Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, menunjukkan kemajuan signifikan.
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menyebut progres pembangunan telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada pertengahan tahun 2026.
Gus Ipul didampingi, Gubernur NTT Melki Laka Lena, Wagub NTT Johni Asadoma, Bupati Kupang, Yos Lede pada Minggu, (31/5/2026) meninjau pembangunan sekolah itu.
“Alhamdulillah, progres pembangunan sudah mendekati 75 persen. Kami optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pembelajaran dapat dimulai pada Juni dan Juli 2026 sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Baca juga: Mensos Tinjau Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Oelnasi, Kabupaten Kupang NTT
Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang memenuhi standar nasional.
Kawasan sekolah tersebut akan memiliki asrama bagi siswa, laboratorium, fasilitas olahraga, ruang belajar yang representatif, serta sarana pendukung lainnya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman dan berkualitas.
Dia mengatakan, program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Penetapan calon peserta didik dilakukan melalui proses verifikasi pemerintah daerah agar program tepat sasaran.
“Program ini memang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan. Mereka akan mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik sehingga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup di masa depan,” katanya.
Ia juga memastikan kualitas tenaga pengajar yang akan bertugas di Sekolah Rakyat. Para guru yang direkrut merupakan tenaga pendidik yang telah mengikuti dan lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Guru-guru yang mengajar adalah mereka yang sudah memiliki kompetensi profesional sehingga kualitas pembelajaran dapat terjamin sesuai standar pendidikan nasional,” katanya.
Gus Ipul menyebut Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen Presiden dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.
“Ini adalah persembahan Bapak Presiden untuk masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Kupang, dan seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam memastikan program strategis tersebut dapat berjalan sesuai target.
Pemerintah menargetkan seluruh 22 kabupaten/kota di NTT nantinya memiliki setidaknya satu gedung permanen Sekolah Rakyat yang mampu menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Program ini, kat dia, diharapkan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda NTT.
Gus Ipul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan dan operasional Sekolah Rakyat agar dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia.
Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma serta Bupati Kupang Yos Lede menyambut baik kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang.
Mereka menilai program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTT. (fan)