Niat Pasang Pukek Berujung Petaka, Guru di Solok Selatan Hanyut Terseret Arus Sungai Batanghari
Rezi Azwar May 31, 2026 06:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Nasib malang menimpa seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berprofesi sebagai guru di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat.

Korban dilaporkan hanyut dan hilang terseret derasnya arus Sungai Batanghari. Peristiwa memilukan ini terjadi di kawasan Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan.

Berdasarkan data yang dihimpun, identitas korban yang terseret arus tersebut diketahui bernama Sutrisno. Pria paruh baya ini merupakan warga setempat yang sehari-hari mengabdi sebagai seorang tenaga pendidik.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan membenarkan adanya laporan mengenai kondisi membahayakan manusia (KMM) di wilayah tugas mereka. Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh petugas di lapangan.

Baca juga: Usai Degradasi, Semen Padang FC Target Langsung Promosi ke Liga 1 Musim Depan

Sekretaris BPBD Solok Selatan, Sonni Patrisia, mengonfirmasi kejadian tersebut saat dihubungi pada Minggu (31/5/2026).

Ia menyampaikan informasi awal terkait hilangnya salah seorang warga di aliran Sungai Batanghari.

"Memang benar ada warga kami yang dilaporkan hanyut di daerah Dusun Tangah. Berdasarkan laporan, korban awalnya pergi ke area sungai untuk memancing ikan," ujar Sonni Patrisia saat memberikan keterangan.

Sonni menjelaskan bahwa peristiwa naas itu bermula ketika korban hendak menyalurkan hobinya. Namun, situasi di lapangan berubah menjadi petaka dalam waktu yang sangat singkat.

Mengenai kronologi kejadian, peristiwa ini bermula ketika Sutrisno berniat untuk memasang pukek (alat penangkap ikan sejenis jaring) di salah satu sudut aliran Sungai Batanghari. Kegiatan ini dilakukan korban pada Sabtu sore.

Baca juga: Lonjakan Wisatawan Saat Long Weekend, Satpol PP Padang Perketat Pengawasan di Pantai

Nahas, saat sedang memasang jaring penangkap ikan tersebut, tubuh korban justru terseret dan hanyut hingga ke bagian tengah sungai. Kuatnya arus sungai membuat korban kesulitan untuk menyelamatkan diri ke tepi.

Melihat korban yang mulai tenggelam dan terseret arus, seorang saksi mata di lokasi kejadian yang diketahui bernama Jon langsung berupaya memberikan pertolongan.

Saksi mencoba menjangkau tubuh korban yang terus terbawa arus. Saksi sempat berusaha sekuat tenaga untuk menarik korban agar bisa kembali ke daratan.

Namun sayang, takdir berkata lain karena kondisi arus sungai pada saat itu terbilang cukup kuat dan berbahaya.

"Korban sempat ditolong oleh saksi bernama Jon. Akan tetapi, tubuh korban justru tertarik oleh pusaran arus yang deras hingga akhirnya hanyut dan hilang dari pandangan," urai Sonni.

Berdasarkan catatan waktu dari pihak berwenang, insiden kecelakaan air ini diperkirakan terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 17.59 WIB, tepat beberapa menit sebelum waktu magrib tiba.

Pihak BPBD Solok Selatan bersama tim SAR gabungan, relawan, dan masyarakat setempat langsung berkoordinasi untuk melakukan tindakan darurat.

Upaya penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batanghari langsung dipersiapkan guna menemukan keberadaan guru PNS tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.