TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat adanya temuan cacing hati pada hewan kurban untuk Iduladha 1447 Hijriah (H) di 2026 ini. Temuan ini tercatat sejak hari pertama pelaksanaan kurban hingga 3 hari berikutnya atau Hari Tasyrik.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, DPP Kulon Progo, Yuriati mengatakan bahwa hingga Sabtu (30/05/2026) ada sebanyak 240 temuan cacing hati pada hewan kurban Iduladha.
"240 temuan cacing hati berasal dari 87,09 persen hewan kurban Iduladha yang sudah terdata," katanya pada Minggu (31/05/2026).
Menurut Yuriati, 87,09 persen hewan kurban yang terdata meliputi 2.437 sapi dan 8.927 kambing serta domba. Angka ini masih bisa bertambah seiring dengan proses pendataan yang masih berjalan di lapangan.
Ia mengatakan jumlah temuan cacing hati secara umum masih sama dengan data cacing hati pada hewan kurban di tahun sebelumnya. Adapun cacing hati tidak hanya terkena pada sapi, tapi juga pada kambing dan domba.
"Kami sampaikan ke masyarakat jika hati yang terkena cacing hati tidak layak dikonsumsi sehingga perlu diafkir dengan cara dikubur," ujar Yuriati.
Ia juga mengingatkan para peternak agar memberikan obat cacing pada hewan yang hendak dikurbankan minimal 1 bulan sebelum disembelih. Namun ia juga menyatakan cacing hati ini tidak menular ke manusia.
Selain temuan cacing hati, pihaknya juga masih menemukan warga yang mencuci jeroan hewan kurban di aliran sungai. Namun, Yuriati mengeklaim temuannya tak sebanyak tahun lalu.
"Masyarakat saat ini mulai sadar dan harus terus-menerus diedukasi pelan-pelan agar bisa mengubah perilakunya," jelas Yuriati.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo juga mendorong masyarakat agar tidak menggunakan kemasan plastik sebagai kemasan daging kurban. Mereka diimbau memakai kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Sebab penggunaan kemasan plastik secara masif saat Iduladha akan langsung berpengaruh pada timbulan sampah. Kondisi itu bisa menjadi masalah mengingat sampah plastik sulit terurai.
"Lebih bagus menggunakan kemasan yang organik seperti daun kelapa atau daun pisang," kata Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan belum lama ini.(alx)