SGN Gerak Cepat Serap 656 Ribu Ton Tebu Petani Blora
Dyan Rekohadi June 01, 2026 12:32 AM

 

 

SURYA.CO.ID - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mencatatkan kinerja yang cukup serius dalam musim giling tebu di tahun 2026 ini dengan menggiling sebanyak 656.304 ton tebu hingga Jumat (29/5/2026). 

Langkah cepat itu dilakukan sebagai solusi nyata guna menjaga stabilitas produksi gula konsumsi secara nasional.

Baca juga: SGN dan BUMN Pangan Dukung Swasembada Gula 2026 Lewat Konsolidasi 36 Pabrik Gula

Strategi Optimalisasi Giling Nasional

Direktur Operasional PT SGN, Kuntoro Boga Andri, menyampaikan kinerja ini di sela kunjungannya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, dan beraudensi dengan Bupati Blora, Arief Rohman dan jajaran terkait.

"Kami menegaskan bahwa perusahaan hadir untuk memastikan hasil panen petani tetap terserap dan musim giling berjalan optimal di tengah tantangan operasional yang ada," kata Kuntoro.

Pemerintah terus mendorong percepatan swasembada gula konsumsi melalui revitalisasi pabrik gula dan penguatan kemitraan dengan petani tebu.

"Oleh karena itu, keberlangsungan musim giling tahun ini menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi gula nasional," tambah Kuntoro.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa Jateng menjadi salah satu sentra produksi tebu penting di Indonesia.

"Kabupaten Blora termasuk daerah yang memiliki potensi pengembangan tebu rakyat cukup besar. Langkah cepat PT SGN dinilai menjadi bentuk nyata dukungan BUMN gula terhadap petani di tengah situasi yang belum ideal," ungkapnya.

“PT SGN berupaya memberikan solusi terbaik bagi petani tebu Blora agar hasil panen tetap terselamatkan. Kami terus melakukan koordinasi lintas pabrik gula untuk mengatur kapasitas giling dan distribusi tebu secara bertahap sehingga pelayanan kepada petani tetap berjalan optimal,” terang Kuntoro.

Baca juga: PT SGN Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Banjir Bone

 

Respon Pemerintah Kabupaten Blora

Komitmen PT SGN ini mendapat perhatian positif dari Bupati Blora Arief Rohman.

"Kami dari Pemkab Blora mengapresiasi langkah PT SGN yang menyerap tebu petani Blora ke PG-PG dibawah SGN," ujar Arif.

"Langkah ini kami harapkan bisa mendorong agar proses penyerapan berjalan cepat sehingga tidak terjadi penumpukan tebu di lahan petani. Sebab, keterlambatan tebang dan giling dapat menyebabkan penurunan kadar gula serta kerugian ekonomi bagi petani," ungkap Arief.

Edy Purnomo, perwakilan Regional Head 1 Jateng PT SGN menambahkan, pihaknya telah berkomitmen untuk menyerap tebu petani Kabupaten Blora guna menyelamatkan hasil panen di tengah belum beroperasinya Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM).

"Kami melalui PG Rendeng menyatakan kesiapan menyerap tebu petani Blora dengan kapasitas sekitar 150 hingga 200 rit per hari. Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek agar tebu petani tidak terlambat digiling yang dapat menurunkan rendemen dan kualitas produksi gula nasional," terang Edi.

Sekitar 70 kilometer dari PG GMM yang selama ini menjadi salah satu acuan petani.

“Pihak petani berharap ada penyesuaian jaminan rendemen agar tetap kompetitif dan menguntungkan. APTRI bersama petani meminta skema nilai sesuai ketetapan pemerintah sehingga petani tidak mengalami kerugian akibat biaya distribusi tambahan," imbuh Anton Sudibyo, Sekretaris APTRI Blora.

Belum beroperasinya PG GMM membuat petani harus mencari alternatif pabrik gula lain untuk menggiling tebunya.

 


 
 
 

 

 

 


 

 

 
 
 
 
 
 
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.