TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah strategi Bupati Kolaka, Amri Djamaluddin menurunkan tingkat pengangguran di wilayahnya.
Kabupaten Kolaka tercatat sebagai daerah terbaik dalam menurunkan tingkat pengangguran se-Sulawesi.
Hal itu terbukti pada Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Regional Sulawesi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Acara ini berlangsung di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (29/5/2026) malam.
Kabupaten Kolaka dianugerahi predikat Terbaik I untuk kategori Penurunan Tingkat Pengangguran.
Baca juga: Bupati Kolaka Dongkrak PAD di Tengah Efisiensi Fiskal, Raih 2 Penghargaan Kepala Daerah Inovatif
Bupati Amri saat diwawancarai menyampaikan terima kasih kepada jajarannya termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sebab predikat terbaik tersebut merupakan kerja sama antara pemangku kepentingan di Kabupaten Kolaka.
"Atas kerja sama dan sinerginya, alhamdulillah kementerian memberikan apresiasi," katanya diwawancarai TribunnewsSultra.com.
Dia menjelaskan, Kabupaten Kolaka memiliki Peraturan Daerah Nomor 19 ditindaklanjuti Peraturan Bupati Nomor 56 tentang Pemberdayaan Tenaga Kerja.
Selain mengeluarkan regulasi tersebut, pemerintah daerah juga berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan di Kolaka terutama Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca juga: Sulawesi Tengah Raih Penghargaan Apresiasi Pemda Berprestasi, Inovasi Beras dan Cabai Tekan Inflasi
Melalui skema rekruitmen tenaga kerja, masyarakat Kolaka yang sebelumnya menganggur akhirnya bisa memiliki pekerjaan.
"Inilah yang kemudian menjadi kerja-kerja kami, sehingga ada dua OPD yang ikut dalam skema tersebut, alhamdulillah terjadi tren penurunan tingkat pengangguran," ujar dia.
Selain memperoleh predikat Terbaik I Penurunan Tingkat Pengangguran, Kabupaten Kolaka juga menyandang Terbaik II Creative Financing.
Menurut Politisi Partai Gerindra itu, salah satu indikator penilaian Kemendagri adalah melihat struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD.
Dia mengatakan terjadi peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD dari 2024 ke 2025 kurang lebih Rp70 miliar.
Baca juga: Daftar Wilayah Terbaik di Sulawesi Kategori Creative Financing Acara Apresiasi Pemda Berprestasi
Di mana, pajak menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah dari kabupaten dengan julukan Kota Kakao tersebut.
Di dalam pemerintahannya, Aparatur Sipil Negeri (ASN) wajib membayar pajak jika ingin Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) cair.
"Jadi TPP itu kita berikan kalau kewajibannya sebagai masyarakat Kolaka sudah membayar pajak, salah satunya PBB termasuk pajak kendaraan," jelasnya.
Amri menilai, intervensi inilah yang menyebabkan penerimaan daerah terhadap pajak meningkat signifikan.
Diketahui, daerah yang berhasil meraih predikat terbaik tak hanya mendapatkan trofi tetapi juga insentif fiskal dari Kemendagri.
Baca juga: Daftar Daerah di Sulawesi Raih Apresiasi Pemda Berprestasi Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran
Untuk kategori kabupaten dan kota, peraih Terbaik I memperoleh Rp3 miliar, Terbaik II Rp2 miliar, dan Terbaik III Rp1 miliar.
Dengan total insentif Rp5 miliar yang didapatkan Kabupaten Kolaka, dana tersebut bakal digunakan untuk pelayanan dasar.
"Tentu untuk sektor-sektor yang langsung dirasakan oleh masyarakat," tutup Bupati Amri. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)