Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Kecamatan Durenan, tepat di sepanjang Jalan Raya Durenan-Bandung dikeluhkan warga.
Kondisi yang gelap membuat pengendara yang melintas lebih berisiko terjadi kecelakaan.
Salah satu warga, Hermawan Faisal mengatakan sebagai warga Durenan terkait PJU memang sangat dibutuhkan.
Dirinya hampir setiap hari melewati jalan tersebut, baik siang maupun malam hari.
Baca juga: Kekurangan SDM, RPH Ngadirenggo Trenggalek Hanya Potong 1-2 Ekor Sapi per Hari
"Terutama malam hari ya. Malam hari itu sangat gelap gulita. Makanya di kami berharap sangat berharap untuk sesegera mungkin ada ada solusi yang nyata. Bukan hanya sekadar teori ataupun sekadar rencana," ujar Hermawan Faisal saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).
Ia berharap benar-benar wujud nyata untuk sesegera mungkin mengaktifkan penerangan jalan di jalur Durenan-Bandung itu.
Faisal mengaku, menjadi lebih penting lantaran mendekati jembatan Gondang 1 yang akan dibongkar membutuhkan waktu berbulan-bulan.
Jalur penghubung antar Kabupaten Trenggalek Tulungagung ini akan menjadi jalur utama. Sehingga jalur Tulungagung-Trenggalek yang mana bus-bus dan kendaraan besar melalui jalur ini.
"Makanya sangat dibutuhkan adanya penerangan jalan. Kalau bisa secepatnya tidak perlu terlalu beretorika, atau banyak drama," ulasnya.
Dikatakannya, sebagai orang awam, masyarakat umum tidak tahu menahu status jalan raya tersebut. Apakah milik kabupaten atau provinsi maupun dinas yang membidangi penerangan jalan.
"Yang kami tahu jalan itu banyak yang berlubang dan juga penerangan sangat minim, sangat minim. Terutama di malam hari sangat dibutuhkan," akuinya.
Faisal pun terakhir kalinya berharap sebagai warga biasa, meminta agar jalan itu supaya ada penerangan yang mencukupi. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang merugikan pengendara lalu lintas.
"Sehingga apa menghindari atau mengurangi risiko kecelakaan ataupun hal-hal negatif yang lain," tandasnya.
Merespon hal tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Trenggalek, Hendra Sanggara menanggapi dengan santai.
Ia mengaku, sebetulnya kalau dari jalan nasional kebetulan di saat ini sudah ada pemasangan PJU baru.
"Baik PJU Tenaga Surya ataupun PJU yang bersumber dari listrik PLN," beber Hendra Sanggara.
Sehingga dikatakannya, secara keseluruhan malah lebih terang karena ada pembangunan baru. Tetapi untuk Simpang Durenan ke selatan memang ada yang mati karena rusak.
"Kita juga tahu bersama bahwa saat ini ada beberapa titik yang kondisinya sedang rusak ataupun mati," akuinya
Pihaknya sudah bersurat resmi ke Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur untuk segera memperbaiki.
"Kami sudah menginformasikan beberapa kali bahkan dan juga kepada bidang yang menangani untuk agar segera dilakukan perbaikan-perbaikan," jelasnya.
Baca juga: Iduladha 2026, RPH Trenggalek Sembelih 1 Ton dari Pengusaha untuk yang Pertama Kalinya
Di bidang yang ia tangani, Hendra sendiri pun apabila ada PJU yang mati atau rusak tidak segan untuk diperbaiki sendiri. Namun kerusakan PJU yang di Durenan ini memiliki komponen yang sendiri dan berbeda, sekaligus masuk ranahnya Provinsi Jawa Timur.
Sehingga ia meminta kepada masyarakat untuk bersabar. Ketika Disperkimhub Trenggalek yang menangani juga menyalahi aturan.
"Jadi, kita tunggu saja nanti dari teman-teman di provinsi yang akan melakukan perbaikan, seperti itu," imbuhnya.