‘Tidak Pernah Punya Pekerjaan Biasa’ - Alasan Lamine Yamal dari Barcelona Tidak Pernah Gugup dan Justru Merasa Seperti ‘Superhero’
Budi Santoso June 01, 2026 02:53 AM

Lamine Yamal mengungkapkan tentang mentalitas unik yang membuatnya mampu tampil gemilang di panggung terbesar dunia tanpa merasa terbebani oleh ekspektasi. Sensasi muda Barcelona ini, yang kariernya melesat dengan cepat ke puncak sepak bola, menegaskan bahwa ketenangannya berasal dari melakukan hal yang sudah ia kuasai sejak kecil.


Tidak ada rasa gugup bagi lulusan La Masia


Meski baru berusia 18 tahun dan memikul harapan besar dari klub serta negaranya, Yamal tampak sama sekali tidak terpengaruh oleh sorotan besar dalam sepak bola internasional. Ia memberikan penjelasan yang lucu tentang mengapa tekanan dari laga El Clasico atau turnamen besar tidak membuatnya cemas, dengan membandingkan perannya saat ini dengan kekhawatiran dari pekerjaan biasa.


Bagi Yamal, lapangan sepak bola adalah tempat di mana ia merasa paling nyaman, menghilangkan rasa takut gagal yang sering menghantui pemain lain. “Aku mungkin akan gugup jika melakukan sesuatu yang tidak aku kuasai. Misalnya jika aku punya pekerjaan biasa – aku belum pernah punya, jadi mungkin aku akan takut membuat kesalahan. Tapi sepak bola adalah hal yang selalu kulakukan; itu yang aku tahu. Jadi aku mencoba menikmatinya. Ketika aku melihat orang tuaku di tribun, mengetahui bahwa mereka bangga padaku, tekanan itu hilang. Rasanya luar biasa,” ujar Yamal kepada FIFA.


Sensasi ‘superhero’


Yamal dengan cepat menjadi wajah baru generasi muda di Barcelona, dan remaja ini mengungkapkan bahwa ketika ia mencapai performa terbaiknya, ia merasa hampir tak terkalahkan. Saat bersiap memimpin lini serang Spanyol di Piala Dunia mendatang, penyerang muda ini menggambarkan perubahan fisik dan mental yang terjadi ketika ia berada di puncak performa di lapangan.


Bagi pemain muda tersebut, kemampuan untuk mempertahankan level permainan tinggi sangat berkaitan dengan kondisi emosional dan kebebasannya mengekspresikan diri lewat kreativitas alami. “Aku selalu mengatakan rasanya seperti menjadi superhero – segalanya terasa pas. Aku lebih cepat, lebih kuat, penuh adrenalin. Aku merasa tidak ada yang bisa menghentikanku. Aku ingin mencapai level itu di Piala Dunia,” kata Yamal.


Kreativitas dan kegembiraan dalam bermain


Sementara banyak pemain kesulitan karena tuntutan taktik dalam sepak bola modern, Yamal justru berkembang dengan kebebasan untuk berkreasi. Ia mengakui bahwa efektivitasnya di sayap, baik untuk klub maupun tim nasional, sangat bergantung pada seberapa besar ia menikmati permainan selama 90 menit. Ia menambahkan bahwa ketika kesenangan itu hilang, performanya pun menurun.


“Permainanku sangat bergantung pada kreativitas, dan ketika aku tidak menikmatinya, itu terlihat. Segalanya terasa datar, kurang inspirasi. Tapi ketika aku bahagia, seperti saat EURO, semuanya terasa tepat dan aku merasa lebih bebas,” jelasnya.


Menjaga kerendahan hati di Barcelona


Meskipun ia menggambarkan dirinya seperti ‘superhero’ saat bertanding, Yamal tetap rendah hati dalam kehidupan sehari-harinya di Barcelona. Ia berterima kasih kepada keluarganya dan lingkungan di La Masia yang membuatnya tetap fokus pada pengembangan diri, bukan pada ketenaran yang mengiringi setiap langkahnya. Bagi pemain sayap muda ini, fokus utamanya tetap pada peningkatan kemampuan, bukan pada popularitas.


Ia menutup dengan berkata: “Aku tahu aku masih muda dan masih banyak yang harus kupelajari. Keluargaku membuatku tetap rendah hati dan selalu mengingatkanku dari mana aku berasal. Penting untuk tetap fokus karena dalam sepak bola, segalanya bisa berubah dengan cepat. Aku hanya ingin terus bekerja keras, menikmati sepak bola, dan membuat para penggemar bahagia setiap kali aku bermain untuk Barca atau Spanyol.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.