John Herdman Ungkap Alasan Timnas Indonesia Tetap Memerlukan Pemain Diaspora Naturalisasi
Aurora Nightingale May 31, 2026 11:51 PM

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan penjelasan kepada awak media di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, pada Sabtu (30/5/2026).

SUPERBALL.ID - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menguraikan alasan mengapa skuad Garuda tetap membutuhkan kehadiran pemain diaspora hasil naturalisasi.

Menjelang FIFA Matchday bulan Juni 2025, John Herdman berbicara mengenai persiapan panjang Timnas Indonesia dalam menghadapi Piala Asia 2027 serta target besar menuju Piala Dunia 2030.

Pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa dirinya telah menetapkan target ambisius untuk menjadikan Indonesia tampil maksimal di kedua ajang besar itu. Ia menilai skuad Garuda memiliki sejumlah keunggulan yang bisa menjadi pembeda.

Menurut Herdman, kemampuan khas pemain Indonesia, apabila dikembangkan dengan benar, dapat menjadi senjata utama bagi tim untuk bersaing di tingkat tertinggi, khususnya di Piala Asia 2027.

Turnamen Piala Asia 2027 akan digelar pada 7 Januari hingga 5 Februari tahun depan. Indonesia sendiri tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.

Menghadapi lawan-lawan kuat tersebut tentu bukan tugas mudah. Namun, Herdman optimistis bahwa kualitas pemain Indonesia mampu memberikan kejutan di setiap pertandingan.

“Tujuan utama kami adalah menjadi yang terbaik di AFC (Piala Asia 2027) dalam aspek-aspek yang bisa menjadi keunggulan Indonesia,” ujar John Herdman.

“Kami memiliki potensi unik untuk tampil sebagai tim paling taktis di AFC. Persiapan menuju AFC adalah fokus kami saat ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herdman mengungkapkan bahwa target jangka panjangnya adalah membawa Indonesia tampil di Piala Dunia 2030, dengan landasan sistem yang kokoh dan berkelanjutan.

Ia memaparkan tiga tujuan utama yang ingin dicapai. Yang pertama, membangun sistem berperforma tinggi demi mendukung upaya lolos ke Piala Dunia.

“Kami menempatkan Piala Dunia 2030 sebagai visi besar, dan seperti yang sering saya sampaikan kepada siapa pun yang mau mendengar,” jelas Herdman.

“Kami memiliki tiga target utama. Pertama, menciptakan sistem berkinerja tinggi yang akan menopang proses kualifikasi menuju Piala Dunia,” lanjutnya.

Ia menambahkan, sistem tersebut perlu diperkuat dengan dukungan menyeluruh, mulai dari peningkatan keterampilan sumber daya manusia, penyediaan fasilitas dan peralatan, hingga penambahan wawasan serta pengalaman.

Target kedua, menurut Herdman, berkaitan dengan komposisi pemain. Ia menilai Indonesia masih perlu menambah pemain dengan kualitas level atas.

“Kami terus berupaya meningkatkan kemampuan di setiap sektor dalam struktur tim agar mereka memiliki keterampilan, alat, pengetahuan, dan pengalaman yang memadai,” tuturnya.

“Tujuan kedua adalah merekrut lebih banyak pemain level satu dan level dua,” imbuh Herdman.

Herdman menjelaskan bahwa klasifikasi pemain didasarkan pada level kompetisi yang mereka ikuti, karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas permainan di level internasional.

Dalam konteks inilah, Herdman menegaskan bahwa Indonesia masih memerlukan kontribusi pemain diaspora naturalisasi untuk memperkuat Timnas.

“Pemain level satu adalah mereka yang bermain di lima liga teratas dunia, sementara level dua mencakup mereka yang berkarier di luar liga-liga tersebut,” papar Herdman.

“Kami bisa mempercepat perkembangan pemain lokal di Indonesia dan menjadikan tim nasional sebagai batu loncatan menuju liga-liga top dunia,” lanjutnya.

“Atau dengan merekrut pemain diaspora yang layak dan dapat mewakili negara kita,” tutup John Herdman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.