Khadija Shaw dan Alex Greenwood tampil gemilang ketika Manchester City, juara baru Women's Super League, meraih dobel gelar pada hari Minggu berkat kemenangan 4-0 atas Brighton di final FA Cup. Tim asuhan Andree Jeglertz sempat butuh waktu untuk menemukan ritme di ibu kota, namun begitu mereka mulai tampil percaya diri, dua gol di akhir babak pertama membuat City unggul nyaman dan tak pernah kehilangan kendali hingga peluit akhir.
Menariknya, Brighton justru memulai laga dengan lebih baik meski kurang berpengalaman di panggung sebesar ini karena ini merupakan final FA Cup pertama mereka. Dengan rasa percaya diri tinggi setelah menang 3-2 atas City bulan lalu yang sempat menunda pesta juara lawan, tim berjuluk The Seagulls menguasai bola selama 30 menit awal dan menciptakan beberapa peluang. Fran Kirby dan Maisie Symonds sempat melepaskan tembakan yang diblok, sementara Madison Haley digagalkan oleh penjaga gawang Ayaka Yamashita yang menggantikan Khiara Keating yang cedera.
Namun, setelah City mulai menemukan permainan mereka, kualitas tim asuhan Jeglertz segera terlihat. Upaya awal dari Grace Clinton dan Shaw menjadi peringatan yang tidak diindahkan Brighton, sementara Lauren Hemp mulai menunjukkan pengaruhnya di sisi kiri. Gol pembuka datang melalui umpan silang Greenwood yang disambut tandukan Shaw, mengalahkan penjaga gawang Brighton, Chiamaka Nnadozie. Hanya beberapa menit kemudian, skor menjadi 2-0 setelah Shaw dijatuhkan di tepi kotak penalti dan Greenwood memanfaatkan peluang itu dengan tendangan bebas yang melengkung indah ke pojok gawang Nnadozie menjelang turun minum.
Setelah awal yang sedikit goyah, City akhirnya tampil dominan. Aoba Fujino menambah keunggulan menjadi 3-0 sekitar satu jam pertandingan, mencetak gol beberapa menit setelah masuk lapangan berkat kerja keras Shaw di sisi kanan. City bahkan memiliki peluang untuk menambah gol, dengan sundulan Rebecca Knaak yang melebar, tembakan Shaw yang ditepis, dan upaya Fujino yang mengenai tiang sebelum akhirnya Vivianne Miedema turut mencatatkan namanya di papan skor. Setelah dua bulan absen untuk menemani ibunya yang sedang sakit, striker asal Belanda itu kembali dengan gol indah — mengirim umpan ke Kerstin Casparij di sayap sebelum berlari ke kotak penalti untuk menyundul bola silang menjadi 4-0.
Brighton akan menyesali peluang yang terbuang setelah memulai dengan baik namun gagal mencetak gol. Sementara itu, City menutup musim dengan luar biasa — mengakhiri penantian enam tahun untuk kembali meraih gelar FA Cup dan menambahkannya ke trofi WSL kedua mereka yang datang setelah sepuluh tahun.
Berikut penilaian pemain Manchester City dari Stadion Wembley...
Penjaga Gawang & Lini Belakang
Ayaka Yamashita (7/10):
Tidak terlalu banyak diuji meski Brighton tampil baik di awal laga. Namun, ketika dibutuhkan, ia tampil meyakinkan dan berani dalam menggagalkan peluang Haley pada awal pertandingan.
Kerstin Casparij (7/10):
Mengawal sisi lapangan dengan baik, baik saat bertahan maupun menyerang, dan memberikan assist cantik untuk gol Miedema, yang menjadi gol keempat City hari itu.
Jade Rose (7/10):
Tampil solid dengan blok penting untuk menggagalkan peluang Symonds di menit-menit awal dan secara keseluruhan mampu mengawal lini belakang dengan baik, mencegah Brighton menciptakan peluang bersih.
Rebecca Knaak (7/10):
Bagus dalam penguasaan bola, bekerja sama apik dengan Rose untuk mematikan serangan Brighton, dan hampir mencetak gol lewat sundulan yang hanya melenceng tipis.
Alex Greenwood (8/10):
Penampilan luar biasa. Meski dimainkan di posisi bek kiri yang bukan peran utamanya dan sempat kesulitan melawan Brighton bulan lalu, ia tampil tangguh kali ini. Menjadi ancaman lewat umpan silang dan bola mati, serta mencetak gol indah dari tendangan bebas.
Lini Tengah
Yui Hasegawa (6/10):
Tidak terlalu dominan seperti biasanya karena Brighton memulai laga dengan baik, namun ia mulai menemukan ritme seiring jalannya pertandingan.
Laura Blindkilde Brown (7/10):
Menunjukkan semangat tinggi, mengalirkan bola dengan baik, dan sering menang dalam duel fisik di lini tengah.
Grace Clinton (7/10):
Bekerja keras tanpa bola dan menunjukkan pergerakan bagus untuk menciptakan peluang, meski penyelesaiannya belum maksimal. Salah satu penampilan terbaiknya di musim yang cukup sulit secara individu.
Lini Depan
Kerolin (5/10):
Kesulitan untuk benar-benar terlibat dalam permainan, hanya mencatat 12 umpan sebelum digantikan sekitar satu jam pertandingan.
Khadija Shaw (8/10):
Salah satu pemain terbaik di laga ini, menutup musim yang fantastis. Menyundul gol pembuka, memenangkan pelanggaran untuk gol kedua, dan memberi assist untuk gol ketiga. Menjadi ancaman konstan setelah City mulai menguasai permainan.
Lauren Hemp (8/10):
City mulai bermain lebih baik ketika ia terlibat aktif. Terus menekan bek lawan dengan kecepatannya dan bekerja sama dengan sangat baik bersama Greenwood serta Shaw.
Pemain Pengganti & Pelatih
Vivianne Miedema (7/10):
Menjalani laga pertamanya dalam dua bulan setelah absen untuk menemani ibunya yang sakit, namun tetap tampil tajam. Berperan dalam gol ketiga City sebelum mencetak gol keempat dengan sundulan yang cantik.
Aoba Fujino (7/10):
Efisien dan tenang saat mencetak gol serta hampir menambah satu lagi andai tidak digagalkan penyelamatan apik Nnadozie.
Sydney Lohmann (N/A):
Masuk menggantikan Blindkilde Brown dengan sisa waktu sekitar 10 menit.
Mary Fowler (N/A):
Masuk di menit-menit akhir pertandingan sebagai pemain pengganti.
Laura Coombs (N/A):
Menutup kariernya dengan penampilan terakhir di menit-menit akhir laga.
Andree Jeglertz (7/10):
Timnya sempat tampil kurang meyakinkan di awal, namun situasi berubah cepat ketika para pemain kunci mulai berpengaruh. Keputusan-keputusannya dalam menurunkan susunan pemain terbukti tepat karena City akhirnya menang dengan nyaman.