HJKS ke-733: Surabaya Catat IPM Tertinggi di Jatim, Plh Wali Kota Dorong Semangat Kampung Pancasila
Sudarma Adi June 01, 2026 02:32 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Upacara Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 yang digelar di Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026), berlangsung khidmat dan semarak. 

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji yang bertindak sebagai inspektur upacara memaparkan berbagai capaian pembangunan Kota Pahlawan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang sedang menunaikan ibadah haji, Armuji menegaskan bahwa semangat Kampung Pancasila yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi fondasi berbagai keberhasilan pembangunan Kota Surabaya.

Baca juga: Turis Asal Jerman Jadi Korban Jambret di Surabaya, Pelaku Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Capaian IPM Tertinggi dan Pertumbuhan Ekonomi Kuat

Karenanya, peringatan hari jadi kota bukan sekadar seremoni bertambahnya usia Surabaya. 

Momentum tersebut menjadi pengingat untuk meneguhkan kembali jati diri Surabaya sebagai kota yang dibangun atas persatuan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat.

"Surabaya bukan hanya peringatan bertambah usia kota. Hari ini adalah momentum untuk merayakan kembali jati diri Surabaya sebagai kota yang berdiri kuat karena persatuan bangsa," kata Armuji di atas podium.

Ia menegaskan, kemajuan Surabaya tidak dibangun oleh satu kelompok atau individu tertentu. Berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh warga, mulai dari lingkungan kampung, sekolah, pasar, tempat ibadah, hingga ruang pelayanan publik.

"Surabaya besar bukan karena orang-orang atau satu kelompok, tetapi karena kita semua. Dari kampung, balai RW, sekolah, pasar, tempat ibadah hingga ruang pelayanan publik, semuanya bergerak dengan semangat yang sama untuk membangun Surabaya," ujarnya.

Armuji mengatakan, nilai-nilai Pancasila yang hidup di kampung-kampung menjadi dasar pembangunan kota. Menurutnya, Pancasila tidak hanya hadir dalam upacara dan simbol-simbol kenegaraan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui budaya saling membantu, pelayanan publik yang responsif, dan kepedulian sosial antarwarga.

"Dalam Kampung Pancasila, warga saling menolong ketika ada tetangga yang membutuhkan, pemerintah hadir melayani, dan masyarakat bersama-sama menjaga keamanan. Di situlah Pancasila bekerja," katanya.

Semangat tersebut, lanjut Armuji, berkontribusi terhadap berbagai indikator pembangunan yang terus menunjukkan tren positif. Salah satunya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya yang mencapai 85,65 persen pada tahun 2025 atau tertinggi di Jawa Timur.

Di bidang kesehatan, Pemkot Surabaya kini memiliki tiga rumah sakit umum daerah yang melayani masyarakat. Layanan kesehatan juga diperkuat melalui program satu RW satu tenaga kesehatan, satu ambulans di setiap wilayah, 63 puskesmas dengan integrasi layanan primer, serta 2.191 posyandu keluarga.

Upaya itu berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk keberhasilan menekan prevalensi stunting hingga 0,59 persen pada tahun 2025.

Baca juga: Breaking News: Kebakaran Ruko di Simokerto Surabaya, Lansia Tak Tertolong, Suami Menangis Pilu

Sementara di sektor pendidikan, Pemkot Surabaya terus memastikan akses pendidikan 13 tahun dapat dinikmati seluruh anak tanpa terkecuali. Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah memberikan Beasiswa Pemuda Tangguh kepada 16.801 siswa SMA, SMK, dan MA serta 5.874 mahasiswa.

Selain itu, empat Rumah Anak Prestasi juga terus diperkuat sebagai ruang pengembangan bakat dan kreativitas generasi muda Surabaya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Surabaya juga mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Pada tahun 2025, ekonomi Kota Surabaya tumbuh 5,87 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp830,54 triliun.

"Di tengah ketidakpastian global tersebut, ekonomi Kota Surabaya tetap tumbuh kuat. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi bergerak positif dan Surabaya tetap menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Jawa Timur," ujar Armuji yang juga Wakil Wali Kota Surabaya ini.

Pertumbuhan ekonomi tersebut dibarengi dengan kondisi inflasi yang tetap terkendali sebesar 2,96 persen sepanjang 2025. Sementara angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 3,56 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3,96 persen.

Menurut Armuji, capaian tersebut membuktikan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat luas.

Pemkot Surabaya juga terus memperkuat pembangunan infrastruktur dan lingkungan. Dalam pengelolaan sampah, Surabaya berhasil mengurangi timbulan sampah sebesar 168,62 ton per hari melalui TPS 3R dan rumah kompos.

Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo mampu mengolah hingga 1.600 ton sampah per hari dan menghasilkan energi listrik sekitar 11 megawatt. Di sektor pengendalian banjir, sepanjang 2025 Pemkot Surabaya melakukan pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase di 2.535 lokasi serta membangun tujuh rumah pompa baru untuk mengurangi genangan.

Sementara untuk mendukung kualitas permukiman, sebanyak 11.294 rumah tidak layak huni telah diperbaiki. Hingga tahun 2025, jumlah penerangan jalan umum yang terpasang juga mencapai 123.306 titik di seluruh wilayah kota.

Meski berbagai capaian berhasil diraih, Armuji mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang harus diselesaikan bersama, mulai dari perubahan ekonomi global, pengelolaan sampah, kemiskinan, hingga dampak perubahan iklim.

Karena itu, ia mengajak seluruh warga menjaga persatuan dan semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama Surabaya.

"Surabaya harus menjadi rumah bersama yang aman, rukun, dan membahagiakan bagi semua. Pancasila harus menjadi kekuatan pemersatu kita, gotong royong menjadi cara kerja kita, dan keadilan sosial menjadi tujuan pembangunan kita. Dengan Pancasila yang kuat, Surabaya akan semakin hebat," katanya.

Usai upacara, rangkaian peringatan HJKS ke-733 dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Armuji. Potongan tumpeng pertama kemudian diserahkan kepada Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri sebagai simbol sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Kota Pahlawan.

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum HJKS ke-733 sebagai penguat semangat persatuan dan gotong royong dalam membangun Kota Pahlawan.

"Surabaya adalah Kota Pahlawan yang lahir dari semangat perjuangan. Karena itu, gotong royong dan toleransi harus terus kita jaga," kata Syaifuddin Zuhri.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terus dibumikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda sebagai penerus pembangunan kota.

"Saya mengajak seluruh warga, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga seluruh unsur Forkopimda untuk bersama-sama menjaga dan membangun Surabaya demi kesejahteraan masyarakat," kata politisi PDI P ini. 

Ia menegaskan DPRD Surabaya akan terus menjalankan fungsi pengawasan sekaligus memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah kota, khususnya di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perbaikan rumah tidak layak huni.

"Harapan kami, Surabaya terus berkembang menjadi kota yang humanis, modern, dan menjadi kebanggaan bagi generasi mendatang. DPRD akan terus mendorong program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Acara juga diwarnai pembacaan sejarah berdirinya Kota Surabaya serta penampilan Panji Surya Sembada oleh pasukan khusus. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah sekaligus penguatan semangat kebersamaan dalam membangun Surabaya yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.