Prediksi Kadek Arel untuk Piala Dunia 2026: Prancis Diprediksi Juara, Lamine Yamal dan Pau Cubarsi Siap Bersinar
Aurora Nightingale May 31, 2026 05:20 PM

DENPASAR – Turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia, Piala Dunia 2026, semakin mendekat. Kompetisi ini akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Euforia ajang ini bahkan sudah terasa di ruang ganti para pemain profesional di Indonesia.

Di sela-sela libur kompetisi domestik, bek muda Bali United, Kadek Arel Priyatna, membagikan analisis taktis sekaligus pandangannya mengenai peta persaingan Piala Dunia edisi ke-23 ini, yang untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 negara peserta.

Sebagai pemain yang beroperasi di lini belakang, Kadek Arel menyoroti bagaimana para pemain muda dunia mampu menghadapi tekanan mental di panggung sebesar Piala Dunia. Menariknya, pemain asuhan Johnny Jansen itu menaruh perhatian khusus pada taktik Timnas Prancis serta penampilan dua wonderkid Spanyol, Pau Cubarsi dan Lamine Yamal.

Bagi Kadek Arel, Prancis—juara 2018 dan finalis 2022—masih menjadi tim yang paling menakutkan dan berpotensi mendominasi jalannya turnamen di Amerika Utara.

Kekuatan skuad asuhan Didier Deschamps yang dihuni bintang-bintang seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, serta gelandang tangguh Aurélien Tchouameni dan Eduardo Camavinga, menurutnya, memiliki kematangan taktis di atas rata-rata tim lain.

Prancis dijadwalkan memulai langkah mereka di Grup I melawan Senegal pada 16 Juni 2026 di MetLife Stadium, New Jersey.

“Kalau dari saya, Prancis akan mendominasi World Cup tahun ini dan akan menjadi juara,” ujar Kadek Arel kepada Tribun Bali pada Minggu, 31 Mei 2026.

Namun, di balik kekuatan kolektif Prancis, Arel menilai bahwa ajang ini juga akan menjadi panggung bagi para pemain muda Spanyol untuk menunjukkan kualitas individu mereka.

Saat ditanya siapa pemain yang berpotensi tampil mengejutkan selama turnamen, Arel langsung menyebut nama bintang muda Barcelona, Lamine Yamal. Dengan performa konsisten Yamal yang kerap merepotkan lini pertahanan lawan di kompetisi Eropa, Piala Dunia perdananya kali ini diyakini akan menjadi ajang pembuktian statusnya sebagai pemain kelas dunia.

“Sebenarnya bukan kejutan sih, tapi saya rasa Lamine Yamal akan menunjukkan siapa dia di World Cup pertamanya ini,” lanjut bek tengah Bali United tersebut.

Sebagai pemain bertahan, Kadek Arel juga menyoroti sektor pertahanan dan menaruh perhatian pada rekan setim Yamal di Barcelona dan Timnas Spanyol, Pau Cubarsi.

Berdasarkan data performa, Cubarsi mencatatkan rata-rata akurasi umpan luar biasa di kompetisi domestik, bahkan mencapai 99 persen akurat saat melawan Espanyol dan 111 umpan sukses ketika menghadapi Celta Vigo beberapa waktu lalu. Ketenangan Cubarsi dalam membangun serangan dari belakang menjadi daya tarik tersendiri bagi Arel.

Arel mengaku penasaran bagaimana bek muda yang baru mempersembahkan medali emas Olimpiade Paris untuk Spanyol itu menghadapi tekanan besar di level senior.

Spanyol sendiri berada di Grup H dan akan menjalani laga perdana kontra Tanjung Verde di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.

“Saya sangat penasaran melihat Pau Cubarsi. Di World Cup pertamanya, saya ingin tahu bagaimana dia menghadapi tekanan dan sejauh mana dia bisa mendominasi,” ungkap Arel.

Piala Dunia selalu menghadirkan atmosfer magis tersendiri bagi para pelakunya. Meski berstatus sebagai pemain profesional, momen menonton bersama tetap menjadi rutinitas yang dinantikan setiap empat tahun sekali untuk menjaga kebersamaan di luar lapangan.

Di skuad Serdadu Tridatu, Kadek Arel mengungkapkan bahwa dirinya sering menonton pertandingan bersama dua rekan dekatnya, Made Tito Wiratama dan Komang Tri Arta Wiguna.

“Ya, setiap empat tahun sekali pasti ada yang ditunggu-tunggu, yaitu World Cup,” ujarnya. “Saya sering nonton bareng juga, saya dekat dengan Made Tito dan Komang Tri. Kalau ada waktu luang, pasti kami sempatkan untuk nobar,” tutur Kadek Arel.

Piala Dunia 2026 akan mencatat sejarah baru dengan format 48 negara peserta yang terbagi ke dalam 12 grup. Sebanyak 16 kota di tiga negara tuan rumah akan menggelar total 104 pertandingan.

Beberapa stadion megah yang akan menjadi venue antara lain MetLife Stadium di New Jersey (AS), SoFi Stadium di California (AS), Akron Stadium di Guadalajara (Meksiko), dan BMO Field di Toronto (Kanada). Pertandingan pembuka dijadwalkan berlangsung di Stadion Azteka, Meksiko City, pada 11 Juni 2026, sedangkan laga final akan digelar di MetLife Stadium pada 19 Juli 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.