Jamaah Haji Hanya Boleh Bawa Koper dan Tas Paspor, Air Zamzam Dilarang
Edi Sumardi May 31, 2026 10:06 PM

Laporan jurnalis Tribun-Timur.com dan anggota tim Media Center Haji, Muh Hasim Arfah

JEDDAH, TRIBUN-TIMUR.COM - Menjelang dimulainya pemulangan jamaah haji Indonesia gelombang pertama ke Tanah Air pada 1 Juni 2026, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh persiapan layanan di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah dilakukan secara matang.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, mengatakan berbagai koordinasi internal maupun eksternal telah dilaksanakan untuk menjamin kelancaran proses pemulangan ratusan ribu jamaah haji Indonesia.

"Kita sudah melakukan persiapan yang cukup matang. Koordinasi internal sudah dilakukan, begitu juga koordinasi dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, dan pihak yang menangani bagasi. Menjelang kedatangan jamaah di bandara nanti akan ada koordinasi final," ujar Abdul Basir di Jeddah, Arab Saudi, Ahad atau Minggu (31/5/2026).

Menurut Basir, salah satu fokus utama petugas adalah memastikan seluruh jamaah mematuhi ketentuan barang bawaan agar proses keberangkatan tidak mengalami hambatan.

Ia menjelaskan setiap jamaah hanya diperbolehkan membawa tiga jenis barang, yakni koper besar dengan berat maksimal 32 kilogram, koper kabin maksimal 7 kilogram, dan tas paspor.

Baca juga: Kloter Pertama Jamaah Haji Tiba di Makassar 1 Juni 2026

Selain ketiga barang tersebut, jamaah tidak diperkenankan membawa barang tambahan ke dalam pesawat.

"Yang paling sering kami ingatkan adalah larangan membawa air Zamzam ke dalam koper besar maupun koper kabin. Hak jamaah untuk mendapatkan air Zamzam tetap ada dan sudah disiapkan di Tanah Air sebanyak satu galon atau lima liter per orang," katanya.

Basir menjelaskan distribusi air Zamzam saat ini telah dilakukan ke berbagai embarkasi dan kabupaten/kota di Indonesia. jamaah dapat mengambilnya setelah tiba di daerah masing-masing atau melalui perwakilan keluarga yang telah ditunjuk.

Untuk memastikan kelancaran layanan, petugas akan melakukan pemeriksaan berlapis sejak jamaah turun dari bus di bandara.

Koper kabin akan dibantu diturunkan, sementara petugas juga akan memeriksa kembali bus guna memastikan tidak ada barang milik jamaah yang tertinggal.

Baca juga: Kloter 1 Debarkasi Makassar Mendarat 1 Juni, PPIH Soroti Tren Pakaian Bling-Bling Jamaah

Setelah itu, jamaah akan diarahkan menuju ruang tunggu sebelum memasuki area imigrasi dan boarding gate.

Di lokasi tersebut, petugas kembali memberikan kesempatan kepada jamaah untuk merapikan barang bawaan sekaligus mengeluarkan barang-barang yang dilarang dibawa ke dalam pesawat.

"Kalau masih ditemukan air Zamzam, pisau, gunting, atau benda tajam lainnya di dalam koper kabin, kami minta untuk dikeluarkan dan ditinggalkan sebelum masuk pemeriksaan keamanan," jelasnya.

Daker Bandara juga memberi perhatian khusus kepada jamaah pengguna kursi roda.

Basir meminta agar seluruh kursi roda sudah dikemas sejak masih berada di Makkah agar dapat masuk ke bagasi pesawat sesuai prosedur maskapai.

"Kami mengimbau kursi roda sudah di-wrapping sejak dari Makkah. Kalau belum dikemas dengan baik sampai di bandara, ada risiko kursi roda tidak bisa diangkut dan tertinggal," ujarnya.

Menurut Basir, sesuai regulasi penerbangan, jamaah sudah dapat memasuki area bandara enam jam sebelum jadwal keberangkatan.

Sementara proses masuk ke area imigrasi dan pemeriksaan keamanan dimulai sekitar empat jam sebelum pesawat lepas landas.

Waktu yang cukup panjang tersebut diperlukan karena proses pemeriksaan bagasi dan dokumen dilakukan terhadap ratusan jamaah dalam satu kloter.

Ia mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap aturan barang bawaan dapat berdampak serius terhadap kelancaran penerbangan.

"Kalau masih membawa barang terlarang atau kelebihan bagasi, pilihannya barang yang ditinggal atau orangnya yang tertinggal dan harus ikut kloter berikutnya. Ini tentu akan merepotkan semua pihak," tegasnya mengatakan.

Karena itu, Abdul Basir meminta seluruh jamaah, ketua rombongan, ketua regu, dan petugas kloter aktif membantu memeriksa barang bawaan sebelum berangkat ke bandara.

"Kami berharap seluruh jamaah tertib dan mematuhi regulasi. Ini demi kenyamanan bersama dan agar tidak terjadi keterlambatan penerbangan hanya karena masalah barang bawaan," katanya pungkas.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.