BGN Tegaskan Prioritas MBG, Sebut Balita dan Ibu Hamil-Menyusui Jadi Sasaran Utama, Siswa Menyusul
Eri Ariyanto June 01, 2026 06:09 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan kembali arah prioritas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah menjadi sorotan publik.

Program tersebut dipastikan tidak langsung menyasar seluruh kelompok sekaligus, melainkan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan gizi masyarakat.

Pada tahap awal, fokus utama diarahkan kepada kelompok rentan yang memiliki dampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Balita menjadi sasaran utama karena berada pada fase pertumbuhan kritis yang sangat membutuhkan asupan gizi seimbang.

Selain itu, ibu hamil dan ibu menyusui juga masuk dalam prioritas karena berperan penting dalam mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan generasi berikutnya.

BGN menilai intervensi gizi pada dua kelompok tersebut lebih efektif untuk menekan angka kekurangan gizi kronis di Indonesia.

Sementara itu, kelompok siswa sekolah menjadi prioritas setelah balita dan ibu hamil.

Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa cakupan MBG akan diperluas secara bertahap hingga mencakup peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.

Kebijakan ini diharapkan dapat memastikan penyaluran bantuan gizi berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas generasi bangsa.

Baca juga: Akhir Pelarian Pasutri Kasus WO Marwah, Berhasil Diringkus di Bandung Barat, Gelapkan Uang Rp 2,6 M

Seperti diketahui, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak semata-mata ditujukan untuk peserta didik di sekolah saja.

Sony mengatakan, sasaran utama dari MBG adalah kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, sebelum kemudian menjangkau siswa.

Sony mengaku telah menyampaikan hal tersebut dalam berbagai kesempatan konsolidasi program MBG di sejumlah daerah.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman, menyamakan persepsi, serta menyelaraskan langkah antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan atau mitra pelaksana MBG, serta Kepala Satuan Tugas MBG tingkat kabupaten dan kota.

“Pada setiap kesempatan konsolidasi program MBG di berbagai daerah, saya selalu menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan. Setelah itu barulah peserta didik,” ujar Sony dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Sony menyampaikan, masih terdapat sejumlah yayasan maupun mitra pelaksana yang keliru memahami sasaran penerima manfaat program MBG.

Sebagian pihak, kata dia, masih menganggap MBG hanya berfokus pada pemberian makanan bagi peserta didik di sekolah.

POLEMIK MBG - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya. (KOMPAS.com/PARTAHI FERNANDO WILBERT SIRAIT)

Sony menduga pemahaman tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh penggunaan istilah school meal, yang kemudian ditafsirkan sebagai program makan untuk siswa semata.

Akibatnya, sejumlah mitra lebih dahulu berfokus menjalin kerja sama dengan sekolah tanpa memahami sasaran prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.

Sony menjelaskan, fokus pada kelompok rentan tersebut merupakan esensi utama program MBG sebagai bentuk investasi strategis bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Oleh karena itu, Sony mengingatkan seluruh unsur pelaksana program, mulai dari SPPG, yayasan, mitra pelaksana, hingga satgas MBG di daerah, agar benar-benar memahami dan mengimplementasikan tujuan tersebut dalam pelaksanaan program di lapangan.

“Mengutamakan pemberian MBG kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, merupakan esensi Program MBG sebagai investasi strategis bangsa Indonesia. Hal ini harus betul-betul dijiwai oleh seluruh pelaksana program MBG di lapangan. Jangan coba-coba menyimpang dari tujuan utama,” jelasnya.

Sementara itu, Sony meminta seluruh elemen yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG untuk saling mengingatkan dan mengawal implementasi kebijakan tersebut agar tetap berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kita harus menjaga betul tujuan Program MBG ini, karena ini adalah program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Program yang bertujuan mulia untuk mewujudkan generasi Indonesia yang benar-benar siap mengisi Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.