Laily Syifaul Jannah, Wisudawan Terbaik UIN Walisongo 2026, Persembahkan Wisuda Untuk Ibunda
abduh imanulhaq June 01, 2026 12:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Di balik gegap gempita prosesi Wisuda Periode Mei 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang digelar Sabtu (23/5/2026) di Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub, terselip kisah inspiratif seorang wisudawan terbaik yang tak hanya mengukir prestasi akademik, tetapi juga menghadirkan makna mendalam bagi keluarganya.

Adalah Laily Syifaul Jannah, akrab disapa Syifa, lulusan Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), yang dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik UIN Walisongo periode ini.

Menariknya, capaian itu sama sekali bukan target besar yang ia pasang sejak awal kuliah.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur. Sejak awal memutuskan kuliah, saya sebenarnya tidak pernah menargetkan menjadi wisudawan terbaik. Yang ada hanya satu tekad: menyelesaikan kuliah dengan baik dan lulus tepat waktu,” ungkap Syifa.

Bagi Syifa, gelar wisudawan terbaik bukan sekadar deretan angka akademik atau pengakuan formal, melainkan pengingat atas seluruh proses yang telah ia jalani.

“Ini bukan hanya tentang angka. Lebih dari itu, ini menjadi tanggung jawab agar ilmu yang saya dapat benar-benar bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan banyak orang,” katanya.

Namun, sisi paling menyentuh dari perjalanan Syifa justru terletak pada kisah keluarganya.

Ayah dan ibunya hanya lulusan sekolah dasar. Di tengah keterbatasan, keduanya memiliki satu keyakinan sederhana: anak-anak mereka harus bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Syifa tumbuh menyaksikan bagaimana kedua orang tuanya bekerja keras demi pendidikan anak-anaknya.

Kakaknya menjadi sarjana pertama di lingkungan RT mereka, dan kini Syifa menyusul dengan capaian yang bahkan lebih istimewa: menjadi wisudawan terbaik.

Ada momen emosional lain yang membuat pencapaian ini terasa begitu personal. Hari wisuda yang jatuh pada 23 Mei ternyata bertepatan dengan ulang tahun ibundanya.

“Rasanya tidak ada kata yang cukup. Saya masih tidak menyangka bahwa gelar dan penghargaan wisudawan terbaik ini bisa saya persembahkan sebagai hadiah ulang tahun ibu,” ujarnya haru.

Kabar membahagiakan itu pertama kali ia sampaikan kepada ayah, ibu, kakak, dan adiknya melalui grup WhatsApp keluarga.

Respons hangat langsung mengalir: ucapan selamat, doa, serta harapan agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan bermanfaat dunia akhirat.

Sebagai mahasiswa Sosiologi, Syifa memilih mengangkat isu lingkungan dalam penelitiannya.

Skripsinya mengkaji strategi gerakan sosial lingkungan yang dijalankan komunitas World Cleanup Day (WCD) Jawa Tengah. (***)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.