Piala Dunia 2026, Ini 4 Jersey Paling Diburu Pecinta Sepak Bola di Malinau
Amiruddin May 31, 2026 07:14 PM

 

‎TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Euforia menyambut pesta sepak bola terbesar, Piala Dunia 2026, mulai menjalar hingga ke Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Gelaran Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai 11 Juni 2026 hingga 19 Juli 2026.

Piala Dunia digelar di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Canada, dan Mexico.

‎Gegap gempita menyambut Piala Dunia 2026 terlihat dari antusiasme penggemar sepak bola yang mulai mempersiapkan rencana nobar atau Nonton Bareng, hingga memburu berbagai perlengkapan dan atribut tim favorit.

Tingginya animo masyarakat, pernak-pernik dari beberapa negara favorit kini menjadi barang yang paling banyak dicari, jelang bergulirnya kick-off turnamen.

Perburuan warga tak lagi sekadar berpusat pada jersey (seragam tim), melainkan meluas hingga ke jaket, syal, bendera, hingga topi.

 

Suasana di salah satu ritel dan toko olahraga di Malinau Kota, saat diabadikan belum lama ini.
‎PIALA DUNIA - Suasana di salah satu ritel dan toko olahraga di Malinau Kota, saat diabadikan belum lama ini. Menjelang Piala Dunia 2026, ini 4 jersey paling diburu pecinta sepak bola di Malinau, Kalimantan Utara. (TribunKaltara.com / Mohammad Supri )

 

Baca juga: Ketua The Macz Man Kaltara Jagokan Belanda Juara Piala Dunia 2026, Idolakan Virgil van Dijk



‎Kondisi ini membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha perlengkapan olahraga.

Salah satunya adala Zul, pemilik toko perlengkapan olahraga sederhana di kawasan Malinau Kota.

‎Zul menuturkan bahwa permintaan atribut timnas peserta Piala Dunia melonjak drastis sejak dua bulan terakhir.

Stok di etalasenya kerap kosong, sehingga pelanggan harus bersabar menunggu kedatangan barang baru.

‎"Tahun ini Alhamdulillah memang lumayanlah.

Baju yang paling banyak, memang stok kita kurang sekarang ini.

Paling banyak itu dicari Brasil, Spanyol, Argentina sama Prancis itu," ungkapnya, Minggu (31/5/2027).

‎Menurutnya, negara-negara tersebut memang memiliki basis pendukung yang cukup besar di Malinau. 

‎Atribut bernuansa Argentina dan Brasil selalu menjadi buruan utama karena status sejarah mereka, sementara Prancis dan Spanyol banyak diminati oleh pencinta sepak bola modern.

‎Pengelola distro lainnya, Erik memperkirakan permintaan baru akan meningkat saat kick off atau memasuki laga besar.

‎"Kalau sekarang belum terlalu.

Mungkin nanti pas penyisihan atau laga 8 besar.

Biasanya Argentina, Brasil, atau Spanyol kalau di sini," ucapnya.

‎Banyak pelanggan yang tidak sekadar membeli baju, tetapi memborong atribut lengkap

Termasuk memesan sablon nama (nameset) pemain idola untuk melengkapi penampilan mereka.

Persiapan Nobar Menjadi Pemicu Utama

‎Meningkatnya tren pesanan atribut ini tidak lepas dari budaya Nonton Bareng ( nobar ) yang kental di kalangan masyarakat Malinau. 

‎Memakai atribut tim jagoan memberikan kebanggaan tersendiri, saat berkumpul mendukung tim kesayangan.

‎Hal ini diakui oleh Hendrik, pemuda setempat yang ikut masuk dalam daftar tunggu pesanan untuk persiapan Nobar.

‎"Kalau di Malinau itu kita biasa memang Nobarnya itu di komunitas.

Sebenarnya bagus kalau ada yg fasilitasi satu tempat sebenarnya.

Cuma kalau kami sesama komunitas saja sama anak cabor," katanya.

‎Untuk harga, berbagai pernak-pernik yang dijual di toko olahraga maupun ritel lain dibanderol bervariasi. 

‎Mulai dari puluhan ribu rupiah untuk syal dan topi, hingga Rp200.000 ke atas untuk jersey dan jaket tracksuit, bergantung pada detail, jenis bahan, dan kualitas produk.

‎(*)

‎Penulis: Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.