Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR – Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang kawasan pesisir Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5/2026) siang.
Titik ledakan berada di Kompleks Perikanan di Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.
Baca juga: BREAKING NEWS: Bom Perang Dunia II Meledak di Permukiman Padat Penduduk di Biak
Peristiwa tragis ini dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan menyebabkan sejumlah warga hingga kini belum ditemukan.
Guna menjamin keselamatan masyarakat, Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajarannya melakukan sterilisasi area dan memasang pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Warga juga diimbau untuk tidak mendekati TKP hingga proses penyelidikan selesai dilakukan.
“Kami menghimbau masyarakat sekitar lokasi ledakan agar tidak mendekati lokasi terlebih dahulu. Kami masih melakukan proses TPTKP dan sterilisasi setelah pengamanan TKP,” imbuhnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Aparat memastikan setiap perkembangan penyelidikan akan disampaikan secara resmi kepada publik.
Baca juga: Dua Warga Dikabarkan Meninggal dan Empat Hilang Pasca Ledakan di Kabupaten Biak
Sementara itu, korban yang ditemukan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan dan proses identifikasi sesuai prosedur yang berlaku.
Peristiwa yang mengejutkan warga tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi serta menimbulkan korban yang langsung dievakuasi oleh petugas.
Sesaat setelah menerima laporan adanya suara ledakan keras, jajaran Polres Biak Numfor bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan awal.
Baca juga: Kapolres Biak Turun Langsung Selidiki Ledakan Dasyat di Kelurahan Fandoi
Aparat kepolisian bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait langsung melakukan penanganan guna memastikan situasi tetap terkendali.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan yang turun langsung ke lokasi mengatakan pihaknya masih melakukan identifikasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut.
“Kami mendapat laporan dan juga mendengar adanya suara ledakan, sehingga kami langsung menuju ke TKP. Setibanya di lokasi, kami mengonfirmasi bahwa memang telah terjadi sebuah ledakan,” ujar Kapolres dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: Bom Meledak Tiba-tiba di Biak Kota, Rumah Hancur hingga Korban Jiwa Berjatuhan
Dari hasil pemeriksaan awal, ledakan menyebabkan kerusakan material pada beberapa rumah warga yang berada di sekitar titik kejadian.
Selain itu, petugas juga menemukan adanya korban dalam insiden tersebut. Namun hingga kini, jumlah korban maupun identitasnya masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh tim yang berwenang.
Untuk kepentingan penyelidikan, Tim Identifikasi Forensik (Inafis) bersama unit teknis lainnya melakukan Treatment Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dengan mengumpulkan berbagai bukti yang dapat membantu mengungkap penyebab ledakan.
Baca juga: Merusak Ekosistem Laut, Nelayan Diingatkan Jangan Pakai Bom Ikan
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan sumber maupun pemicu ledakan karena proses investigasi masih berlangsung.
“Kami sudah melakukan sterlisasi TKP dan identifikasi bersama dengan seluruh aparat. Ada beberapa rumah yang kondisinya rusak dan kami juga mengidentifikasi beberapa korban. Tentunya kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya, nanti akan kami laporkan lebih lengkap setelah hasil laboratorium dan penyelidikan keluar,” kata Kapolres lebih lanjut.
Baca juga: 5 Nelayan Pembawa Bom Ikan ke Raja Ampat Papua Barat Terancam 20 Tahun Bui
Sementara itu, korban yang ditemukan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan dan proses identifikasi sesuai prosedur yang berlaku.
berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun-Papua.com di lokasi kejadian titik ledakan di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota menyebutkan, dua wargadikabarkan meninggal dunia.
Dua warga yang meninggal dunia tersebut atas nama Mira Ayorbaba dan satu korban lagi anak-anak atas nama Isrel Raubaba.
Kemudian, empat warga lainnya masih dalam pencarian petugas gabungan karena belum ditemukan. Keempat warga itu antara lain, Moris Raubaba (meninggal dunia tapi jasad belum ditemukan/dalam pencarian), Delfin Raubaba (dalam pencarian), Yulianus Raubaba (dalam pencarian), dan Anes Marandof (belum ditemukan). (*)