TRIBUNNEWS.COM - Format baru di Piala Dunia 2026 dengan 48 partisipan negara menghadirkan 'bumbu baru' dalam turnamen tertinggi sepak bola dunia itu, menurut kacamata pengamat sepak bola Jerman, Adrian dari Spietalg Indonesia
Bagimana tidak, jika melihat persebaran negara-negara di babak penyisihan grup hampir memiliki kekuatan yang merata.
Istilah 'grup neraka' mungkin tidak berlaku di edisi kali ini yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Justru negara-negara yang sudah lama absen dan bahkan baru pertama kalinya lolos ke putaran final berpotensi memberikan warna baru dalam keberlangsungannya.
Sebut saja Norwegia, Turki, Skotlandia, Haiti, Austria, Irak, hingga Kongo.
Austria, Norwegia, dan Skotlandia memiliki kesamaan, terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia terjadi pada tahun 1998 di Prancis.
Itu artinya, tiga negara tersebut tampil untuk pertamanya setelah 28 tahun den melewatkan enam edisi Piala Dunia.
Lalu ada Irak yang lolos ke putaran final melalui babak play-off antar konfederasi.
Graham Arnold yang berada di balik 'kemudi' Irak mampu membawa tim berjuluk Singa Mesopotamia itu lolos untuk pertama kalinya sejak 1986 di Meksiko.
Lebih lama lagi ada Haiti yang menunggu sampai lima puluh tahun lebih untuk kembali bermain di Piala Dunia 1974 saat berlangsung Jerman Barat.
"Menurut saya yang menarik justru tim seperti Tunisia, Irak, Norwegia yang akhirnya datang lagi setelah berapa lama absen," ungkap Adriad dalam podcast Tribunnews.
"Ini bumbu Piala Dunia kali ini yang beda dengan sebelumnya karena hanya 32 tim dan formatnya sudah bertahan kurang lebih dua atau tiga dekade terakhir," sambungnya.
"Jadi ini format yang baru, tetapi saya sih tidak ragu tetap menampilkan pertandingan-pertandingan yang seru untuk kita," jelasnya.
Prediksi Adrian, selama babak penyisihan grup dengan kekuatan yang hampir merata tidak banyak menghasilkan kejutan yang berarti.
Kejutan baru terjadi ketika memasuki babak gugur yang di edisi tahun ini dimulai dari babak 32 besar.
Para partisipaan wajib memiliki kedalaman skuad dan persiapan pemain yang harus maksimal.
Hal yang patu menjadi sorotan adalah kebugaran pemain karena mereka telah melahap jadwal kompetisi yang padat, terutama di Eropa.
Faktor tersebut teramat penting bagi para pelatih untuk menajemen dan mengatur tempo menit bermain para pemain.
"Format 48 tim sebenarnya hanya menunda saja, ibarat kklimaksnya karena banyaknya partisipan baik bagi negara yang baru pertama kali tampil atau yang sudah lama absen," katanya.
"Yang perlu disorotin adalah bagaimana setiap tim ini mengatur load manage dari setiap pemain. Karena kita tahu sendiri kompetisi Eropa kurang dari 24 jam yang lalu (Liga Champions) baru berakhir."
"Dari situlah favorit Piala Dunia ini harus lebih mempersiapkan pemainnya, fisiknya terutama untuk bugar di laga 32 besar, 16 besar, dan sampai ke final," jelasnya.
Tinggal 11 hari lagi, gelaran akbar sepak bola yang diikuti dari berbagai negara antar-benua dimulai, pertandingan Meksiko vs Afrika Selatan akan menjadi menu pembuka yang berlangsung di Stadion Azteca, Meksiko pada Jumat (12/6/2026) pukul 02.00 WIB.
(Tribunnews.com/Sina)