TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan kembali menunjukkan perannya dalam membantu masyarakat, tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga evakuasi kondisi darurat lainnya.
Kali ini, petugas Damkar Tangsel membantu seorang warga di kawasan Pakulonan, Serpong Utara, yang mengalami kesulitan melepaskan cincin emas dari jarinya hingga menyebabkan pembengkakan dan iritasi.
Proses evakuasi tersebut berlangsung pada Minggu (31/5/2026). Petugas berhasil melepaskan cincin yang menjepit jari korban hanya dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan alat gerinda mini.
Baca juga: Penyebab Banjir di Cipayung Tangsel Mulai Terkuak, 200 Relawan Turun ke Kali Ciputat
Komandan Regu (Danru) Damkar Tangsel, Ilham, mengatakan laporan diterima dari warga yang panik karena cincin yang telah lama dikenakan tidak dapat dilepas secara normal.
Menurut dia, kondisi jari korban sudah mengalami pembengkakan akibat cincin yang terus menekan bagian jari dalam waktu cukup lama.
"Menurut informasi sih cincin emas ya, udah lama juga Bang itu. Cuma lamanya enggak tahu,” ujar Ilham saat dikonfirmasi Minggu (31/5/2026).
Sebelum meminta bantuan petugas, korban sempat mencoba melepaskan cincin tersebut secara mandiri. Namun upaya itu justru membuat kondisi jari semakin iritasi dan membengkak.
Akibat pembengkakan tersebut, aliran darah di bagian jari diduga mulai terganggu sehingga korban akhirnya memutuskan meminta bantuan Damkar Tangsel.
"Iritasi karena peredaran darahnya enggak lancar. Mau coba buka sendiri, akhirnya iritasi, bengkak,” kata Ilham.
Melihat kondisi tersebut, korban kemudian meminta bantuan kepada petugas Damkar Tangsel. Petugas yang menerima laporan segera melakukan penanganan untuk mencegah kondisi jari semakin memburuk.
Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan gerinda mini untuk memotong cincin yang menjepit jari korban. Metode tersebut dipilih karena dinilai paling efektif untuk melepaskan cincin tanpa menimbulkan cedera yang lebih serius.
“Dengan menggunakan gerinda mini, dengan cara dipotong cincinnya,” ujar Ilham.
Proses pemotongan dilakukan secara hati-hati mengingat posisi cincin yang menempel langsung pada jari korban. Petugas memastikan alat yang digunakan tidak melukai kulit selama proses berlangsung.
Ilham mengatakan, proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit hingga cincin berhasil dilepaskan dari jari korban.
“Iya betul, dipotong. Proses evakuasi sekitar 30 menit,” katanya.
Setelah cincin berhasil dilepas, Ilham mengatakan kondisi jari korban dapat segera ditangani lebih lanjut sehingga risiko gangguan akibat jepitan cincin dapat diminimalkan.