Berani Bakar Iklan Sejuta Sehari, Warga Getas Banjir 3.000 Pesanan
Daniel Ari Purnomo June 01, 2026 01:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Berbekal kemauan belajar secara mandiri dan keberanian memulai usaha dari nol, Muhammad David Ainul Ridho (33), warga Desa Getas, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, berhasil membangun bisnis fashion wanita berbasis online yang kini menjangkau pelanggan di seluruh Indonesia.

Usaha yang dirintis sejak 2015 itu berkembang secara bertahap, hingga mampu mencatat ribuan pesanan dalam sehari pada masa puncak pertumbuhan bisnis online. Kesuksesan tersebut diraih tanpa bimbingan mentor maupun pengalaman bisnis sebelumnya.

Sebelum terjun menjadi pengusaha, David bekerja sebagai karyawan swasta. Dari pekerjaannya itu, ia mulai mempelajari dunia pemasaran secara otodidak dan tertarik untuk mencoba membangun usaha mandiri.

Baca juga: 133 Sekolah Swasta Gratis di Semarang Diintegrasikan dalam Sistem SPMB Online

"Awalnya saya kerja sebagai karyawan, lalu belajar pemasaran sedikit demi sedikit secara otodidak," ujar David kepada Tribunjateng.com, Minggu (31/5/2026).

Dengan modal awal sekitar Rp 40 juta, David memulai peruntungan bisnis fashion wanita melalui media sosial Facebook. Lalu, saat platform Shopee mulai berkembang pesat pada 2016, ia melihat adanya peluang besar dan memutuskan untuk membuka toko online demi memperluas jangkauan pasar.

Langkah berani tersebut membuahkan hasil. Produk-produk fashion wanita yang dipasarkannya, mulai dari long tunic muslim, blouse atau atasan wanita, hingga berbagai model bawahan, mendapat sambutan positif dari konsumen di berbagai daerah.

Perkembangan usaha semakin pesat saat memasuki masa pandemi Covid-19. Ketika banyak sektor usaha mengalami perlambatan akibat pembatasan sosial, transaksi belanja online justru meningkat tajam. Kondisi itu turut mendongkrak omzet penjualan toko milik David.

Ia mengungkapkan, sebelum pandemi datang, jumlah pengiriman tokonya hanya berkisar 20 hingga 30 resi per hari. Namun, saat permintaan pasar melonjak, jumlah pengiriman mampu menembus angka sekitar 3.000 resi dalam satu hari.

"Dulu sehari paling cuma 20 sampai 30 resi. Waktu pandemi bisa sampai 3.000 resi per hari," katanya.

Menurut David, keberhasilan mengembangkan bisnis tidak lepas dari pemanfaatan teknologi digital dan kehadiran marketplace yang memudahkan proses transaksi. Sistem pencairan dana yang cepat serta transparan dinilai sangat membantu menjaga kelancaran arus kas usahanya.

Selain itu, berbagai program promosi dan campaign yang tersedia di platform penjualan online juga menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kunjungan toko maupun jumlah pesanan.

Meski demikian, perjalanan bisnis yang dijalaninya tidak selalu mulus. Persaingan yang semakin ketat, serta perubahan tren pasar menjadi tantangan yang harus terus dihadapi seorang pengusaha.

"Tantangan terbesar itu bagaimana kita bisa bertahan saat trafik turun. Kuncinya harus terus evaluasi kesalahan supaya usaha tidak berhenti di tengah jalan," ujarnya.

David mengaku, seluruh strategi bisnis yang diterapkannya dipelajari secara mandiri melalui berbagai pengalaman di lapangan. Ia bahkan berani mengalokasikan anggaran iklan digital hingga Rp 1 juta per hari untuk meningkatkan trafik dan mendongkrak penjualan.

"Alhamdulillah, produk fashion yang jual dan dipasarkannya telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua. Lalu, untuk pemesan terbanyak justru berasal dari luar Pulau Jawa," imbuhnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis saat ini, para pelaku UMKM juga dihadapkan pada masalah kenaikan harga bahan baku produksi. Menurut David, meningkatnya harga kain, plastik kemasan, kancing, dan kebutuhan produksi lainnya turut memengaruhi perhitungan biaya operasional usahanya.

Meski saat ini fokus utamanya adalah menjaga kestabilan bisnis, David tetap merasa optimistis terhadap prospek usaha online ke depannya. Ia pun berpesan kepada para pelaku usaha pemula agar tidak mudah menyerah dan selalu menjaga kepercayaan para pelanggan.

"Kalau jualan online itu pembeli hanya lihat foto dan video. Jadi kita harus jujur soal kualitas barang. Konsisten dan sabar juga penting," pungkasnya. (Dro)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.