TRIBUNJAKARTA.COM - Cristiano Ronaldo berpotensi menjalani panggung terakhirnya di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Portugal.
Di saat publik dunia menanti “last dance” sang megabintang, Wakil Camat Duren Sawit Andri Priwitama Maila justru membuat pengakuan mengejutkan.
Pendukung Timnas Italia itu memilih “berkhianat” sementara dan mengalihkan dukungannya ke Portugal di Piala Dunia 2026.
Dukungan membelot itu terjadi akibat Gli Azzurri gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Meski kini telah berusia 41 tahun, Cristiano Ronaldo masih dipercaya menjadi bagian penting skuad Portugal.
Pelatih Roberto Martínez kembali memasukkan nama Ronaldo untuk menghadapi perjalanan menuju Piala Dunia 2026.
Dikutip dari Tribunnews, Ronaldo akan mencatat sejarah sebagai pemain yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun sejak debutnya pada 2006.
Tak hanya mengandalkan Ronaldo, Portugal juga disebut menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 karena memiliki komposisi pemain yang merata di semua lini.
Portugal sendiri tergabung di Grup K bersama Kolombia, Uzbekistan, dan Republik Demokratik Kongo.
Di tengah antusiasme menyambut Piala Dunia 2026, Wakil Camat Duren Sawit Andri Priwitama Maila mengaku kecewa karena Timnas Italia gagal lolos.
Andri menyebut dirinya sudah menjadi pendukung Gli Azzurri sejak kecil.
Ia tumbuh di era kejayaan Roberto Baggio, Alessandro Del Piero, Alessandro Nesta hingga Paolo Maldini.
Namun kegagalan Italia melangkah ke putaran final membuatnya harus mencari tim lain untuk didukung selama Piala Dunia berlangsung.
"Inginnya dukung Italia, tapi enggak lolos. Jadi mendukung Portugal saja. Karena sebelumnya kan dia juara Piala Eropa kan, mungkin skuadnya masih kuat," kata Andri di Jakarta Timur, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Andri, pilihannya mendukung Portugal bukan tanpa alasan.
Selain karena faktor Cristiano Ronaldo, ia menilai banyak pemain Portugal memiliki kedekatan dengan atmosfer Liga Italia.
"Kan banyak pemainnya main di Italia juga dulu. Portugal juga regenerasi dari permainannya stabil. Hampir sama kayak Belgia, ada terus pemain bintangnya di setiap generasi," ujarnya.
Eks Lurah Susukan itu juga optimistis Portugal mampu melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Ia menilai lawan-lawan Portugal di fase grup masih bisa diatasi, meski tetap mewaspadai kejutan dari Uzbekistan.
"Kalau sudah lolos grup kan paling yang beratnya juga di Meksiko begitu. Tapi Uzbekistan juga lagi gencar-gencarnya juga nih, pas Piala Asia-nya kemarin juga lumayan juga tuh," tuturnya.
Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Baca juga: Jadi Kado Buat Warga, Revitalisasi Rasuna Said Ditargetkan Rampung Sebelum HUT ke-499 Jakarta
Baca juga: Anak Jatuh ke Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Soroti Kelalaian dan Perketat Pengawasan
Baca juga: KODE Baru Klub Mauro Peralta: Persija Ditikung? Tim Ini Sudah Gercep Bicara Nasib Musim Depan