Geblek Tempe Supriyanti Kini Berlabel Halal, 139 Produk di Deswita Jatimulyo Juga Disertifikasi
Yoseph Hary W June 01, 2026 01:03 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Pedagang yang selama ini ikut meramaikan Desa Wisata Jatimulyo di Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo, tampak senang. Produk makanan yang mereka jual kini berlabel halal. 

Tak terkecuali Supriyanti, penjual Geblek dan Tempe Dele yang juga mendapat sertifikat halal. Supriyanti biasa menjual makanan khas Kulon Progo itu di Kawasan Wisata Watu Bencong, Jatimulyo.

Sebagai pengetahuan, Geblek merupakan jajanan tradisional khas Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Geblek terbuat dari adonan tepung dan bumbu bawang putih dengan ciri khas warna putih, bentuknya melingkar seperti angka 8.

Makanan Geblek ini bertekstur kenyal dengan rasa gurih, biasa disajikan dan dinikmati bersama dengan Tempe Dele plus teh atau kopi. 

Nama makanan Geblek selama ini telah melekat sebagai bagian dari identitas Kulon Progo, bahkan menginspirasi motif batik khas daerah Kulon Progo yang kemudian dinamai Batik Geblek Renteng. 

Terlepas dari nama Batik Geblek Renteng itu, makanan khas Geblek sampai saat ini banyak ditemukan di berbagai sudut wilayah Kulon Progo.

Satu di antara banyak penjual Geblek adalah Supriyanti yang mana produk Geblek dan Tempe jualannya di Deswita Jatimulyo baru saja mendapat sertifikat halal. 

Geblek halal

Ya, kini Geblek dan Tempe Supriyanti sudah berlabel halal. "Ini sertifikatnya baru dikasihkan, dibantu petugas," ungkap Supriyanti ditemui di Kembang Tebu Rest Area, Jatimulyo, Minggu (31/05/2026).

HALAL: Supriyanti, salah satu pelaku UMKM di Desa Wisata Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo menunjukkan Sertifikat Halal yang didapatnya pada Minggu (31/05/2026).
HALAL: Supriyanti, salah satu pelaku UMKM di Desa Wisata Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo menunjukkan Sertifikat Halal yang didapatnya pada Minggu (31/05/2026). (Tribun Jogja/Alexander Aprita)

Supriyanti sumringah. Dengan label halal yang dibuktikan dengan sertifikat halal itu, ia berharap dagangannya berupa geblek dan tempe akan semakin laris. 

Tidak hanya geblek dan tempe dele Supriyanti yang berlabel halal. Total 139 produk dari 123 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Wisata (Deswita) Jatimulyo yang menerima sertifikat halal.

Menurut Supriyanti, Sertifikat Halal itu didapatnya berkat bantuan petugas setempat. Prosesnya tidak berlangsung lama, di mana kini sertifikatnya sudah terbit.

Ia mengaku sama sekali belum memahami soal Sertifikat Halal yang akhirnya bisa ia dapatkan. Apalagi sebelumnya ia juga belum pernah mengajukan.

Namun Supriyanti tetap sumringah saat mendapatkan Sertifikat Halal. Sebab ia meyakini adanya sertifikat itu akan membuat barang dagangannya bisa lebih laris.

"Saya cuma pedagang angkringan kecil saja padahal, tapi bisa dapat Sertifikat Halal, rasanya sangat senang," katanya.

Getuk halal

Aufa Citra Afanin, yang selama ini mengelola usaha getuk juga mendapatkan Sertifikat Halal. Getuk yang dijajakan juga tergolong unik, karena bentuknya berupa gulungan seperti bolu gulung.

Citra mengatakan usaha keluarganya itu juga baru kali ini bisa memperoleh Sertifikat Halal. Sebelumnya, ia juga belum pernah coba mengajukan untuk membuat Sertifikat Halal.

"Belum pernah ajukan sendiri jadi tidak tahu berapa lama prosesnya, tapi yang ini jadinya cukup cepat," jelasnya.

Penyerahan simbolis

Sertifikat Halal diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana pada pelaku UMKM di Deswita Jatimulyo. Ia juga didampingi oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI, Ahmad Haikal Hasan.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan turut hadir menyaksikan langsung penyerahan Sertifikat Halal tersebut. Ia mengaku bangga karena pedagang kecil di Deswita Jatimulyo bisa memiliki Sertifikat Halal.

"Sertifikat Halal akan menguatkan rasa percaya para wisatawan yang datang ke Kulon Progo, bahwa makanan yang disuguhkan hingga cara pembuatannya sudah halal," kata Agung.

Ia pun meyakini adanya Sertifikat Halal pada pelaku UMKM akan membuat minat wisatawan untuk berkunjung ke Kulon Progo meningkat. Alhasil, ekonomi warga setempat bisa lebih hidup dan berkembang.(ALX)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.