SURYA.CO.ID - Menjalankan ibadah puasa sunnah merupakan salah satu cara umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu puasa sunnah yang rutin dilaksanakan setiap bulan adalah Puasa Ayyamul Bidh.
Lantas, bagaimana bacaan niat Puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah 1447 H dan kapan jadwal pelaksanaannya?
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa tiga hari di pertengahan bulan Hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15.
Namun, khusus pada bulan Dzulhijjah, terdapat ketentuan khusus karena adanya Hari Tasyrik.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai niat, jadwal, hingga tata cara pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh di bulan Dzulhijjah 1447 H.
Berdasarkan kalender Hijriah, bulan Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada pertengahan tahun 2026.
Perlu diingat bahwa pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah adalah Hari Tasyrik, di mana umat Islam diharamkan untuk berpuasa.
Oleh karena itu, Puasa Ayyamul Bidh pada bulan Dzulhijjah biasanya dilaksanakan mulai tanggal 14 dan 15, kemudian disempurnakan dengan hari setelahnya (16 Dzulhijjah) sebagai pengganti tanggal 13 yang merupakan Hari Tasyrik.
Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026 Bertepatan Bulan Dzulhijjah 1447 H
Bagi Anda yang ingin mengamalkan ibadah ini, niat dapat dilafalkan di dalam hati atau diucapkan secara lisan. Berikut adalah bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Teks Latin: Nawaitu shauma ayyamil bidhi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta'ala."
Niat ini sebaiknya dibaca pada malam hari sebelum terbit fajar.
Namun, karena ini puasa sunnah, jika Anda lupa, niat boleh dilakukan pada pagi hari asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak Subuh.
Tata cara pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh sama dengan puasa pada umumnya, yakni:
1. Membaca Niat, seperti yang tertera di atas.
2. Makan Sahur, sangat dianjurkan untuk keberkahan meskipun tidak bersifat wajib.
3. Menahan Diri, menjauhi segala hal yang membatalkan puasa (makan, minum, dan berhubungan suami istri) mulai dari terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib).
4. Menjaga Lisan dan Sikap, menghindari berkata kasar, berbohong, atau menggunjing demi menjaga pahala puasa.
5. Berbuka Puasa, menyegerakan berbuka saat azan Maghrib berkumandang.
Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa menjalankan puasa tiga hari setiap bulan pahalanya setara dengan berpuasa sepanjang tahun (setahun penuh).
Selain itu, puasa ini juga menjadi sarana detoksifikasi tubuh secara alami dan melatih kesabaran serta kontrol diri bagi setiap Muslim yang menjalankannya.