya satu gedung permanen Sekolah Rakyat yang mampu menampung hingga 1.000 siswa. Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Kupang telah mencapai sekitar 72 persen dan ditargetkan mulai digunakan pada Juli 2026.
"Ini bukan mimpi. Ini sedang dibangun dan akan segera dimanfaatkan oleh anak-anak kita," ujarnya.
Gus Ipul juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kupang yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut.
Pada kesempatan itu, ia mengundang Kepala SRMP 19 Kupang bersama para guru dan wali asrama naik ke atas panggung sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka mendampingi para siswa selama hampir satu tahun terakhir.
Baca juga: Dua Suku Hibah Gratis Tanah 7 Hektar untuk Pemkab Ende untuk Bangun Sekolah Rakyat
Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari perubahan kehidupan para siswa. Gus Ipul juga memaparkan capaian pembangunan gedung permanen SR yang sedang dibangun di Desa Olenasi Kabupaten Kupang.
"Kepala sekolah, guru, dan wali asrama inilah yang layak mendapat penghargaan karena telah bekerja dengan hati mendampingi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus," katanya.
Sementara itu, Kepala SRMP 19 Kupang, Filipina Agustina Kale mengatakan, sekolah yang dipimpinnya menampung 100 siswa dari keluarga miskin yang berasal dari 24 kecamatan di Kabupaten Kupang.
Seluruh siswa berasal dari kelompok masyarakat miskin ekstrem yang berhasil dijaring melalui proses pendataan dan verifikasi yang melibatkan Dinas Sosial, BPS, Sentra Efata Kupang, serta berbagai pilar sosial.
Filipina berkata, saat pertama masuk sekolah terdapat 27 siswa yang belum mampu membaca dan menulis dengan baik. Namun berkat pendampingan intensif yang dilakukan para guru dan tenaga kependidikan setiap hari, kini hanya tersisa satu siswa yang masih menjalani pendampingan khusus.
Baca juga: KemenPU Kebut Bangun Sekolah Rakyat di NTT, Fisik Sudah 48,79 Persen
"Dari 27 siswa yang belum bisa membaca dan menulis, sekarang tinggal satu siswa yang masih terus kami dampingi. Mereka sebenarnya memiliki potensi besar, hanya membutuhkan kesempatan dan perhatian yang tepat," ujarnya.
Menurut Filipina, para guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga berperan sebagai orang tua bagi para siswa yang tinggal di asrama.
"Mendidik secara akademik mungkin mudah, tetapi mendampingi mereka yang mengalami berbagai keterbatasan sosial dan ekonomi membutuhkan kesabaran dan ketulusan. Kami hadir untuk mereka siang dan malam," katanya.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan sumber daya manusia di NTT melalui Program Sekolah Rakyat dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ia berharap seluruh kabupaten dan kota di NTT dapat mengikuti langkah Kabupaten Kupang dalam menghadirkan Sekolah Rakyat.
"Saya kira semua kepala daerah di NTT ingin memiliki Sekolah Rakyat seperti Kabupaten Kupang. Karena itu mari bergerak cepat agar semakin banyak anak-anak NTT yang mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik," ujar Melki.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 yang mengusung tema "Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh", serta pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai dasar penyaluran berbagai program bantuan sosial secara tepat sasaran. (fan)